Liputan Taichi dan Kungfu PEAS oleh detik.com

Pada kesempatan lalu #peasindonesia berkesempatan diliput oleh detik.com saat latihan taichi bersama.

Perguruan Energi Alam Semesta ini fokus pada bela diri taichi dan kung fu. Olahraga ini baik untuk tua dan muda yang mengalami gangguan pinggang dan lutut.

Latar Belakang

Komunitas atau Perguruan Energi Alam Semesta ini adalah perguruan yang fokus kepada dua seni bela diri, yakni taichi dan kung fu. Perguruan yang berdiri (go public) pada 23 November 2013 ini, sempat tidak diperuntukkan untuk umum di tahun 2003.

“Awalnya hanya untuk teman-teman sendiri untuk latihannya, lalu tahun 2013 atas saran dari guru saya, saya secara resmi membuka untuk umum biar lebih berkembang,” ungkap Martin Wong, selaku pemimpin Perguruan Energi Alam Semesta saat di temui di sela-sela latihan di Taman Jogging 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (17/11)

Manfaat Umum

Awal terbentuknya perguruan ini hanya berisi tiga orang, sebelum manjadi 50 orang hingga saat ini. Menurut Martin Wong, ternyata seni bela diri Taichi ini bagus untuk parkinson dan masalah persendian. “Biasanya kalau ada orang terkena gangguan pinggang dan lutut, dokter menganjurkan untuk mengikuti latihan taichi,” katanya.

“Awalnya saya tidak punya intens melatih untuk kesehatan, lalu saya coba dan ternyata bermanfaat bagi mereka,” tutur Martin. “Manfaat bagi saya mengikuti perguruan ini adalah yang pasti saya lebih rajin olahraga, dan buat tubuh saya lebih lentur,” ungkap Yuliana anggota dari perguruan ini.

Perkembangan

Perguruan ini sudah berkembang tidak hanya di Jakarta saja, Palembang, dan Medan.

Perguruan yang sudah memiliki berbagai prestasi ini, (terakhir meraih juara push hands taoulu dari turnamen Federasi Kungfu Indonesia) mempunyai harapan agar perguruannya bisa lebih berkembang dan lebih baik lagi.

 

Sumber : detik.com

#detik #detikcom #detikdotcom #detik #detiknews #detikinet #detiksport #detikhealth #taichi #taichichuan #taichijkt #taichijakarta #taichiforhealth #taiji #taijiquan #gongfu #kungfu #chikung #qigong #kung_fu #tai_chi #kesehatan #kesehatantubuh #kesehatanjantung #kesehatantulang #lutut #pinggang #belajartaichi #latihantaichi

Rahasia Sehat, Panjang Umur Tanpa Pantangan

Siapa Beliau

Kami memanggil beliau nainai (奶奶), nenek dalam bahasa mandarin. Sekarang di PEAS belajar Taichi hampir setahun lamanya. Beliau bisa banyak dialek mandarin termasuk mandarin, khek, hokkian dan entah berapa banyak lagi. Semangat latihan, kuat jalan kaki, dan masih sehat. Beliau agak kesulitan bahasa “Indonesia”, pilihannya ya yang saya sebut di atas.

Ya sudahlah saya ngomong pake mandarin, dan kelas agak-agak bilingual 😂😂 Karena Ngomong sama Nainai pake mandarin, Ai satunya ikut ngomong mandarin. Mandarin saya ancur, Alhamdulillah ada teman latihan ngobrol 🤗

Nainai suka banget belajar Taichi, kemana-mana ngomongin taichi kata cucunya. Kata cucunya sampe chat lintas daerah, propinsi, dan antar negara ngomongin Taichi 😅😅🤣

Nainai ini bisa “Zhan zhuang” selama 30 menit tanpa goyang, dan tanpa tangan pegal atau turun …. NAH KALIAN yang muda gimana?? 🤔

Usia beliau sekarang 85 tahun, kuat jalan jauh, naik tangga 17 lantai setiap hari, hiking udah jadi kegiatan favorit. Oh ya, dia hobby hiking katanya. Sekarang belajar Taichi jadi hobi barunya.

Rahasia Sehat dan Panjang Umur

Nainai, dia kasih tau kami resepnya. Katanya ga suka makan sayur, ga suka makan buah, ga ada pantangan makan dan sehat selalu.

Dia bilang kuncinya bukan di makanan, tapi di pikiran dan banyak “berdiri”. Dia bilang, setiap hari dia sejak kecil banyak jalan. Dan sejak muda membiasakan diri berjalan dan berdiri.

