Rahasia Sehat, Panjang Umur Tanpa Pantangan

Siapa Beliau

Kami memanggil beliau nainai (奶奶), nenek dalam bahasa mandarin. Sekarang di PEAS belajar Taichi hampir setahun lamanya. Beliau bisa banyak dialek mandarin termasuk mandarin, khek, hokkian dan entah berapa banyak lagi. Semangat latihan, kuat jalan kaki, dan masih sehat. Beliau agak kesulitan bahasa “Indonesia”, pilihannya ya yang saya sebut di atas.

Ya sudahlah saya ngomong pake mandarin, dan kelas agak-agak bilingual 😂😂 Karena Ngomong sama Nainai pake mandarin, Ai satunya ikut ngomong mandarin. Mandarin saya ancur, Alhamdulillah ada teman latihan ngobrol 🤗

Nainai suka banget belajar Taichi, kemana-mana ngomongin taichi kata cucunya. Kata cucunya sampe chat lintas daerah, propinsi, dan antar negara ngomongin Taichi 😅😅🤣

Nainai ini bisa “Zhan zhuang” selama 30 menit tanpa goyang, dan tanpa tangan pegal atau turun …. NAH KALIAN yang muda gimana?? 🤔

Usia beliau sekarang 85 tahun, kuat jalan jauh, naik tangga 17 lantai setiap hari, hiking udah jadi kegiatan favorit. Oh ya, dia hobby hiking katanya. Sekarang belajar Taichi jadi hobi barunya.

Rahasia Sehat dan Panjang Umur

Nainai, dia kasih tau kami resepnya. Katanya ga suka makan sayur, ga suka makan buah, ga ada pantangan makan dan sehat selalu.

Dia bilang kuncinya bukan di makanan, tapi di pikiran dan banyak “berdiri”. Dia bilang, setiap hari dia sejak kecil banyak jalan. Dan sejak muda membiasakan diri berjalan dan berdiri.

Beliau mebeberkan rahasianya, setiap hari dia melakukan tidak duduk sebelum jam 4 sore sejak bangun tidur pagi setiap harinya. Membersihkan sendiri rumah bahkan di usianya ini.Apapun aktifitas dilakukannya sambil berdiri sebelum jam 4 dia duduk sejenak dan berdiri lagi.

Saya berpikir kalau sudah tua nanti bisa seumur beliau sehat saja sudah syukur bagi saya, kenikmatan terbesar ga merepotkan anak cucu. Bisa urus diri sendiri, dan punya aktifitas rutin taichi 😊

Do’a saya, semoga Nainai panjang umur, sehat selalu, bahagia selalu. Amiin

Ohhh… dia kuat Zhan zhuang 30 menit tanpa brenti, satu kaki bisa 10-15 menit. Tanpa latar belakang pernah belajar beladiri apapun 🤣😂

MALU DEH yang muda-muda!

Semua Ada Di Pikiran Kita

Karena usia beliau yang sudah sangat senior, beliau memiliki keterbatasan gerakan dan menghapal gerakan. Namun itu gak membuatnya surut. Dia terus mengikuti gerakan dan merekam gerakan saya dengan video dan foto-foto untuk dia pelajari di rumah untuk belajar Taichi.

Untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah lanjut usia atau pun bermasalah dengan mengingat. Sebenarnya ga perlu khawatir. Karena tubuh kita memiliki yang namanya memory muscle yang akan merekam gerakan kita seperti apa.

Mau bukti?

Walau pun kita udah susah mengingat pelajaran baru. Tapi kita kan walau udah pelupa ga bakal lupa cara makan, atau cara berjalan khan? Padahal kita belajar makan dan berjalan saat masih balita lho?

Begitu juga latihan Taichi, kalau emang sulit mengingat ya dilakukan saja, ikuti instruktur sebisa mungkin berulang-ulang. Insya allah nanti juga badan kita paham, dan akan tau sendiri bagaimana musti bergerak.

Kami ada pengalaman, seorang Bapak penderita Parkinsons berlatih kurang lebih 2 tahun lebih. Dia memiliki masalah short-memory loss. Dia hanya mampu mengingat dalam waktu pendek. Di kelas dia hapal beberapa kali ulang, nanti di rumah dia lupa. Minggu depan datang ke kelas dia ulang lagi.

Sekitar satu tahun lebih saya sengaja membiarkan dia berlatih sendiri dan bergerak. Lalu saya tertegun, saya bilang, “Bapak bisa gerakan jurusnya sampai habis dengan benar lho?! Padahal Bapak mengeluh punya ingatan jangka pendek saja”. Lalu dia terkejut dan tertawa. Saya bilang, “Itu badan Bapak merekam gerakan yang kita ulang-ulang terus. Memang walau lebih lambat dari memory ingatan tapi itu akan lebih lama tertanam”

Begitu juga Nainai, dia orang yang have fun kemana pun bersama anak-anak dan cucu-cucunya. Walaupun beliau tertimpa musibah yang cukup “berat” dalam satu tahun sebelumnya. Dia mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang dia suka. Dia bilang ke saya, “Sefu, semuanya ada dipikiran kamu!”

Keluarga Baru

Nainai sangat rajin belajar Taichi, walau dengan keterbatasan usia dan kemampuan mengingat. Namun dia pantang menyerah. Bagi beliau PEAS adalah keluarga barunya. Sama seperti saudara-saudara, Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah tahunan berlatih bersama. Bagi kami PEAS adalah keluarga.

Suasana kekeluargaan dan penuh keakraban yang membuat kami solid dan kompak, saling mendukung satu sama lain.

Bahkan dia bikin selamatan kecil bersama Saudara-saudara saya di PEAS sebelum saya pergi ke Tiongkok yang lalu 😊

Di Perguruan Energi Alam Semesta, “yes, we are not brother in blood, but brother in soul”

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichijkt #taichiplm

Di PEAS Semua bisa Berprestasi

Dalam beladiri biasanya “prestasi” diidentikan dengan anak-anak atau kaum remaja. Tapi tidak dengan di PEAS. Di perguruan kami baik tua-muda, ibu-ibu, eneng-eneng, jejaka, bapak-bapak siapapun bisa berprestasi dengan porsinya masing-masing. Beberapa bulan sebelum event pertandingan push-hands yang lalu kami membentuk tim Taolu, yang terdiri dari Tim Kungfu Baji dan Tim Taichi di Jakarta dulu saat ini. Ke depan akan kami kembangkan ke cabang-cabang lain, agar semua dapat menikmati suasana pertandingan dan adrenalin mengejar prestasi.

 

Latar Belakang

Jika buat anak-anak atau remaja, prestasi biasanya selain untuk meningkatkan rasa percaya diri, dapat juga membuat kebanggaan tersendiri bagi orang tua dan keluarga mereka. Begitu pun bagi Bapak-bapak dan Ibu-ibu, tentunya mereka akan sulit jika bersaing dengan para pemuda/pemudi bersaing jika harus pukul-pukulan, dorong-dorongan atau banting-bantingan. Terlalu besar resikonya.

Sejak beberapa bulan lalu, kami menetapkan pembentukan Tim Taolu / peragaan jurus baik Taichi maupun Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Sesuai rencana, Tim ini akan memulai perform di acara push-hands beberapa hari yang lalu. Dan kedepannya mereka akan mengisi acara-acara perhelatan beladiri lain.

Tim taolu ini bermaksud agar dapat memfasilitasi keinginan unjuk prestasi bagi Bapak-bapak, Ibu-ibu tidak terkecuali yang muda-muda juga untuk tampil dengan resiko yang minim. Tentunya merupakan kebanggaan bagi anggota keluarga menyaksikan Ibu / Bapak / Anak mereka tampil penuh percaya diri, apalagi dapat meraih prestasi tertentu.

 

Manfaat bertanding

Tidak jauh berbeda dengan manfaat berlatih beladiri itu sendiri, khususnya Taichi dari sisi kesehatan. Hanya saja manfaatnya menjadi lebih optimal dikarenakan individu yang bersangkutan merasakan faedahnya secara optimal. Karena tentunya target mengejar prestasi akan diikuti dengan kesungguhan berlatih daripada sekedar ikut-ikutan saja.

Percaya Diri

Untuk tampil di depan publik memiliki rasa percaya diri ekstra dan keberanian ekstra. Dengan tampil di depan publik maka kita akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya, berlatih dengan benar dan tekun. Menyimak pelajaran dan arahan di kelas. Mengulang-ulang di rumah bahkan. Mungkin saya audience tidak kenal dengan kita, namun ada sanak-keluarga kita menonton yang ingin merasakan bangga terhadap penampilan kita

Manfaat yang optimal

Berbeda dengan sekedar mengikuti gerakan di kelas. Biasanya tim performer mempersiapkan diri lebih matang, mereka berlatih bersungguh-sungguh di dalam kelas. Bahkan di luar kelas mereka tetap berlatih. Memperhatikan tiap detil gerakan agar kompak dan terlihat bagus. Hal ini tentunya membuat faedah gerakan menjadi lebih optimal karena hal-hal detil dilatih dengan lebih baik

Memiliki Orientasi

Kalau hanya sekedar ikut-ikutan latihan di kelas biasanya hanya sekedar ikut. Dirasa-rasa masalah kesehatannya hilang ya sudah. Kadang sekedar gerak-gerak biar ada olahraga (senam). Tapi berbeda dengan pertandingan, seseorang mempunyai target harus sampai dimana, harus seperti apa standarnya. Karena dalam pertandingan memiliki standar penilaian yang harus dicapai. Bahkan hanya untuk tampil peragaan pun harus kelihatan bagus dan kompak

Mencegah Demensia

Biasanya di atas 50 orang sudah mulai agak khawatir terserang demensia, apalagi terpikir mendekati pensiun. Namun dengan latihan Taichi bersama, otak akan dipaksa bekerja, mengingat, membuat simpul-simpul baru setiap kali belajar. Melatih utnuk mengingat, menghapal dan akhirnya menguasai. Jadi tidak ada kata “berhenti belajar”

Sosialisasi

Berlatih untuk tampil atau bahkan pertandingan. Ibarat anak-anak sekolah jaman dulu belajar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), berkelompok, berdiskusi, saling koreksi. Hal demikian membantu kemampuan kita bersosialisasi, kebersamaan, kekompakan satu sama lain. Karena kita sadar bahwa kemajuan tim adalah kemajuan bersama, satu tidak bagus tim tidak terlihat bagus. Hal ini menimbulkan empati antar sesama anggota dan memupuk rasa persaudaraan yang kuat dan ikatan batin.

Tim kami akan terus bertambah dan berkembang ke depannya. Dan akan terus mengisi event-event beladiri dimana pun kami bisa berkarya dan mengukir prestasi.

JIA YOU PEAS!!

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichijkt #taichiplm

Prestasi

Sejak awal berdirinya PEAS telah banyak prestasi yang diukir. Baik dalam bidang Push Hands ataupun ketangkasan jurus baik Taichi atau pun Kungfu Baji. Ke depannya kami akan senantiasa terus berkarya, bersinergi dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang memajukan beladiri nasional khususnya Kungfu dan Taichi.

Diantara prestasi yang pernah diraih adalah sebagai berikut:

2014

Meraih 1 medali perak, 5 medali perunggu dalam Open Tournament Push-hands ATNI. Saat itu persiapan hanya dua bulan, dan dengan materi pelajaran push-hands ala kadarnya. Untuk pertama kalinya sejak berdiri PEAS mengikuti Turnamen terbuka

Medali Perak Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perak Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perunggu Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perunggu Turnamen Push Hands ASTI Jaya

2015

Pada tahun ini sepi dengan event Turnamen. Sehingga kami tidak mengikuti turnamen apapun. Namun demikian pada Tahun ini PEAS diberikan kesempatan muncul ke beberapa event di antaranya Talkshow bersama IDI “Taichi dan Osteoarthritis”, Narasumber hari kesehatan sedunia di D’Terong Show Indosiar, Narasumber Metrotv B-health

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151103221105-255-89288/olahraga-pencegah-nyeri-sendi-berbahaya

2016

Tahun ini PEAS berkesempatan diliput MNCLife dalam acara Community

Meraih medali 2 perak dan 2 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya

2017

Meraih medali 1 emas push hands dan 1 perak Taolu di Turnament Asosiasi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI). Ini adalah pertama kalinya PEAS mengikuti pertandingan Taolu dengan membawa Kungfu Baji, sekaligus memperkenalnya ke publik.

Medali EmasTurnamen Push Hands AKTI
Medali Perak Turnamen Push Hands AKTI
Medali Perak Turnamen Push Hands AKTI

Meraih medali 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya. Ini pertama kalinya PEAS memenangkan medali emas putri di ajang ini.

2018

Meraih medali 1 emas di nomor Sparring dan juara harapan di Push Hands di Turnamen Federasi Kungfu Indonesia (FKFI). PEAS Juga berturut serta menjadi bagia panitia penjurian dan Wasit pada nomor Taolu dan Push Hands.

PEAS Pada tahun ini mendapat kesempatan diliput oleh TransTV dalam acara Mamaku Hits bersama Mbak Iis Dahlia

Meraih medali 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya. Ini pertama kalinya PEAS memenangkan medali emas putra di ajang ini.

 

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi

Candranaya Push Hands Tournament 2018

Pada hari minggu lalu, 18 November 2018 telah dilakukan turnamen Push hands.  Beberapa saudara kami di PEAS menjadi Juara Push hands Tuishou di Jakarta pada kesempatan ini. Banyak wajah baru yang muncul, namun ada juga beberapa pemain lama.

Permainan berlangsung seru. Untuk anda yang belum mengetahui apa itu push-hands sport dapat dilihat di sini. Permainan kali ini berlangsung relatif cepat di tempat yang biasa kami gunakan di WTC Mangga Dua. Dari penyelenggara adalah sahabat-sahabat kami dari Taiji Candranaya pimpinan Laoshi Ayong.

Kali ini juga PEAS menyumbangkan pertunjukan grup Jurus meliputi Chen Style Taiji Jian (Pedang), Chen Style Taiji Quan Erlu (Pao Chui / Seri 2), Baji Duida (Sparring Form), dan Baji qiang (tombak)

Dokumentasi Video

Beberapa clip yang menayangkan suasana pertandingan dan jalannya pertandingan event tersebut dari Tim kami. Beberapa pertandingan sempat tidak terliput.

  1. Babak Penyisihan
    • Fixed Step

    • Moving Step
  2. Babak Semifinal
    • Fixed Step
    • Moving Step
  3. Babak Final
    • Fixed Step

 

Perolehan Medali

Dalam kesempatan ini, dikarenakan keterbatas waktu PEAS hanya mengirimkan 5 peserta dikarenakan kesibukan masing-masing personil. Dan mayoritas yang turun adalah pemain baru, wajah baru. Namun demikian hal itu tidak membuat mereka minder lantas bermain setengah hati. Dalam kesempatan ini PEAS memperoleh

  • 1 Medali Emas
  • 2 Medali Perak

  • 1 Medali Perunggu

Hal ini tentunya membuat saudara-saudara kami termotivasi untuk terus berlatih dengan tekun. Mencetak prestasi dan berusaha menjadi lebih baik. Begitu pun harapan kami para juara dapat mempertahankan bahkan meningkatkan lagi prestasi mereka di kancah pertandingan apapun yang kami ikuti.

Di PEAS mengukir prestasi tidak harus sparring, atau push-hands, prestasi bisa dicetak juga dengan taolu / pertandingan jurus, atau berpartisipasi pada organisasi beladiri atau kepanitiaan event tertentu. Jadi siapa pun, tua maupun muda dapat berprestasi dengan porsinya masing-masing.

Selamat bagi para juara!
Semangat bagi yang belum berkesempatan naik ke atas podium!

JIA YOU!!!

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi