Liputan Taichi dan Kungfu PEAS oleh detik.com

Pada kesempatan lalu #peasindonesia berkesempatan diliput oleh detik.com saat latihan taichi bersama.

Perguruan Energi Alam Semesta ini fokus pada bela diri taichi dan kung fu. Olahraga ini baik untuk tua dan muda yang mengalami gangguan pinggang dan lutut.

Latar Belakang

Komunitas atau Perguruan Energi Alam Semesta ini adalah perguruan yang fokus kepada dua seni bela diri, yakni taichi dan kung fu. Perguruan yang berdiri (go public) pada 23 November 2013 ini, sempat tidak diperuntukkan untuk umum di tahun 2003.

“Awalnya hanya untuk teman-teman sendiri untuk latihannya, lalu tahun 2013 atas saran dari guru saya, saya secara resmi membuka untuk umum biar lebih berkembang,” ungkap Martin Wong, selaku pemimpin Perguruan Energi Alam Semesta saat di temui di sela-sela latihan di Taman Jogging 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (17/11)

Manfaat Umum

Awal terbentuknya perguruan ini hanya berisi tiga orang, sebelum manjadi 50 orang hingga saat ini. Menurut Martin Wong, ternyata seni bela diri Taichi ini bagus untuk parkinson dan masalah persendian. “Biasanya kalau ada orang terkena gangguan pinggang dan lutut, dokter menganjurkan untuk mengikuti latihan taichi,” katanya.

“Awalnya saya tidak punya intens melatih untuk kesehatan, lalu saya coba dan ternyata bermanfaat bagi mereka,” tutur Martin. “Manfaat bagi saya mengikuti perguruan ini adalah yang pasti saya lebih rajin olahraga, dan buat tubuh saya lebih lentur,” ungkap Yuliana anggota dari perguruan ini.

Perkembangan

Perguruan ini sudah berkembang tidak hanya di Jakarta saja, Palembang, dan Medan.

Perguruan yang sudah memiliki berbagai prestasi ini, (terakhir meraih juara push hands taoulu dari turnamen Federasi Kungfu Indonesia) mempunyai harapan agar perguruannya bisa lebih berkembang dan lebih baik lagi.

 

Sumber : detik.com

#detik #detikcom #detikdotcom #detik #detiknews #detikinet #detiksport #detikhealth #taichi #taichichuan #taichijkt #taichijakarta #taichiforhealth #taiji #taijiquan #gongfu #kungfu #chikung #qigong #kung_fu #tai_chi #kesehatan #kesehatantubuh #kesehatanjantung #kesehatantulang #lutut #pinggang #belajartaichi #latihantaichi

Mendorong Bekasi dengan Taichi

Menularkan Virus Taichi di Bekasi

Minggu 25 November 2018, Masih bersisa semangat Taichi di Bekasi kemenangan dari 3 saudara Perguruan kami yang berhasil menggondol 1 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu bukan tidak mungkin menambah semangat dan motivasi kami Perguruan Energi Alam Semesta cabang Bekasi untuk berlatih. Istilahnya “kami pun tidak mau kalah di event berikutnya” hehehehe

 

Mencicipi Menu yang bernama Push Hands (Tuishou)

Memperkenalkan dua member kami Bang Bilal dan Bang Muhammad. Setelah latihan conditioning, berlatih jurus dan beberapa latihan prinsip Taichi, keduannya langsung saya coba untuk berlatih Push hand di bagian akhir. Lalu tampak di video ini memang luar biasa, apa lagi mereka hanya berlatih seminggu sekali. Tentu sudah pasti baru 4 pertemuan. Tp sudah tampak banyak kemajuan. Dua video ini adalah dimana latihan push hand dilakukan dengan “situasi biasa”.

Aturan yang Sederhana

Penasaran dengan kesiapan mereka di situasi yang berbeda. Lalu caranya mudah…saya tinggal sedikit menaikkan nada “MULAII” dan langsung keduanya terhipnotis bermain seperti di pertandingan. Sempat terlihat adrenalin permainan keduanya yang mulai naik, tiba tiba serangan cepat melesat ke wajah yang mirip pukulan…keduanya pun mulai menaikkan tingkat kehati hatian…saya langsung bilang “STOP”….kemudian saya bilang lagi “jaga dan control…MULAI” permainanpun makin memanas dan tingkat rasa yang cepat juga gerakan yang sekejab.

Nah kira kita itulah yang terjadi di pertandingan dan itulah yang bisa dimungkinkan dijalan. Keduanya pun selesai bermain tersenyum dan tos juga bersalaman. Tampaknya mulai menikmati permainan ini. situasi yang sesungguhnya harus di perkenalkan supaya tidak kaget saat di pertandingan. Control dan jaga itu sangat penting. Kalau begini terus tentu akan semakin ada peningkatan dan mudah mudahan bisa jadi juara di kesempatan yang akan datang. amiiin

 

* catatan…momen permainan yang serius itu memang tidak saya videokan

Disusun oleh,
Riyan Kurniawan
Pelatih Utama PEAS Bekasi dan HR Rasuna Said

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichibekasi #taichijakartaselatan #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichibks #bekasi #jakartaselatan

Rahasia Sehat, Panjang Umur Tanpa Pantangan

Siapa Beliau

Kami memanggil beliau nainai (奶奶), nenek dalam bahasa mandarin. Sekarang di PEAS belajar Taichi hampir setahun lamanya. Beliau bisa banyak dialek mandarin termasuk mandarin, khek, hokkian dan entah berapa banyak lagi. Semangat latihan, kuat jalan kaki, dan masih sehat. Beliau agak kesulitan bahasa “Indonesia”, pilihannya ya yang saya sebut di atas.

Ya sudahlah saya ngomong pake mandarin, dan kelas agak-agak bilingual 😂😂 Karena Ngomong sama Nainai pake mandarin, Ai satunya ikut ngomong mandarin. Mandarin saya ancur, Alhamdulillah ada teman latihan ngobrol 🤗

Nainai suka banget belajar Taichi, kemana-mana ngomongin taichi kata cucunya. Kata cucunya sampe chat lintas daerah, propinsi, dan antar negara ngomongin Taichi 😅😅🤣

Nainai ini bisa “Zhan zhuang” selama 30 menit tanpa goyang, dan tanpa tangan pegal atau turun …. NAH KALIAN yang muda gimana?? 🤔

Usia beliau sekarang 85 tahun, kuat jalan jauh, naik tangga 17 lantai setiap hari, hiking udah jadi kegiatan favorit. Oh ya, dia hobby hiking katanya. Sekarang belajar Taichi jadi hobi barunya.

Rahasia Sehat dan Panjang Umur

Nainai, dia kasih tau kami resepnya. Katanya ga suka makan sayur, ga suka makan buah, ga ada pantangan makan dan sehat selalu.

Dia bilang kuncinya bukan di makanan, tapi di pikiran dan banyak “berdiri”. Dia bilang, setiap hari dia sejak kecil banyak jalan. Dan sejak muda membiasakan diri berjalan dan berdiri.

Beliau mebeberkan rahasianya, setiap hari dia melakukan tidak duduk sebelum jam 4 sore sejak bangun tidur pagi setiap harinya. Membersihkan sendiri rumah bahkan di usianya ini.Apapun aktifitas dilakukannya sambil berdiri sebelum jam 4 dia duduk sejenak dan berdiri lagi.

Saya berpikir kalau sudah tua nanti bisa seumur beliau sehat saja sudah syukur bagi saya, kenikmatan terbesar ga merepotkan anak cucu. Bisa urus diri sendiri, dan punya aktifitas rutin taichi 😊

Do’a saya, semoga Nainai panjang umur, sehat selalu, bahagia selalu. Amiin

Ohhh… dia kuat Zhan zhuang 30 menit tanpa brenti, satu kaki bisa 10-15 menit. Tanpa latar belakang pernah belajar beladiri apapun 🤣😂

MALU DEH yang muda-muda!

Semua Ada Di Pikiran Kita

Karena usia beliau yang sudah sangat senior, beliau memiliki keterbatasan gerakan dan menghapal gerakan. Namun itu gak membuatnya surut. Dia terus mengikuti gerakan dan merekam gerakan saya dengan video dan foto-foto untuk dia pelajari di rumah untuk belajar Taichi.

Untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah lanjut usia atau pun bermasalah dengan mengingat. Sebenarnya ga perlu khawatir. Karena tubuh kita memiliki yang namanya memory muscle yang akan merekam gerakan kita seperti apa.

Mau bukti?

Walau pun kita udah susah mengingat pelajaran baru. Tapi kita kan walau udah pelupa ga bakal lupa cara makan, atau cara berjalan khan? Padahal kita belajar makan dan berjalan saat masih balita lho?

Begitu juga latihan Taichi, kalau emang sulit mengingat ya dilakukan saja, ikuti instruktur sebisa mungkin berulang-ulang. Insya allah nanti juga badan kita paham, dan akan tau sendiri bagaimana musti bergerak.

Kami ada pengalaman, seorang Bapak penderita Parkinsons berlatih kurang lebih 2 tahun lebih. Dia memiliki masalah short-memory loss. Dia hanya mampu mengingat dalam waktu pendek. Di kelas dia hapal beberapa kali ulang, nanti di rumah dia lupa. Minggu depan datang ke kelas dia ulang lagi.

Sekitar satu tahun lebih saya sengaja membiarkan dia berlatih sendiri dan bergerak. Lalu saya tertegun, saya bilang, “Bapak bisa gerakan jurusnya sampai habis dengan benar lho?! Padahal Bapak mengeluh punya ingatan jangka pendek saja”. Lalu dia terkejut dan tertawa. Saya bilang, “Itu badan Bapak merekam gerakan yang kita ulang-ulang terus. Memang walau lebih lambat dari memory ingatan tapi itu akan lebih lama tertanam”

Begitu juga Nainai, dia orang yang have fun kemana pun bersama anak-anak dan cucu-cucunya. Walaupun beliau tertimpa musibah yang cukup “berat” dalam satu tahun sebelumnya. Dia mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang dia suka. Dia bilang ke saya, “Sefu, semuanya ada dipikiran kamu!”

Keluarga Baru

Nainai sangat rajin belajar Taichi, walau dengan keterbatasan usia dan kemampuan mengingat. Namun dia pantang menyerah. Bagi beliau PEAS adalah keluarga barunya. Sama seperti saudara-saudara, Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah tahunan berlatih bersama. Bagi kami PEAS adalah keluarga.

Suasana kekeluargaan dan penuh keakraban yang membuat kami solid dan kompak, saling mendukung satu sama lain.

Bahkan dia bikin selamatan kecil bersama Saudara-saudara saya di PEAS sebelum saya pergi ke Tiongkok yang lalu 😊

Di Perguruan Energi Alam Semesta, “yes, we are not brother in blood, but brother in soul”

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichijkt #taichiplm

Di PEAS Semua bisa Berprestasi

Dalam beladiri biasanya “prestasi” diidentikan dengan anak-anak atau kaum remaja. Tapi tidak dengan di PEAS. Di perguruan kami baik tua-muda, ibu-ibu, eneng-eneng, jejaka, bapak-bapak siapapun bisa berprestasi dengan porsinya masing-masing. Beberapa bulan sebelum event pertandingan push-hands yang lalu kami membentuk tim Taolu, yang terdiri dari Tim Kungfu Baji dan Tim Taichi di Jakarta dulu saat ini. Ke depan akan kami kembangkan ke cabang-cabang lain, agar semua dapat menikmati suasana pertandingan dan adrenalin mengejar prestasi.

 

Latar Belakang

Jika buat anak-anak atau remaja, prestasi biasanya selain untuk meningkatkan rasa percaya diri, dapat juga membuat kebanggaan tersendiri bagi orang tua dan keluarga mereka. Begitu pun bagi Bapak-bapak dan Ibu-ibu, tentunya mereka akan sulit jika bersaing dengan para pemuda/pemudi bersaing jika harus pukul-pukulan, dorong-dorongan atau banting-bantingan. Terlalu besar resikonya.

Sejak beberapa bulan lalu, kami menetapkan pembentukan Tim Taolu / peragaan jurus baik Taichi maupun Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Sesuai rencana, Tim ini akan memulai perform di acara push-hands beberapa hari yang lalu. Dan kedepannya mereka akan mengisi acara-acara perhelatan beladiri lain.

Tim taolu ini bermaksud agar dapat memfasilitasi keinginan unjuk prestasi bagi Bapak-bapak, Ibu-ibu tidak terkecuali yang muda-muda juga untuk tampil dengan resiko yang minim. Tentunya merupakan kebanggaan bagi anggota keluarga menyaksikan Ibu / Bapak / Anak mereka tampil penuh percaya diri, apalagi dapat meraih prestasi tertentu.

 

Manfaat bertanding

Tidak jauh berbeda dengan manfaat berlatih beladiri itu sendiri, khususnya Taichi dari sisi kesehatan. Hanya saja manfaatnya menjadi lebih optimal dikarenakan individu yang bersangkutan merasakan faedahnya secara optimal. Karena tentunya target mengejar prestasi akan diikuti dengan kesungguhan berlatih daripada sekedar ikut-ikutan saja.

Percaya Diri

Untuk tampil di depan publik memiliki rasa percaya diri ekstra dan keberanian ekstra. Dengan tampil di depan publik maka kita akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya, berlatih dengan benar dan tekun. Menyimak pelajaran dan arahan di kelas. Mengulang-ulang di rumah bahkan. Mungkin saya audience tidak kenal dengan kita, namun ada sanak-keluarga kita menonton yang ingin merasakan bangga terhadap penampilan kita

Manfaat yang optimal

Berbeda dengan sekedar mengikuti gerakan di kelas. Biasanya tim performer mempersiapkan diri lebih matang, mereka berlatih bersungguh-sungguh di dalam kelas. Bahkan di luar kelas mereka tetap berlatih. Memperhatikan tiap detil gerakan agar kompak dan terlihat bagus. Hal ini tentunya membuat faedah gerakan menjadi lebih optimal karena hal-hal detil dilatih dengan lebih baik

Memiliki Orientasi

Kalau hanya sekedar ikut-ikutan latihan di kelas biasanya hanya sekedar ikut. Dirasa-rasa masalah kesehatannya hilang ya sudah. Kadang sekedar gerak-gerak biar ada olahraga (senam). Tapi berbeda dengan pertandingan, seseorang mempunyai target harus sampai dimana, harus seperti apa standarnya. Karena dalam pertandingan memiliki standar penilaian yang harus dicapai. Bahkan hanya untuk tampil peragaan pun harus kelihatan bagus dan kompak

Mencegah Demensia

Biasanya di atas 50 orang sudah mulai agak khawatir terserang demensia, apalagi terpikir mendekati pensiun. Namun dengan latihan Taichi bersama, otak akan dipaksa bekerja, mengingat, membuat simpul-simpul baru setiap kali belajar. Melatih utnuk mengingat, menghapal dan akhirnya menguasai. Jadi tidak ada kata “berhenti belajar”

Sosialisasi

Berlatih untuk tampil atau bahkan pertandingan. Ibarat anak-anak sekolah jaman dulu belajar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), berkelompok, berdiskusi, saling koreksi. Hal demikian membantu kemampuan kita bersosialisasi, kebersamaan, kekompakan satu sama lain. Karena kita sadar bahwa kemajuan tim adalah kemajuan bersama, satu tidak bagus tim tidak terlihat bagus. Hal ini menimbulkan empati antar sesama anggota dan memupuk rasa persaudaraan yang kuat dan ikatan batin.

Tim kami akan terus bertambah dan berkembang ke depannya. Dan akan terus mengisi event-event beladiri dimana pun kami bisa berkarya dan mengukir prestasi.

JIA YOU PEAS!!

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichijkt #taichiplm

Prestasi

Sejak awal berdirinya PEAS telah banyak prestasi yang diukir. Baik dalam bidang Push Hands ataupun ketangkasan jurus baik Taichi atau pun Kungfu Baji. Ke depannya kami akan senantiasa terus berkarya, bersinergi dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang memajukan beladiri nasional khususnya Kungfu dan Taichi.

Diantara prestasi yang pernah diraih adalah sebagai berikut:

2014

Meraih 1 medali perak, 5 medali perunggu dalam Open Tournament Push-hands ATNI. Saat itu persiapan hanya dua bulan, dan dengan materi pelajaran push-hands ala kadarnya. Untuk pertama kalinya sejak berdiri PEAS mengikuti Turnamen terbuka

Medali Perak Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perak Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perunggu Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perunggu Turnamen Push Hands ASTI Jaya

2015

Pada tahun ini sepi dengan event Turnamen. Sehingga kami tidak mengikuti turnamen apapun. Namun demikian pada Tahun ini PEAS diberikan kesempatan muncul ke beberapa event di antaranya Talkshow bersama IDI “Taichi dan Osteoarthritis”, Narasumber hari kesehatan sedunia di D’Terong Show Indosiar, Narasumber Metrotv B-health

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151103221105-255-89288/olahraga-pencegah-nyeri-sendi-berbahaya

2016

Tahun ini PEAS berkesempatan diliput MNCLife dalam acara Community

Meraih medali 2 perak dan 2 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya

2017

Meraih medali 1 emas push hands dan 1 perak Taolu di Turnament Asosiasi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI). Ini adalah pertama kalinya PEAS mengikuti pertandingan Taolu dengan membawa Kungfu Baji, sekaligus memperkenalnya ke publik.

Medali EmasTurnamen Push Hands AKTI
Medali Perak Turnamen Push Hands AKTI
Medali Perak Turnamen Push Hands AKTI

Meraih medali 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya. Ini pertama kalinya PEAS memenangkan medali emas putri di ajang ini.

2018

Meraih medali 1 emas di nomor Sparring dan juara harapan di Push Hands di Turnamen Federasi Kungfu Indonesia (FKFI). PEAS Juga berturut serta menjadi bagia panitia penjurian dan Wasit pada nomor Taolu dan Push Hands.

PEAS Pada tahun ini mendapat kesempatan diliput oleh TransTV dalam acara Mamaku Hits bersama Mbak Iis Dahlia

Meraih medali 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya. Ini pertama kalinya PEAS memenangkan medali emas putra di ajang ini.

 

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi

Candranaya Push Hands Tournament 2018

Pada hari minggu lalu, 18 November 2018 telah dilakukan turnamen Push hands.  Beberapa saudara kami di PEAS menjadi Juara Push hands Tuishou di Jakarta pada kesempatan ini. Banyak wajah baru yang muncul, namun ada juga beberapa pemain lama.

Permainan berlangsung seru. Untuk anda yang belum mengetahui apa itu push-hands sport dapat dilihat di sini. Permainan kali ini berlangsung relatif cepat di tempat yang biasa kami gunakan di WTC Mangga Dua. Dari penyelenggara adalah sahabat-sahabat kami dari Taiji Candranaya pimpinan Laoshi Ayong.

Kali ini juga PEAS menyumbangkan pertunjukan grup Jurus meliputi Chen Style Taiji Jian (Pedang), Chen Style Taiji Quan Erlu (Pao Chui / Seri 2), Baji Duida (Sparring Form), dan Baji qiang (tombak)

Dokumentasi Video

Beberapa clip yang menayangkan suasana pertandingan dan jalannya pertandingan event tersebut dari Tim kami. Beberapa pertandingan sempat tidak terliput.

  1. Babak Penyisihan
    • Fixed Step

    • Moving Step
  2. Babak Semifinal
    • Fixed Step
    • Moving Step
  3. Babak Final
    • Fixed Step

 

Perolehan Medali

Dalam kesempatan ini, dikarenakan keterbatas waktu PEAS hanya mengirimkan 5 peserta dikarenakan kesibukan masing-masing personil. Dan mayoritas yang turun adalah pemain baru, wajah baru. Namun demikian hal itu tidak membuat mereka minder lantas bermain setengah hati. Dalam kesempatan ini PEAS memperoleh

  • 1 Medali Emas
  • 2 Medali Perak

  • 1 Medali Perunggu

Hal ini tentunya membuat saudara-saudara kami termotivasi untuk terus berlatih dengan tekun. Mencetak prestasi dan berusaha menjadi lebih baik. Begitu pun harapan kami para juara dapat mempertahankan bahkan meningkatkan lagi prestasi mereka di kancah pertandingan apapun yang kami ikuti.

Di PEAS mengukir prestasi tidak harus sparring, atau push-hands, prestasi bisa dicetak juga dengan taolu / pertandingan jurus, atau berpartisipasi pada organisasi beladiri atau kepanitiaan event tertentu. Jadi siapa pun, tua maupun muda dapat berprestasi dengan porsinya masing-masing.

Selamat bagi para juara!
Semangat bagi yang belum berkesempatan naik ke atas podium!

JIA YOU!!!

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi

Tips memulai latihan Taichi untuk pemula

Quote Harvard Assitant Professor

 

Terkadang kita bingung, bagaimana memulai latihan Taichi, harus kemana? Dengan siapa harus berkonsultasi. Kelas Taichi di Jakarta Kelapa Gading yang kami bina menerapkan dan menanamkan beberapa hal bagi para pesertanya. Berikut adalah tips-tips untuk membantu anda memulai latihan Taichi:

Jangan bingung / frustasi dengan bahasa

Terkadang denger istilah mandarin aja udah jiper duluan, ngomongnya aja ga bisa gimana ngerjainnya. Ga jarang sebenarnya hal-hal simple yang tanpa kita sadari dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Adalah tantangan bagi pelatih dan peserta didik, untuk memahami “arti sesungguh”-nya dalam satu istilah, daripada menghapalnya dalam bahasa mandarin atau bahasa lainnya. Memahami prinsip dan filosofinya. Kalau ga ngerti, jangan malu bertanya pada pelatih.

 

Periksa ke dokter

Jangan ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter, minta saran dokter. Sebelum berlatih dan sesudah berlatih. Untuk mengetahui adanya perubahan perbaikan setelah berlatih Taichi dan mengetahui kondisi badan kita sebelum mengikuti latihan.

 

Observasi dan mengamati kelas dan latihan sebelum memilih bergabung

Untuk mengetahui bagaimana metode pengajaran, dan latihannya cocok dengan kondisi kita. Tidak ada salahnya melihat-lihat dulu sebelum memastikan kita bergabung. Cari tahu dari para peserta, dengar testimoni mereka, kalau perlu keluhan mereka. Kalau ada Trial ga ada salahnya diikuti untuk mengetahui sejauh apa latihan ini cocok atau tidak dan bisa kita ikuti atau tidak. Contohnya seperti testimoni di Perguruan Energi Alam Semesta ini

 

Untuk yang tidak suka keramaian

Anda bisa memanggil guru Taichi private seperti Perguruan Energi Alam Semesta ada program seperti itu. Tentu biayanya jauh berbeda dengan latihan bersama dengan berbagai pertimbangan yang ada. Tidak direkomendasikan mengikuti video atau buku. Kenapa? Karena kesalahan gerakan bukan tidak mungkin menimbulkan cidera yang ringan bahkan sampai serius.

 

Berkonsultasi pada Pelatih

Tidak ada standar atau lisensi resmi bagaimana taichi di ajarkan. Jadi anda hanya dapat bersandar pada rekomendasi teman, klinik, dan tentu pertimbangan sendiri. Anda bisa berbicara kepada pelatih Taichi yang dapat mengakomodir kebutuhan anda, apakah kesehatan, fitness, atau bahkan kebutuhan beladiri.

 

Berpakaian yang nyaman

Taichi membutuhkan relaksasi, pakaian yang terlalu ketat akan menganggu kordinasi gerak yang optimal pada akhirnya menjadi kurang nyaman. Pakailah pakaian yang longgar dan nyaman, membuat anda nyaman bergerak ke kiri-kanan, depan-belakang, atas-bawah dan seterusnya dengan bahan yang luwes dan jatuh. Agar mengurangi tahanan dan ketegangan juga. Gunakan sepatu, jangan telanjang kaki. Sepatu yang tidak licin dan membantu menjaga keseimbangan. Sol sepatu yang tipis, yang membantu anda merasakan koneksi dengan lantai / tanah.

 

Ukur Progress anda

Jika awalnya anda latihan untuk kesehatan. Ukur perbaikan yang terjadi jika anda merasa lebih baik. Bisa melakukan pemeriksaan rutin ke dokter juga. Kalau untuk beladiri anda berkonsultasi kepada pelatih. Saat anda merasakan kemajuan yang berarti, saat itu anda akan menikmati perubahan positif kepada diri anda secara fisik maupun psikologis

www.perguruanenergialamsemesta.com

UNTUK PENDAFTARAN HUBUNGI 
k̲l̲i̲k̲ ̲d̲i̲ ̲s̲i̲n̲i̲ https://bit.ly/2Am4TyI
atau Whatsapp / Telpon / SMS : 0815-9396-122

 TEMPAT TERBATAS, HUBUNGI SEKARANG JUGA 

Silahkan Share, siapa tau ada kerabat yang membutuhkan! Sharing is Caring!

#TaiJiQuan #TaiChi #Qigong #TaiChiChuan #Taichiquan #peasindonesia #harikesehatan #harikesehatannasional #harikesehatanmentalsedunia #harikesehatanmental #jakartacity #palembangterkini #palembanginfo #palembanginsta #ostheoartritis #osteoporosis #Ostheoartritis #Lutut #bengkak #artiritis #sakitlutut #nyerilutut ##pengobatanostheoartritis #penyembuhanostheoartritis #penyebabostheoartritis #pencegahanosteoartritis #terapiosteoporosis #lowbackpain #lowback

Apa kata mereka tentang PEAS?

Perguruan Beladiri adalah hal yang kompleks, begitupun di kelas Taichi di Jakarta dan Kungfu Baji yang kami miliki. Di PEAS kami hanya mengajarkan Taichi dan Kungfu Baji. dimana berisi banyak orang dengan berbagai macam tujuan dan harapan yang didapat dari latihan di Perguruan Tersebut.

 

Faktor Utama Memilih Beladiri

Namun secara garis besar, ada beberapa faktor utama yang menentukan mereka memilih berlatih beladiri:

  1. Beladiri
  2. Kesehatan
  3. Ketenangan
  4. Percaya diri

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan

Suatu sekolah beladiri berkembang ditentukan oleh beberapa faktor:

  1. Prestasi
  2. Lingkungan yang kondusif
  3. Sistem pengajaran

Kami Perguruan Energi Alam Semesta, melakukan semua pendekatan tersebut, dimana setiap orang diperlakukan khusus, karena setiap orang adalah UNIK. Beladiri, pada akhirnya sebagai pertahanan diri, kemampuan kita untuk bertahan dalam suatu situasi mendesak yang mengancam keselamatan.

Namun PEAS membuka semua pintu, agar setiap orang bisa masuk ke dalam beladiri melalui pintu mana yang mereka ingin masuki.

PEAS HANYA mengajarkan 2 sistem beladiri, Kungfu Baji dan Taichi. Pengajaran dilakukan terstruktur, sistematis, detil, namun mudah dipahami. Disupport dukungan media-media untuk membantu setiap anggotanya mengulang pelajaran di kelas.

Jadi kalau bisa belajar dengan mudah dan nyaman, kenapa harus dipersulit? Bukan kah setiap orang berhak mendapatkan manfaat Taichi untuk kebaikan hidup mereka dan kesehatan mereka? Dengan sendirinya mereka yang akan belajar lebih dalam akan mengikuti materi yang lebih detil dan kompleks.

Kami mendorong setiap individu untuk fokus pada tujuan mengapa mereka mempelajari beladiri di tempat kami, agar mereka mendapat manfaat yang mereka inginkan dari berlatih dengan pilihan tersebut.

Hubungi kami

Telp / WA : 0815 9396 122
www.perguruanenergialamsemesta.com
www.indonesiabajitaichi.com
FB / IG / Twitter : peasindonesia

Jakarta – Palembang – Medan

#healthy #relax #health #jakarta #healthylifestyle #relaxing #healthylife #balance #relaxation #martialarts #healthandwellness #kungfu #selfdefense #jakartaselatan #sparring #jakartabarat #jakartapusat #jakartatimur #taichi #jakartautara #lowbackpain #taichichuan #balancetraining #martialartstraining #selfdefensetraining #kungfuschool #kungfuwushu #taichiquan

Kompetisi Push-hands (Tuishou)

Latar Belakang

Push-hands (Tuishou) sebenernya terminologi yang diambil dari salah satu set latihan dalam beladiri #taichi, untuk latihan drill berpasangan, melatih rasa dan #balance. Namun belakangan dikembangkan menjadi suatu permainan, bukan hanya di kalangan peminat dan praktisi Taichi, tapi lintas aliran dan #beladiri. Push-hands jenis ini kami sebut Push-hands sport.

Kalau inget cerita-cerita jaman dulu, pendekar ketemu pendekar mau duel. Ditawarkan dua pilihan, Tempelan atau duel bebas. Tempelan mirip dengan push-hands namun lebih sederhana dan tidak sebahaya tempelan jaman dunia persilatan.

Bahkan ibaratnya anda praktisi catur, billiard bahkan pemain congklak atau halma sekali pun boleh ikut selama mengikuti aturan mainnya hahaha 😀

Aturannya secara umum sederhana:
1. Tidak boleh ada benturan / memukul / menendang
2. Tidak boleh ada patahan, colokan, cekikan
3. Daerah serang pinggang ke atas, leher ke bawah (leher tidak boleh)
4. Hanya dorongan dan tarikan dengan segala macam varian dan teknik

Karenanya, permainan ini relatif aman, dengan segala kelengkapan safety yang semakin dikembangkan dan aturan yang dikembangkan. Tua-muda semua bisa berpartisipasi. Inti dari permainan ini ….

“Menjaga keseimbangan dan menghilangkan keseimbangan lawan”

Sebagian praktisi sparring merasa terbantu dengan permainan ini, untuk menjaga stabilitas saat bertarung. Bahkan beberapa orang menyebut push-hands sebagai “Sparring level terendah, di bawah light-sparring”.

Perlu ditekankan sekali lagi bahwa ini hanya sekedar permainan, buat orang yang #gagalpaham menganggapnya sebagai pengganti #sparring. Sparring pun adalah #permainan karena konyol kalau menganggapnya setara dengan #streetfight sesuatu yg dibatasi aturan ya permainan. Street fight atau real fight, ga ada aturan yg penting menang, yg penting selamat, yang penting ga mati.

Adapun push-hands mulai diperkenalkan secara nasional bahkan internasional. Dengan peraturan berbeda-beda yang belum standar.

Di Indonesia sendiri masih belum baku, bahkan di komunitas Indo-pushhands sendiri memodifikasi aturan standar pertandingan yang sering di pakai di Indonesia.

Kompetisi push-hands pun terbagi dua secara garis besar, yang akan dijelaskan pada point-point berikut ini.

Aturan secara umum

Waktu Pertandingan

  • 3 babak, dengan sistem best of 3, bila pemain menang 2 babak maka tidak perlu dilanjutkan
    ke babak ke 3
  • Untuk Dingbu/Fix Step :1 babak 45 detik bersih, istirahat antar babak 1 menit
  • Untuk Huobu /Moving Step: 1 babak 1.5 menit bersih, istirahat antar babak 1 menit

Teknik Pertandingan

Dalam mengeksekusi teknik yang digunakan dalam pertandingan antar kedua pemain harus
tersambung,mengikuti, dan menempel (zhan, nian, lian, sui), teknik dengan benturan keras tidak
diperbolehkan. Kuncian sendi kecil (jari,pergelangan tangan) tidak diperbolehkan. Menjatuhkan
dengan menghilangkan keseimbangan lawan. Dilarang keras dengan sengaja berniat mencederai lawan.

Aba-aba wasit pertandingan

  • Yubei (Get Ready)
    Peserta bersiap-siap pada posisi bertanding
  • Kaishi (Start)
    Peserta mulai bertanding
  • Ting (Stop)
    Peserta berhenti bertanding
  • Pingshou (No Point/Draw)
    Tidak mendapat point
  • i Fen (1 point)
    Peserta mendapat 1 point
  • Liang Fen (2 point)
    Peserta mendapat 2 point
  • San Fen (3 point)
    Peserta mendapat 3 point


I. FIX STEP / TINGPU ( DIAM / DI TEMPAT )

a. Lapangan

b. Aturan

  • Satu kaki lawan terangkat atau keluar dari batas maka mendapatkan 1 point
  • Lawan terjatuh maka mendapatkan 2 point
  • Lawan terjatuh/keluar garis lingkar lapangan maka mendapat 3 point
  • Kedua kaki lawan terangkat bersamaan maka mendapat 2 point
  • Kedua pemain sama-sama keluar atau jatuh, maka tidak ada point
  • Dalam 1 babak pemain unggul 10 poin atau lebih, maka babak tersebut langsung dimenangkan oleh pemain tersebut

c. Contoh partai

 

II. MOVING STEP / HUOPU ( BERGERAK )

a. Lapangan

b. Aturan

  • Saat Lawan terkena serangan dan bergerak 2 langkah atau lebih, memperoleh 1 point
  • Jika Lawan keluar dari lingkaran pertandingan maka mendapat 1 point
  • Lawan terjatuh maka mendapat 2 point
  • Kedua pemain sama-sama keluar, jatuh, atau melangkah lebih dari 2 langkah, maka tidak
    ada point
  • Dalam 1 babak pemain unggul 6 poin

c. Contoh partai

Perkembangan

Saat ini push-hands kompetisi maupun komunitas #indopush diikuti banyak peserta dari beragam beladiri, taichi, kungfu, wingchun, judo, mixedmartialarts (mma), #bjj, sumo juga pernah, silat terutama yang mengandalkan #rasa seperti gerak-saka, maenpo cikalong, dll selama permainannya bisa dimodifikasi sesuai aturan yang berlaku, semua bisa bermain.

Terlebih dari sekedar permainan, push-hands bisa menjadi ajang menguji diri selain sparring, menerapkan pelajaran yang telah kita pelajari dalam segala hal dan aspek dg cara yang lebih aman dan friendly.

Gimana, seru khan?
Nunggu apalagi? Ayo gabung kami di komunitas Indopush di…. Kami mengadakan gathering secara berkala, silahkan simak pengumuman kegiatan kami dalam waktu terdekat di Fans Page Facebook kami.

Jangan lupa ya, sebentar lagi akan diadakan hajatan akbar push-hands yang diselenggarakan sahabat-sahabat kami di Klub Taichi #candranaya tanggal 28 November 2018 mendatang!

Buruan daftar di sini atau lihat infonya di sini!
Rasakan atmosfir ketegangan dan keasyikan di ajang ini…. RUGI GA NYOBA!

#pushhands #tuishou #taichi #taiji #taijiquan #osteoarthritis #lowbackpain #healthyness #meditation #kungfu #martialarts #indonesia #jakarta #palembang #balance #sensitivity #relax #relaxation #sakitpinggang #sakitlutut #pernapasan #peasindonesia #bajiquan #selfdefense #baji #gongfu #kungfu #chinesemartialarts #cma #traditionalmartialarts #fighting #combat #hakkyokukken #kenji #manga #akirayuki #virtualfighter #thegrandmaster #delapanmataangin #eightextreme