Beliau mebeberkan rahasianya, setiap hari dia melakukan tidak duduk sebelum jam 4 sore sejak bangun tidur pagi setiap harinya. Membersihkan sendiri rumah bahkan di usianya ini.Apapun aktifitas dilakukannya sambil berdiri sebelum jam 4 dia duduk sejenak dan berdiri lagi.

Saya berpikir kalau sudah tua nanti bisa seumur beliau sehat saja sudah syukur bagi saya, kenikmatan terbesar ga merepotkan anak cucu. Bisa urus diri sendiri, dan punya aktifitas rutin taichi 😊

Do’a saya, semoga Nainai panjang umur, sehat selalu, bahagia selalu. Amiin

Ohhh… dia kuat Zhan zhuang 30 menit tanpa brenti, satu kaki bisa 10-15 menit. Tanpa latar belakang pernah belajar beladiri apapun 🤣😂

MALU DEH yang muda-muda!

Semua Ada Di Pikiran Kita

Karena usia beliau yang sudah sangat senior, beliau memiliki keterbatasan gerakan dan menghapal gerakan. Namun itu gak membuatnya surut. Dia terus mengikuti gerakan dan merekam gerakan saya dengan video dan foto-foto untuk dia pelajari di rumah untuk belajar Taichi.

Untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah lanjut usia atau pun bermasalah dengan mengingat. Sebenarnya ga perlu khawatir. Karena tubuh kita memiliki yang namanya memory muscle yang akan merekam gerakan kita seperti apa.

Mau bukti?

Walau pun kita udah susah mengingat pelajaran baru. Tapi kita kan walau udah pelupa ga bakal lupa cara makan, atau cara berjalan khan? Padahal kita belajar makan dan berjalan saat masih balita lho?

Begitu juga latihan Taichi, kalau emang sulit mengingat ya dilakukan saja, ikuti instruktur sebisa mungkin berulang-ulang. Insya allah nanti juga badan kita paham, dan akan tau sendiri bagaimana musti bergerak.

Kami ada pengalaman, seorang Bapak penderita Parkinsons berlatih kurang lebih 2 tahun lebih. Dia memiliki masalah short-memory loss. Dia hanya mampu mengingat dalam waktu pendek. Di kelas dia hapal beberapa kali ulang, nanti di rumah dia lupa. Minggu depan datang ke kelas dia ulang lagi.

Sekitar satu tahun lebih saya sengaja membiarkan dia berlatih sendiri dan bergerak. Lalu saya tertegun, saya bilang, “Bapak bisa gerakan jurusnya sampai habis dengan benar lho?! Padahal Bapak mengeluh punya ingatan jangka pendek saja”. Lalu dia terkejut dan tertawa. Saya bilang, “Itu badan Bapak merekam gerakan yang kita ulang-ulang terus. Memang walau lebih lambat dari memory ingatan tapi itu akan lebih lama tertanam”

Begitu juga Nainai, dia orang yang have fun kemana pun bersama anak-anak dan cucu-cucunya. Walaupun beliau tertimpa musibah yang cukup “berat” dalam satu tahun sebelumnya. Dia mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang dia suka. Dia bilang ke saya, “Sefu, semuanya ada dipikiran kamu!”

Keluarga Baru

Nainai sangat rajin belajar Taichi, walau dengan keterbatasan usia dan kemampuan mengingat. Namun dia pantang menyerah. Bagi beliau PEAS adalah keluarga barunya. Sama seperti saudara-saudara, Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah tahunan berlatih bersama. Bagi kami PEAS adalah keluarga.

Suasana kekeluargaan dan penuh keakraban yang membuat kami solid dan kompak, saling mendukung satu sama lain.

Bahkan dia bikin selamatan kecil bersama Saudara-saudara saya di PEAS sebelum saya pergi ke Tiongkok yang lalu 😊

Di Perguruan Energi Alam Semesta, “yes, we are not brother in blood, but brother in soul”

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichijkt #taichiplm

Prestasi

Sejak awal berdirinya PEAS telah banyak prestasi yang diukir. Baik dalam bidang Push Hands ataupun ketangkasan jurus baik Taichi atau pun Kungfu Baji. Ke depannya kami akan senantiasa terus berkarya, bersinergi dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang memajukan beladiri nasional khususnya Kungfu dan Taichi.

Diantara prestasi yang pernah diraih adalah sebagai berikut:

2014

Meraih 1 medali perak, 5 medali perunggu dalam Open Tournament Push-hands ATNI. Saat itu persiapan hanya dua bulan, dan dengan materi pelajaran push-hands ala kadarnya. Untuk pertama kalinya sejak berdiri PEAS mengikuti Turnamen terbuka

Medali Perak Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perak Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perunggu Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perunggu Turnamen Push Hands ASTI Jaya

2015

Pada tahun ini sepi dengan event Turnamen. Sehingga kami tidak mengikuti turnamen apapun. Namun demikian pada Tahun ini PEAS diberikan kesempatan muncul ke beberapa event di antaranya Talkshow bersama IDI “Taichi dan Osteoarthritis”, Narasumber hari kesehatan sedunia di D’Terong Show Indosiar, Narasumber Metrotv B-health

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151103221105-255-89288/olahraga-pencegah-nyeri-sendi-berbahaya

2016

Tahun ini PEAS berkesempatan diliput MNCLife dalam acara Community

Meraih medali 2 perak dan 2 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya

2017

Meraih medali 1 emas push hands dan 1 perak Taolu di Turnament Asosiasi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI). Ini adalah pertama kalinya PEAS mengikuti pertandingan Taolu dengan membawa Kungfu Baji, sekaligus memperkenalnya ke publik.

Medali EmasTurnamen Push Hands AKTI
Medali Perak Turnamen Push Hands AKTI
Medali Perak Turnamen Push Hands AKTI

Meraih medali 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya. Ini pertama kalinya PEAS memenangkan medali emas putri di ajang ini.

2018

Meraih medali 1 emas di nomor Sparring dan juara harapan di Push Hands di Turnamen Federasi Kungfu Indonesia (FKFI). PEAS Juga berturut serta menjadi bagia panitia penjurian dan Wasit pada nomor Taolu dan Push Hands.

PEAS Pada tahun ini mendapat kesempatan diliput oleh TransTV dalam acara Mamaku Hits bersama Mbak Iis Dahlia

Meraih medali 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya. Ini pertama kalinya PEAS memenangkan medali emas putra di ajang ini.

 

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi

Candranaya Push Hands Tournament 2018

Pada hari minggu lalu, 18 November 2018 telah dilakukan turnamen Push hands.  Beberapa saudara kami di PEAS menjadi Juara Push hands Tuishou di Jakarta pada kesempatan ini. Banyak wajah baru yang muncul, namun ada juga beberapa pemain lama.

Permainan berlangsung seru. Untuk anda yang belum mengetahui apa itu push-hands sport dapat dilihat di sini. Permainan kali ini berlangsung relatif cepat di tempat yang biasa kami gunakan di WTC Mangga Dua. Dari penyelenggara adalah sahabat-sahabat kami dari Taiji Candranaya pimpinan Laoshi Ayong.

Kali ini juga PEAS menyumbangkan pertunjukan grup Jurus meliputi Chen Style Taiji Jian (Pedang), Chen Style Taiji Quan Erlu (Pao Chui / Seri 2), Baji Duida (Sparring Form), dan Baji qiang (tombak)

Dokumentasi Video

Beberapa clip yang menayangkan suasana pertandingan dan jalannya pertandingan event tersebut dari Tim kami. Beberapa pertandingan sempat tidak terliput.

  1. Babak Penyisihan
    • Fixed Step

    • Moving Step
  2. Babak Semifinal
    • Fixed Step
    • Moving Step
  3. Babak Final
    • Fixed Step

 

Perolehan Medali

Dalam kesempatan ini, dikarenakan keterbatas waktu PEAS hanya mengirimkan 5 peserta dikarenakan kesibukan masing-masing personil. Dan mayoritas yang turun adalah pemain baru, wajah baru. Namun demikian hal itu tidak membuat mereka minder lantas bermain setengah hati. Dalam kesempatan ini PEAS memperoleh

  • 1 Medali Emas
  • 2 Medali Perak

  • 1 Medali Perunggu

Hal ini tentunya membuat saudara-saudara kami termotivasi untuk terus berlatih dengan tekun. Mencetak prestasi dan berusaha menjadi lebih baik. Begitu pun harapan kami para juara dapat mempertahankan bahkan meningkatkan lagi prestasi mereka di kancah pertandingan apapun yang kami ikuti.

Di PEAS mengukir prestasi tidak harus sparring, atau push-hands, prestasi bisa dicetak juga dengan taolu / pertandingan jurus, atau berpartisipasi pada organisasi beladiri atau kepanitiaan event tertentu. Jadi siapa pun, tua maupun muda dapat berprestasi dengan porsinya masing-masing.

Selamat bagi para juara!
Semangat bagi yang belum berkesempatan naik ke atas podium!

JIA YOU!!!

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi