Workshop Baji Kungfu di Medan November 2018

Latar Belakang

Dalam rangka melanjutkan pengembangan Delapan Mata Angin Baji Kungfu di Medan PEAS mengadakan pelatihan dua hari penuh berisi materi Jin Gang Bashi bagi anggota baru dan Xiao Baji bagi anggota lama. Workshop Kungfu Baji untuk menevaluasi tahunan hasil latihan PEAS Cabang Medan sekaligus pembinaan anggota baru agar mampu membangun pemahaman yang benar mengenai dasar Kungfu Baji yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran tersebut dilaksanakan kegiatan Workshop Kungfu Baji Delapan Mata Angin di Medan yang keempat yang mengundang keterlibatan para anggota yang memiliki latar belakang medis, militer maupun umum. Latihan juga memberikan pembekalan materi push-hands kepada para anggota baru maupun lama sebagai dasar kemampuan beladiri.

 

Sebagian anggota PEAS Medan
Sebagian anggota PEAS Medan

 

Metode Pelatihan

 

Latihan Zhan zhuang
Latihan Zhan zhuang

Kegiatan pelatihan dua hari yang berlangsung pada pada tanggal 24-25 November 2018 di Balairung Universitas Sumatera Utara ini bertujuan menghasilkan pembekalan materi latihan dan kunci-kunci penguasaan Kungfu Baji Delapan Mata Angin baik ditingkat dasar maupun tingkatan menengah yang akan berkelanjutan kepada pertemuan selanjutnya.

Pelatihan dilakukan secara interaktif dengan metode :

Edutainment

Materi yang diajarkan disampaikan dengan bahasa yang mudah dan umum. Istilah-istilah rumit disederhanakan sehingga semua peserta bisa memahami dengan sangat mudah. Interaktif bisa saling tanya jawab dengan pemateri. Menggunakan analogi-analogi untuk memahami prinsip-prinsipnya.

Experiential Learning

Menjelaskan pentingnya "anchor mind"
Menjelaskan pentingnya “anchor mind”

Setelah paparan materi peserta bisa langsung mencoba. Dengan pengawasan instruktur, dikoreksi gerakan demi gerakan. Gerakan sulit dipecah sekecil mungkin hingga diupayakan setiap peserta bisa melakukan gerakan secara staging.

Self Discovery

Setelah dipandu peserta diberikan kesempatan mencoba pelajaran yang diberikan. Dari mulai gerakan dasar yang sesuai panduan, copy-cat dari instruktur. Kemudian diberi kasus perkasus untuk mencoba pelajaran dalam segala kondisi yang memungkinkan untuk melihat sejauh mana setiap peserta memahami materi.

Role Play & Simulation

Latihan aplikasi setelah paham jurusnya. Kemudian variasi permainan dan simulasi dalam kondisi perkelahian. Dalam konteks tingkat dasar pengenalan melalui ajang push-hands ringan melalui kompetisi mini. Diharapkan peserta bisa mengaplikasikan pelajaran hari ini dalam konteks permainan ini.

 

Permainan Push hands yang seru
Permainan Push hands yang seru

Kontinuitas

Hingga saat ini peserta tetap dimonitoring perkembangannya secara remote melalui media group online yang dikelola oleh para instruktur yang berkompeten. Memantau perkembangan, memberikan koreksi, saran dan masukan.

Tim Tuishou PEAS Medan
Tim Tuishou PEAS Medan

 

Bersama Sahabat-sahabat penggiat Push-hands
Bersama Sahabat-sahabat penggiat Push-hands

Pada ajang kompetisi push-hands terakhir sebelum artikel ini ditulis PEAS Medan berhasil menjadi juara pertama pada ajang turnamen push-hands lokal di kota Medan. Kami akan datang lagi dalam waktu dekat untuk pembinaan dan pengembangan ilmu Kungfu Baji di Medan. HORAS!

Chandra / Sakti juara 1
Chandra / Sakti juara 1

 

Hasbi Juara 2
Hasbi Juara 2

 

#kungfu #gongfu #wushu #kung_fu #wingchunkungfu #kungfufighting #kungfulife #kungfumaster #kungfuschool #kungfustyle #kungfushaolin #kungfufighter #kungfutraining #kungfusansoo #kungfuwushu #kungfuindonesia #kungfusanda #kungfuclass #kungfuwingchun #kungfujakarta #bajiquan #bajiquanindonesia #bajiquanjakarta #kungfujkt #peasindonesia

Diajak Terbang oleh Sang Naga

Beliau adalah Grandmaster Wei Jiuru dari Kungfu Baji Delapan Mata Angin aliran Zhang. Saya mengenalnya tahun lalu melalui shifu saya. Beliau adalah putra dari pendekar tersohor Kungfu Baji Delapan Mata Angin di Tianjin Wei Hongbin. Sungguh kehormatan saya dikunjungi dan bertemu beliau. Dari beliau saya mulai mempelajari senjata yang sebelumnya diajarkan Shixiong saya, kemudian Shiye. Waktu pertama bertemu Shifu bilang “Kamu panggil dia Shitaiye (Buyut guru)”.

 

Saya dan GM Wei Jiuru
Saya dan GM Wei Jiuru

Ketukan Pintu di Sore Hari

Sore ini saya pulang dari shopping keperluan sehari-hari. Tiba-tiba GM Wei kirim saya weixin / wechat akan datang ke hotel saya, nanya nomor kamar hotel. Saya ga enak karena beliau orang tua, dan senior, apalagi pejabat di per-bajian. Saya bilang saya yang akan ke rumah beliau.

Dia tanya hotel dan nomor kamar saya sekali lagi. akhirnya saya beritahu. Dia bilang saya tunggu aja di hotel, dia akan datang paling lambat nanti malam.

Ya sudah, saya main sama anak, backup dokumentasi-dokumentasi latihan untuk oleh-oleh di Indonesia. Kamar berantakan, anak main dan istri leyeh-leyeh.

Kira-kira jam 4 ada yg ketuk kamar saya keras. Saya ga baca wechat Shifu, saya intip dari lubang pintu ada muka orang tua dalam hati saya kaget tersentak “SHIFUUUU dan GM WEIJIURU!!!! BENERAN!!!”

Akhirnya saya buka pintu, salaman, dan sungkem pada GM Wei. Istri saya tanya “Shifu, kalo kemarin Master Wang kita panggil Shiye (Kakek guru), beliau kita panggil apa?”…. Kata Shifu “panggil dia Shi-tai-ye” (buyut guru).

Saya ga nyangka, di usianya yang ternyata 76 tahun beliau penuh semangat dan waktu saya tanya. “Shitaiye ada sakit apa?” dia bilang “ga ada penyakit”, saya bilang “sehat banget shitaiye ini!”

Mustika Naga

Pembukaan ngobrol basa-basi dan rencana ke depan tentang pelajaran, dan pertemuan makan bersama dan latihan sebelum saya pulang ke Indonesia. Dibantu Shifu saya, Shifu pamit mau pulang duluan karena mau mandi dia bilang “Istrinya bisa mandarin koq, bisa bantu terjemahin kalo dia ga ngerti”.

 

Dia nujukkin ke saya kalo dia stalking saya, dia tunjukin saya dia save video putra saya perform tombak di wechat / weixin. Dia ketawa ngelihatnya lalu ngelus kepala anak saya, saya tanya “Kamu mau belajar Kungfu ya?” dia bilang “Gak mau belajar kungfu” 😂🤣😅

Udah 2-3 orang paling ngak nyuruh anak saya mulai belajar Kungfu Baji hahaha

Lalu obrolan tentang Baji mulai dibuka, dia bilang “kamu belajar apa aja sama saya, tinggal bilang!” itu rasanya buat saya kayak mimpi jadi nyata. Kemudian dia ngomong cepat, istri saya bilang “Shiye bilang, jangan sampai pulang dari qin huang dao dengan tangan hampa….”

Dia tanya saya belajar baji sampai mana? Saya jawab, xiao baji, da baji, liu dakai, duida, da qiang ga jelas….tuishou, kita main tuishou, dan sekarang Shifu Kai ajarin Sanda Baji pake power generating baji. Beliau bilang besok mau liat pencapaian saya, lalu lanjut latihan sama dia di taman.

Tie Shan Zhang dan VIP Pertandingan Baji di Shantung

Beliau bilang, “Baji turun temurun kami jadi penjaga kaisar, jadi penjaga pimpinan pemerintahan. Selalu ada orang kami di sana”. Lalu beliau cerita Tie-Shan-Zhang (telapak bijih besi), banyak salah kaprah orang tentang latihan ini katanya, salah kaprah bagian yang di latih juga. Besok dia kasih liat.

Shitaiye terakhir kasih tau saya ada pertandingan di Shantung, khusus Baji. saya boleh datang kalau mau. Katanya saya spesial di dunia baji, boleh ajak orang. Shitaiye lanjut, “kamu boleh ikut saya, duduk dengan saya di VIP”…. ini saya kayak mau loncat aja dari lantai hotel rasanya. Galau, saya udah beli tiket pulang, takut gak terkejar. Pertandingan tanggal 30-an di shantung.

Saya terpaksa ga bisa ikut beliau, karena harus pulang. Karena ada kelas dan ada kerjaan istri menunggu di Indonesia. Saya berjanji tahun depan datang lagi dan belajar lagi dengan beliau di sini. Akhirnya Shitaiye pamit pulang, beliau foto bareng saya dan meminta kami (saya dan istri) foto berdua, dia ingin menyimpan foto kami berdua buat kenang-kenangan.

Lalu beliau turun dan pulang jalan kaki, dengan cepat dan penuh semangat setelah saya antar sampai pintu keluar hotel. Dia orang besar, terkenal, selebritis, orang dalam sejarah kungfu Baji. Tapi rendah hati, penuh semangat, dan sopan sekali. Saya beruntung bertemu beliau. saya beruntung bertemu guru-guru Shifu saya, dan beruntung menjadi murid Shifu saya.

GM Wei mengelus kepala anak saya, kagum dengan performance nya di video
GM Wei mengelus kepala anak saya, kagum dengan performance nya di video

 

Disidang para Tetua

GM Wei memberikan arahan mengenai Jin Gang Bashi
GM Wei memberikan arahan mengenai Jin Gang Bashi

Pagi hari pertama kali itu, saya, Shifu, dan anak-istri saya dijemput Shitaiye sendiri yang membawa mobilnya. Saya diajak ke tempat latihan beliau. Saya menyangka akan bertemu banyak orang, berlatih bersama, dan melihat macam-macam latihan di sana.

Murid GM Wei membantu mengkoreksi Xiao Baji saya
Murid GM Wei membantu mengkoreksi Xiao Baji saya

Ternyata saya salah duga. Saat saya datang saya melihat sekelompok orang tua yang ternyata adalah murid-murid senior Shitaiye Wei. Mereka memperkenalkan diri satu persatu dengan ramah dan bersahabat. Namun nama orang China bagi saya gak jelas hahaha…. kayak kumur-kumur kalo nyebutin nama hahaha

Evaluasi Jin Gang Bashi oleh para tetua
Evaluasi Jin Gang Bashi oleh para tetua

Lalu Shitaiye bilang, “我们要对你问题到问题” Kami akan memperbaiki kamu masalah demi masalah. Akhir dimulai dari Jin Gang Bashi sampai Da Baji perform. Perform, koreksi, lalu peragaan para tetua bergantian untuk menunjukkan “seharus”-nya bagaimana.

Shifu Kai menjelaskan aplikasi lain dari Pi Shan Zhang
Shifu Kai menjelaskan aplikasi lain dari Pi Shan Zhang

Tentu saja ini membuat saya dan Shifu saya kikuk. Alhasil semua tetua menghujani kritik hahaha. Namun hal yang menarik saat Shitaiye memberikan koreksi dan masukan, juga para tetua lain. Ini akan menjadi pengalaman dan pelajaran bermanfaat bagi saya dan perkembangan Kungfu Baji saya pribadi.

GM Wei menjelaskan beberapa hal terkait Jin Gang bashi
GM Wei menjelaskan beberapa hal terkait Jin Gang bashi

Mungkin anda berpikir menyenangkan ke China, bertemu dengan para tetua dan berlatih bersama mereka. Tentu saja hal ini membuat saya malu, dan merasa kerdil kepada kemampuan saya. Saat Shiye Feng yijie perform pun beliau kena kritik. Padahal beliau setiap hari ketemu dan puluhan tahun berlatih dengan Shitaiye.

Hei! Ini kan hakikatnya belajar? Kita latihan karena kita suka kungfu bukan untuk pamer-pameran atau bangga-banggaan lineage. Jadi bagi saya So What? saya tetap akan menjalani, karena ini bagian dari proses. Saya suka Kungfu dan ini memang yang harus saya jalani untuk menguasai apa yang saya suka kan?

Dewa Tombak Li Shuwen

GM Wei memberikan arahan permainan Tombak Kungfu Baji keluarga Zhang
GM Wei memberikan arahan permainan Tombak Kungfu Baji keluarga Zhang

Setelah dilakukan evaluasi. Kami memulai dengan koreksi latihan tombak Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Alhasil menurut beliau …uhuk! kurang memuaskan, lalu Shitaiye menjelaskan beberapa point penting. Kemudian beliau mengatakan pada saya “Jangan takut salah! Yang penting latihan terus!”

Memang kadang kita takut salah, terlalu banyak teori yang dipikirkan sehingga akhirnya kita malah ga latihan dan berhenti latihan. Seperti halnya saudara-saudara saya di PEAS saya juga tekankan hal demikian kepada mereka agar jangan takut salah, dan latihan sebisanya.

"<yoastmark

"<yoastmark

"<yoastmark

Karena saya agak pe’a, jadi GM Wei terpaksa harus turun tangan mengarahkan saya langsung. Menggerakkan badan saya agar gerakan benar. Saya yang baru tau bagaimana tombak baji sebenarnya melepuh juga tangannya hahaha 😀 tapi sekarang setelah puluhan kali bahkan ratusan kali latihan sudah terbiasa.

Namun demikian saya masih jauh dari sempurna, bahkan masih jauh dari dikatakan benar 🙂

 

Murid GM Wei membimbing saya melakukan La-Na-Zha Kungfu Baji
Murid GM Wei membimbing saya melakukan La-Na-Zha Kungfu Baji

Untuk beberapa saat saya dibiarkan latihan sendiri, menghayati ajaran beliau. Kemudian salah satu muridnya datang mengkoreksi dan menjelaskan lagi kepada saya hal yang kurang lebih serupa.

Jurus Tombak Kungfu Baji Keluarga Zhang

GM Wei Memperagakan Baji Liuhe Qiang
GM Wei Memperagakan Baji Liuhe Qiang

Kemudian GM Wei menyuruh saya mengikuti beliau. Beliau memperagakan rangkaian jurus tombak Kungfu Baji. Saya mengikutinya tapi agak kesulitan. Karena dasar-dasarnya pun belum menguasai. Namun demikian dia memperagakan dan disuruh mengikutinya.

Shiye Feng Yijie menjelaskan Permainan Qiang Shu Kungfu Baji
Shiye Feng Yijie menjelaskan Permainan Qiang Shu Kungfu Baji

Di tengah pelajaran itu Shiye Feng Yijie memberikan pengarahan. Membantu saya lebih ke arah dasar-dasarnya menjelaskan secara perlahan lagi, pemahaman dan permainan jurus dasar dengan lebih perlahan. Tentunya beliau juga memberikan contoh.

Shiye Feng Yijie mengarahkan Qiang Shu Kungfu Baji
Shiye Feng Yijie mengarahkan Qiang Shu Kungfu Baji

Sampai akhirnya pun Shiye Feng Yijie memandu saya langsung dengan gerakan seperti GM Wei…. hahaha 😀 gawat juga udah diajarin banyak tetua masih susah nangkap. Tapi jangan khawatir, saya akan menunjukkan kemajuan saat datang lagi, begitu janji saya dalam hati.

Kita adalah Satu Keluarga

Besoknya kamu berencana meninggalkan Qin Huang Dao, menuju Dingzhou untuk bertemu dengan para guru kami yang lain. Pada kesempatan itu Shitaiye Wei mengajak kami sekeluarga beserta Shifu untuk makan siang bersama. Hadir juga pada kesempatan itu Shitaini (buyut perempuan).

Pada kesempatan itu salah satu murid senior Shitaiye Wei menjelaskan kepada saya tentang penempaan tubuh dan sparring dalam Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Beliau menjelaskan sparring gak lepas dari penempaan di Kungfu Baji, penempaan organ tubuh (kebal) dan bagian tubuh yang digunakan untuk memukul.

Beliau bilang “pukul perut saya!” lalu saya memukul perutnya. Dia bilang “sekuat kamu! Yang keras!!”, Lalu shifu menyela pembicaraannya “Martin, Master bilang yang keras. Gunakan Pukulan terbaikmu!” saat itu saya hanya memikirkan “Cheng chui” saya pukul dengan jurus Cheng Chui terbaik yang saya bisa.

Shiye hanya tertawa tak bergeming. Lalu ia hanya menyentuh saya dengan pukulan ringan. Perut saya mules dan sakit sekali sesaat. Lalu sambil tertawa Shiye bilang, “Sparring, gak lepas dari penempaan”.

Lalu kami makan siang bersama dengan penuh kekeluargaan dan kehangatan. Shitaiye bilang, “setiap tahun kamu datang ke sini, saya pasti ajarin kamu. Jangan sampai kamu tinggalkan Qin Huang Dao tanpa mendapat apa-apa”

Keluarga besar Kungfu Baji Delapan Mata Angin aliran Zhang Qin Huang Dao
Keluarga besar Kungfu Baji Delapan Mata Angin aliran Zhang Qin Huang Dao

Shitaiye lalu bilang di penghujung acara, “我们都一家”, “kita semua satu keluarga, setiap ke sini jangan sungkan datang (mampir)”. Lalu Shitaiye memberi julukan ke anak saya “八极小朋友” (teman Baji kecil). Perpisahan penuh dengan kehangatan dan haru. Perlahan taxi kami menjauh, orang-orang tua itu masih melambaikan tangan pada kami dari kejauhan.

Dalam hati saya berkata, “Shitaiye, saya pasti akan kembali”. Sambil elus kepala anak saya berkata dalam hati, “Kita akan kembali, kamu tau menemui siapa di sini, kita ada keluarga di sini. Ada kakek, buyut dan Paman-Paman”

 

#delapan_mata_angin #delapanmataangin #bajiquan #kungfu #martialarts #selfdefense #baji #gongfu #chinesemartialarts #cma #traditionalmartialarts #fighting #combat #jakarta #indonesia #kungfujakarta #kungfujkt #kungfujkt #kungfuplm #peasindonesia #kenjigoh

Wei Sang Penjaga Gerbang Terakhir

Pada perjalanan belajar Kungfu Baji Delapan Mata Angin kali ini adalah hal paling berkesan, dikunjungi “Sang Naga”. Beliau Adalah Grandmaster Wei Jiuru, putra dari Wei Hongbin (atau Wei Hong en?) penerus Kungfu Baji aliran Zhang, yang biasa kami sebut “men” 门 artinya “pintu”.

Shiye Feng yijie, Shitaiye Wei Jiuru, dan Shifu Saya
Shiye Feng yijie, Shitaiye Wei Jiuru, dan Shifu Saya

Seorang “men” Penjaga Gerbang

GM Wei memiliki sangat banyak murid, dan hanya beberapa murid dalam. Kungfu Tiongkok diajarkan secara turun temurun, ga ada buku panduan resmi mengenai silabus, hanya kurikulum dan materi. Diajarkan turun temurun melalui kedekatan murid dan guru, seperti layaknya keluarga.

Kemungkinan distorsi pengajaran karena perbedaan pemahaman sangat besar. Murid dalam itu ibarat anak-anak dari istri resmi, sementara yang murid luar ini anak dari istri-istri simpanan…. mirip-mirip legenda para Godfather mafia lah …. BAPAK-BAPAK MANA TEPUK TANGANNYA??

Bagi Shifu saya, Shiye Wang, walaupun mereka belajar dari jalur yang resmi. Bahkan Wang Shiye adalah murid langsung dan jatuhnya lebih senior dari GM Wei Jiuru, terhadap GM Wei Hong Bin dan Wei Hong En. Namun tetap saja dia bukan “men” yang ditunjuk / penerus resmi. Status beliau, saya dan shifu saya sama “pernah belajar”…TITIK…. Dan saya harap rekan-rekan ga usah berlebihan menganggap saya penerus baji aliran Zhang atau penerus GM Wei Jiuru.

Gak usah berkhayal, orang Indonesia jadi penerus resmi aliran. Karena syarat penerus resmi sih orang Tiongkok ASLI atau tinggal di sana. Kalo saya ngaku-ngaku asli bisa malu-maluin guru saya, saudara-saudara saya, leluhur-leluhur saya malahan. Sama aja menghina mereka!

Shitaiye Wei Jiuru dan Saya
Shitaiye Wei Jiuru dan Saya

Perbedaan “Men” dan Praktisi Biasa

Penerus resmi itu bukan “ngaku-ngaku” tapi diakui, dia memegang “Quan Pu”, buku yang diwariskan dari generasi ke generasi, namanya ditulis di buku itu oleh pendahulunya. Dibawa sampai dia mati diwariskan lagi. Jadi kalo ga punya Quan pu jangan ngaku-ngaku lah!

Buat orang-orang seperti saya, shifu saya adalah bebas mengotak-atik system. Karena kami bukan penerus resmi. Kami cuman pernah belajar dan memetik apa yang pernah kami pelajari untuk bekal kami di jalan kami sendiri. Jangan heran orang-orang seperti kami lebih open dan beranggapan “perbedaan itu indah”, menambah khazanah.

Berbeda dengan penerus resmi yang sifatnya penjaga tradisi dan kelestarian suatu keilmuan. GM Wei Jiuru adalah penjaga aliran, penjaga dari tangan-tangan usil otak-atik gatuk system, menjaga kurikulum tetap lengkap, pengajaran tetap sesuai seperti pendahulunya.

Dan satu lagi, mereka itu PALING BENAR, dan ga ada dalam kamus mereka “Perbedaan itu INDAH”…. cuman ada “dengan saya atau tidak sama sekali!”

Kenapa begitu? Egois kah? Atau berpikiran sempit kah? Kami paham, GM Wei memiliki banyak sekali murid. Kami cuman segelintir dari banyak muridnya itu yang beruntung berkesempatan belajar dengan beliau. Terbayang gak betapa hancurnya system yang dibangun puluhan, ratusan tahun kalau dia menerima adanya perbedaan??

Seorang “men” adalah acuan, kalau kita mau lihat yang PALING BENAR lihat lah pada “men”-nya. Seperti apa dia bergerak, posenya, posisi dan lain-lain. Semua tidak ada yang bisa membantah seorang “men”. Karena dia menjadi acuan praktisi di seluruh dunia selama mengaku berlatih di bawah alirannya.

Walaupun dalam pengajaran terjadi perbedaan, cara pemahaman, dan berakibat terjadi distorsi pada pengajaran penerus selanjutnya. Jika men yang sekarang wafat, makan acuan utama selanjutnya adalah si penerus resmi berikutnya. Walau pun berbeda dengan pendahulunya, wajib untuk diikuti dan dijadikan acuan standar semua praktisi di bawah alirannya.

Latihan di taman dekat rumah GM Wei bersama para tetua
Latihan di taman dekat rumah GM Wei bersama para tetua

Seorang Wei (魏) yang Menjaga Pintu Zhang (张)

GM Zhang Jingxing
GM Zhang Jingxing

Pada masa pergolakan rezim di Tiongkok, revolusi kebudayaan adalah satu momok bagi para pesilat. Tidak terkecuali kungfu Baji Delapan Mata Angin, keluarga Zhang dibantai sebanyak 3 keturunan, sehingga Zhang Yuheng dan keluarganya turut ikut dibunuh rejim yg baru berkuasa. Namun demikian salah satu keluarga Zhang sempat melarikan diri, lalu diselamatkan keluarga Wei. Kami sulit menemukan potret GM Zhang yuheng, namun hanya dapat potret dari kakeknya GM Zhang Jingxing. Beliau diturunkan ilmu Kungfu Baji dari kakeknya.

Keluarga ini disembunyikan oleh keluarga Wei dan mereka mengajarkan kungfu Baji Delapan Mata Angin mereka kepada Wei Brothers. Sebagai imbalan Wei brothers membantu mereka bercocok tanam. Kelanjutannya ga jelas keluarga Zhang ini gimana. Hanya keluarga Wei yg tau gimana mereka. Intinya keluarga Zhang sendiri hilang dari peradaban, dan wewenang pengajaran dilanjutkan Wei brothers. Sehingga Wei brothers di tianjin lebih dikenal sebagai penerus keluarga Zhang daripada Han. Namun demikian mereka mengasimilasikan Baji yang mereka peroleh menjadi bentuk yang kami latih. Bentuk aliran Han namun generating power aliran Zhang.

Wei brothers melakukan pengajaran secara tertutup, mereka tidak hidup dari mengajar beladiri, mereka pebisnis kuliner sukses di tianjin sampai akhirnya musibah penyakit merenggut nyawa mereka. Tongkat estafet pengajaran dilanjutkan oleh putra Wei Hong Bin (atau Hong En? ) yaitu Master Wei Jiu Ru yang masih melakukan pengajaran secara tertutup.

GM Wei Hong En
GM Wei Hong En

 

GM Wei Hong Bin
GM Wei Hong Bin

Wei yang Terakhir

Kemungkinan akan berakhir posisi Keluarga Wei, karena pengganti yang ditunjuk desas-desusnya adalah murid dalam beliau yang juga menjadi orang kepercayaan keluarga bernama Feng (Feng Yijie). Karena GM Wei tidak memiliki putra yang concern dan mendalami Kungfu Baji Delapan Mata Angin secara serius untuk meneruskan posisinya.

Berlatih dengan beliau sifatnya tertutup dan hanya mereka yang diakui keluarga. Sekali berlatih maka dianggap anggota keluarga. Beliau hanya mau bertemu jika atas referensi kenalannya, kerabat atau muridnya. Seperti saya misalnya. Seseorang boleh berlatih ilmunya, atas ijin beliau. Jika beliau sudah bertemu dan yakin mau menerima, maka dia akan mengatur pertemuan untuk latihan. Kalau bertemu pun tidak lantas beliau mengajak latihan, bahkan sekelas praktisi Kungfu Baji Delapan Mata Angin atau master beladiri terkenal sekali pun.

Shiye Feng Yijie dan GM Wei Jiuru di salah satu acara gathering Kungfu Baji
Shiye Feng Yijie dan GM Wei Jiuru di salah satu acara gathering Kungfu Baji

 

#delapan_mata_angin #delapanmataangin #bajiquan #kungfu #martialarts #selfdefense #baji #gongfu #chinesemartialarts #cma #traditionalmartialarts #fighting #combat #jakarta #indonesia #kungfujakarta #kungfujkt #kungfujkt #kungfuplm #peasindonesia #kenjigoh

Tips memulai latihan Taichi untuk pemula

Quote Harvard Assitant Professor

 

Terkadang kita bingung, bagaimana memulai latihan Taichi, harus kemana? Dengan siapa harus berkonsultasi. Kelas Taichi di Jakarta Kelapa Gading yang kami bina menerapkan dan menanamkan beberapa hal bagi para pesertanya. Berikut adalah tips-tips untuk membantu anda memulai latihan Taichi:

Jangan bingung / frustasi dengan bahasa

Terkadang denger istilah mandarin aja udah jiper duluan, ngomongnya aja ga bisa gimana ngerjainnya. Ga jarang sebenarnya hal-hal simple yang tanpa kita sadari dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Adalah tantangan bagi pelatih dan peserta didik, untuk memahami “arti sesungguh”-nya dalam satu istilah, daripada menghapalnya dalam bahasa mandarin atau bahasa lainnya. Memahami prinsip dan filosofinya. Kalau ga ngerti, jangan malu bertanya pada pelatih.

 

Periksa ke dokter

Jangan ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter, minta saran dokter. Sebelum berlatih dan sesudah berlatih. Untuk mengetahui adanya perubahan perbaikan setelah berlatih Taichi dan mengetahui kondisi badan kita sebelum mengikuti latihan.

 

Observasi dan mengamati kelas dan latihan sebelum memilih bergabung

Untuk mengetahui bagaimana metode pengajaran, dan latihannya cocok dengan kondisi kita. Tidak ada salahnya melihat-lihat dulu sebelum memastikan kita bergabung. Cari tahu dari para peserta, dengar testimoni mereka, kalau perlu keluhan mereka. Kalau ada Trial ga ada salahnya diikuti untuk mengetahui sejauh apa latihan ini cocok atau tidak dan bisa kita ikuti atau tidak. Contohnya seperti testimoni di Perguruan Energi Alam Semesta ini

 

Untuk yang tidak suka keramaian

Anda bisa memanggil guru Taichi private seperti Perguruan Energi Alam Semesta ada program seperti itu. Tentu biayanya jauh berbeda dengan latihan bersama dengan berbagai pertimbangan yang ada. Tidak direkomendasikan mengikuti video atau buku. Kenapa? Karena kesalahan gerakan bukan tidak mungkin menimbulkan cidera yang ringan bahkan sampai serius.

 

Berkonsultasi pada Pelatih

Tidak ada standar atau lisensi resmi bagaimana taichi di ajarkan. Jadi anda hanya dapat bersandar pada rekomendasi teman, klinik, dan tentu pertimbangan sendiri. Anda bisa berbicara kepada pelatih Taichi yang dapat mengakomodir kebutuhan anda, apakah kesehatan, fitness, atau bahkan kebutuhan beladiri.

 

Berpakaian yang nyaman

Taichi membutuhkan relaksasi, pakaian yang terlalu ketat akan menganggu kordinasi gerak yang optimal pada akhirnya menjadi kurang nyaman. Pakailah pakaian yang longgar dan nyaman, membuat anda nyaman bergerak ke kiri-kanan, depan-belakang, atas-bawah dan seterusnya dengan bahan yang luwes dan jatuh. Agar mengurangi tahanan dan ketegangan juga. Gunakan sepatu, jangan telanjang kaki. Sepatu yang tidak licin dan membantu menjaga keseimbangan. Sol sepatu yang tipis, yang membantu anda merasakan koneksi dengan lantai / tanah.

 

Ukur Progress anda

Jika awalnya anda latihan untuk kesehatan. Ukur perbaikan yang terjadi jika anda merasa lebih baik. Bisa melakukan pemeriksaan rutin ke dokter juga. Kalau untuk beladiri anda berkonsultasi kepada pelatih. Saat anda merasakan kemajuan yang berarti, saat itu anda akan menikmati perubahan positif kepada diri anda secara fisik maupun psikologis

www.perguruanenergialamsemesta.com

UNTUK PENDAFTARAN HUBUNGI 
k̲l̲i̲k̲ ̲d̲i̲ ̲s̲i̲n̲i̲ https://bit.ly/2Am4TyI
atau Whatsapp / Telpon / SMS : 0815-9396-122

 TEMPAT TERBATAS, HUBUNGI SEKARANG JUGA 

Silahkan Share, siapa tau ada kerabat yang membutuhkan! Sharing is Caring!

#TaiJiQuan #TaiChi #Qigong #TaiChiChuan #Taichiquan #peasindonesia #harikesehatan #harikesehatannasional #harikesehatanmentalsedunia #harikesehatanmental #jakartacity #palembangterkini #palembanginfo #palembanginsta #ostheoartritis #osteoporosis #Ostheoartritis #Lutut #bengkak #artiritis #sakitlutut #nyerilutut ##pengobatanostheoartritis #penyembuhanostheoartritis #penyebabostheoartritis #pencegahanosteoartritis #terapiosteoporosis #lowbackpain #lowback

Apa kata mereka tentang PEAS?

Perguruan Beladiri adalah hal yang kompleks, begitupun di kelas Taichi di Jakarta dan Kungfu Baji yang kami miliki. Di PEAS kami hanya mengajarkan Taichi dan Kungfu Baji. dimana berisi banyak orang dengan berbagai macam tujuan dan harapan yang didapat dari latihan di Perguruan Tersebut.

 

Faktor Utama Memilih Beladiri

Namun secara garis besar, ada beberapa faktor utama yang menentukan mereka memilih berlatih beladiri:

  1. Beladiri
  2. Kesehatan
  3. Ketenangan
  4. Percaya diri

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan

Suatu sekolah beladiri berkembang ditentukan oleh beberapa faktor:

  1. Prestasi
  2. Lingkungan yang kondusif
  3. Sistem pengajaran

Kami Perguruan Energi Alam Semesta, melakukan semua pendekatan tersebut, dimana setiap orang diperlakukan khusus, karena setiap orang adalah UNIK. Beladiri, pada akhirnya sebagai pertahanan diri, kemampuan kita untuk bertahan dalam suatu situasi mendesak yang mengancam keselamatan.

Namun PEAS membuka semua pintu, agar setiap orang bisa masuk ke dalam beladiri melalui pintu mana yang mereka ingin masuki.

PEAS HANYA mengajarkan 2 sistem beladiri, Kungfu Baji dan Taichi. Pengajaran dilakukan terstruktur, sistematis, detil, namun mudah dipahami. Disupport dukungan media-media untuk membantu setiap anggotanya mengulang pelajaran di kelas.

Jadi kalau bisa belajar dengan mudah dan nyaman, kenapa harus dipersulit? Bukan kah setiap orang berhak mendapatkan manfaat Taichi untuk kebaikan hidup mereka dan kesehatan mereka? Dengan sendirinya mereka yang akan belajar lebih dalam akan mengikuti materi yang lebih detil dan kompleks.

Kami mendorong setiap individu untuk fokus pada tujuan mengapa mereka mempelajari beladiri di tempat kami, agar mereka mendapat manfaat yang mereka inginkan dari berlatih dengan pilihan tersebut.

Hubungi kami

Telp / WA : 0815 9396 122
www.perguruanenergialamsemesta.com
www.indonesiabajitaichi.com
FB / IG / Twitter : peasindonesia

Jakarta – Palembang – Medan

#healthy #relax #health #jakarta #healthylifestyle #relaxing #healthylife #balance #relaxation #martialarts #healthandwellness #kungfu #selfdefense #jakartaselatan #sparring #jakartabarat #jakartapusat #jakartatimur #taichi #jakartautara #lowbackpain #taichichuan #balancetraining #martialartstraining #selfdefensetraining #kungfuschool #kungfuwushu #taichiquan

Kompetisi Push-hands (Tuishou)

Latar Belakang

Push-hands (Tuishou) sebenernya terminologi yang diambil dari salah satu set latihan dalam beladiri #taichi, untuk latihan drill berpasangan, melatih rasa dan #balance. Namun belakangan dikembangkan menjadi suatu permainan, bukan hanya di kalangan peminat dan praktisi Taichi, tapi lintas aliran dan #beladiri. Push-hands jenis ini kami sebut Push-hands sport.

Kalau inget cerita-cerita jaman dulu, pendekar ketemu pendekar mau duel. Ditawarkan dua pilihan, Tempelan atau duel bebas. Tempelan mirip dengan push-hands namun lebih sederhana dan tidak sebahaya tempelan jaman dunia persilatan.

Bahkan ibaratnya anda praktisi catur, billiard bahkan pemain congklak atau halma sekali pun boleh ikut selama mengikuti aturan mainnya hahaha 😀

Aturannya secara umum sederhana:
1. Tidak boleh ada benturan / memukul / menendang
2. Tidak boleh ada patahan, colokan, cekikan
3. Daerah serang pinggang ke atas, leher ke bawah (leher tidak boleh)
4. Hanya dorongan dan tarikan dengan segala macam varian dan teknik

Karenanya, permainan ini relatif aman, dengan segala kelengkapan safety yang semakin dikembangkan dan aturan yang dikembangkan. Tua-muda semua bisa berpartisipasi. Inti dari permainan ini ….

“Menjaga keseimbangan dan menghilangkan keseimbangan lawan”

Sebagian praktisi sparring merasa terbantu dengan permainan ini, untuk menjaga stabilitas saat bertarung. Bahkan beberapa orang menyebut push-hands sebagai “Sparring level terendah, di bawah light-sparring”.

Perlu ditekankan sekali lagi bahwa ini hanya sekedar permainan, buat orang yang #gagalpaham menganggapnya sebagai pengganti #sparring. Sparring pun adalah #permainan karena konyol kalau menganggapnya setara dengan #streetfight sesuatu yg dibatasi aturan ya permainan. Street fight atau real fight, ga ada aturan yg penting menang, yg penting selamat, yang penting ga mati.

Adapun push-hands mulai diperkenalkan secara nasional bahkan internasional. Dengan peraturan berbeda-beda yang belum standar.

Di Indonesia sendiri masih belum baku, bahkan di komunitas Indo-pushhands sendiri memodifikasi aturan standar pertandingan yang sering di pakai di Indonesia.

Kompetisi push-hands pun terbagi dua secara garis besar, yang akan dijelaskan pada point-point berikut ini.

Aturan secara umum

Waktu Pertandingan

  • 3 babak, dengan sistem best of 3, bila pemain menang 2 babak maka tidak perlu dilanjutkan
    ke babak ke 3
  • Untuk Dingbu/Fix Step :1 babak 45 detik bersih, istirahat antar babak 1 menit
  • Untuk Huobu /Moving Step: 1 babak 1.5 menit bersih, istirahat antar babak 1 menit

Teknik Pertandingan

Dalam mengeksekusi teknik yang digunakan dalam pertandingan antar kedua pemain harus
tersambung,mengikuti, dan menempel (zhan, nian, lian, sui), teknik dengan benturan keras tidak
diperbolehkan. Kuncian sendi kecil (jari,pergelangan tangan) tidak diperbolehkan. Menjatuhkan
dengan menghilangkan keseimbangan lawan. Dilarang keras dengan sengaja berniat mencederai lawan.

Aba-aba wasit pertandingan

  • Yubei (Get Ready)
    Peserta bersiap-siap pada posisi bertanding
  • Kaishi (Start)
    Peserta mulai bertanding
  • Ting (Stop)
    Peserta berhenti bertanding
  • Pingshou (No Point/Draw)
    Tidak mendapat point
  • i Fen (1 point)
    Peserta mendapat 1 point
  • Liang Fen (2 point)
    Peserta mendapat 2 point
  • San Fen (3 point)
    Peserta mendapat 3 point


I. FIX STEP / TINGPU ( DIAM / DI TEMPAT )

a. Lapangan

b. Aturan

  • Satu kaki lawan terangkat atau keluar dari batas maka mendapatkan 1 point
  • Lawan terjatuh maka mendapatkan 2 point
  • Lawan terjatuh/keluar garis lingkar lapangan maka mendapat 3 point
  • Kedua kaki lawan terangkat bersamaan maka mendapat 2 point
  • Kedua pemain sama-sama keluar atau jatuh, maka tidak ada point
  • Dalam 1 babak pemain unggul 10 poin atau lebih, maka babak tersebut langsung dimenangkan oleh pemain tersebut

c. Contoh partai

 

II. MOVING STEP / HUOPU ( BERGERAK )

a. Lapangan

b. Aturan

  • Saat Lawan terkena serangan dan bergerak 2 langkah atau lebih, memperoleh 1 point
  • Jika Lawan keluar dari lingkaran pertandingan maka mendapat 1 point
  • Lawan terjatuh maka mendapat 2 point
  • Kedua pemain sama-sama keluar, jatuh, atau melangkah lebih dari 2 langkah, maka tidak
    ada point
  • Dalam 1 babak pemain unggul 6 poin

c. Contoh partai

Perkembangan

Saat ini push-hands kompetisi maupun komunitas #indopush diikuti banyak peserta dari beragam beladiri, taichi, kungfu, wingchun, judo, mixedmartialarts (mma), #bjj, sumo juga pernah, silat terutama yang mengandalkan #rasa seperti gerak-saka, maenpo cikalong, dll selama permainannya bisa dimodifikasi sesuai aturan yang berlaku, semua bisa bermain.

Terlebih dari sekedar permainan, push-hands bisa menjadi ajang menguji diri selain sparring, menerapkan pelajaran yang telah kita pelajari dalam segala hal dan aspek dg cara yang lebih aman dan friendly.

Gimana, seru khan?
Nunggu apalagi? Ayo gabung kami di komunitas Indopush di…. Kami mengadakan gathering secara berkala, silahkan simak pengumuman kegiatan kami dalam waktu terdekat di Fans Page Facebook kami.

Jangan lupa ya, sebentar lagi akan diadakan hajatan akbar push-hands yang diselenggarakan sahabat-sahabat kami di Klub Taichi #candranaya tanggal 28 November 2018 mendatang!

Buruan daftar di sini atau lihat infonya di sini!
Rasakan atmosfir ketegangan dan keasyikan di ajang ini…. RUGI GA NYOBA!

#pushhands #tuishou #taichi #taiji #taijiquan #osteoarthritis #lowbackpain #healthyness #meditation #kungfu #martialarts #indonesia #jakarta #palembang #balance #sensitivity #relax #relaxation #sakitpinggang #sakitlutut #pernapasan #peasindonesia #bajiquan #selfdefense #baji #gongfu #kungfu #chinesemartialarts #cma #traditionalmartialarts #fighting #combat #hakkyokukken #kenji #manga #akirayuki #virtualfighter #thegrandmaster #delapanmataangin #eightextreme

Taichi Chuan

Pendahuluan

Taichi adalah seni bela diri yang kompleks yang sudah cukup lama, banyak juga taichi master yang terkenal. Beberapa sumber membedakan silsilah Taichi secara Legenda dan Historis. Dari sisi legenda Taichi diperkenalkan oleh seorang Tokoh bernama Chan sanfeng. Sedangkan dari sisi historis, Taichi mulai diperkenalkan oleh praktisi Taichi Chen Wangting sekitar 1580 s/d 1660. Dari beliau turun temurun, muncul varian-varian baru aliran keluarga Chen dan aliran-aliran baru lain seperti Yang, Wu, Sun, dst. Kelas Taichi di Jakarta yang kami bina saat ini melatih Taichi aliran Chen bentuk baru.

 

Perform Chen style Taichi di Dingzhou
Perform Chen style Taichi di Dingzhou

Secara garis besar Taichi aliran Chen terbagi dua varian, yaitu bentuk lama (Lao Jia) dan bentuk baru (Xin Jia). Saya sendiri diajarkan bentuk baru oleh guru saya Ko Welly Kwan. Beliau mempelajarinya dari seseorang praktisi Taichi aliran Chen di China secara insidensial. Kemudian mengajarkannya kepada saya dan beberapa sahabat saya pada 1998 akhir di Bandung. Ada beberapa aturan yang HARUS diikuti saat latihan Taichi agar beladiri ini bekerja sesuai tujuannya, ringkasnya sebagai berikut:

  1. Bumi berotasi, berputar mengelilingi matahari (lingkaran besar, kecil)
  2. Mau ke kanan kiri dulu, mau naik turun dulu, dan sebaliknya
  3. Tenaga seperti capung (menyambar sesaat)
  4. Satu bergerak, semua bergerak, satu berhenti semua berhenti
  5. Tiap gerakan adalah kesatuan, dari ujung awal sampai akhir merupakan 1 jurus yg tak terpisahkan
  6. Keras dan lunak harus harmonis
  7. Kosong dan isi, tenaga bersilangan
  8. Tidak terlalu lambat, tidak terlalu cepat
  9. Cepat dan lambat harus jelas
  10. Dari kepala ke ekor lurus
  11. Gerakan tidak terputus, pengenduran harus jelas (sung) di akhir gerakan
  12. Gerakan mencapai posisi terjauh secara alami

Push-hands dan Latihan-latihan Dasar

Sistem pengajaran dilakukan secara beberapa tahap. Untuk tahap awal diajarkan Zhan Zhuang dan latihan-latihan Chikung dasar (nampaknya tercampur dengan Yi ChinChing shaolin). Kemudian berlatih Chan Shi gong untuk beberapa hari. Sekitar beberapa tahun dilatih rangkaian jurus Xin Jia Yilu, pertama kali diajarkan sampai gerakan benar dan lebih banyak menghapal. lama kelamaan mulai diterapkan teori dan konsep tenaga yang dipelajari.

 

Latihan Chan Shi Gong di PEAS Jakarta
Latihan Chan Shi Gong di PEAS Jakarta

Sambil belajar rangkaian jurusnya, dilatih juga dasar-dasar Tui Shou (latihan berpasangan Taichi). Pertama kali diajarkan Tuishou satu tangan untuk mengetahui pola-pola dasarnya:

  1. Menyamping
  2. Menusuk
  3. Menekan

 

Latihan Tuishou / Push-hands di Kelas Taichi Jakarta
Latihan Tuishou / Push-hands di Kelas Taichi Jakarta

 

Kemudian diajarkan dengan dua tangan. Setelah itu diajarkan Tuishou dengan langkah berpola, kemudian Tuishou bebas ke arah mana saja. Kebanyakan orang mengira Tuishou seperti sparring biasa, padahal Tuishou adalah latihan sensitif, merasakan perubahan energi dan tenaga. Mengantisipasi serangan satu pola tenaga dg teknik tertentu. Dalam Taichi dikenal dengan 8 postur utama Peng, Lu, Ji, An, Zhou, Li, Tsai, Kou. Dari kedelapan postur ini dilatih juga teknik melepaskan tenaga.

 

Taichi Aliran Chen Bentuk Baru

Terbagi dalam 2 bagian rangkaian jurus, Xin Jia Yi lu, dan Xin Jia Er lu (Pao Chui). Untuk bagian pertama, terdiri dari 83 jurus kurang lebih. Lebih soft untuk bagian pertama, kadang soft kadang eksplosif. Untuk bagian kedua, kurang lebih 56 jurus, tetapi rangkaiannya lebih pendek, gerakan sangat eksplosif hampir di setiap jurus. Latihan untuk bagian pertama kurang lebih menghabiskan waktu satu tahun untuk menguasainya, untuk bagian kedua agak lebih cepat. Mungkin sekitar 3-6 bulan.

Pada dasarnya tidak ada tingkatan, namun pengajaran asalnya adalah head-to-head antara guru dan murid. Namun di kelas umum Taichi secara garis besar kamu bagi menjadi tiga tingkatan di Perguruan Energi Alam Semesta, yaitu: Tingkat Awal, Tingkat menengah dan Tingkat Lanjut.

  1. Tingkat Awal 
    Berlatih cara berjalan, gerakan-gerakan dasar, 13 jurus awal dari 83 jurus Chen style Taichi seri 1 (Yilu)
  2. Tingkat Menengah
    Melanjutkan jurus Chen style Taichi seri 1 (Yilu) sehingga selesai 83 jurus
  3. Tingkat Lanjut
    Mempelajari Chen style Taichi seri 2 (Erlu), disebut juga Pao Chui, sebanyak 56 jurus. Di fase ini pelatihan berlangsung menggunakan sistem tradisional. Dikarenakan materi inti telah disampaikan semua. Di tingkatan ini mempelajari banyak variasi, seperti jurus pedang, dan jurus turnamen (Form 56). Kemudian juga pendalaman push-hands dan aplikasi.

Total masa latihan yang ditempuh siswa adalah sekitar 3 s/d 4 Tahun. Tergantung pencapaian dan penguasaan teknik sampai dinyatakan bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya. Lebih lanjut, adalah mempelajari jurus pedang. Taichi aliran Chen ini mempunya tenaga yang meledak-ledak. Menggunakan Kuda-kuda rendah, ada cepat ada lambat, keras dan lunak memiliki tempo tertentu.

 

Taichi Aliran Yang Bentuk 103

Saya dikenalkan seorang guru Taichi aliran Yang, yang juga melatih Baguazhang. Orang-orang mengatakan beliau pendekar terkuat di Dingzhou nomor dua. Shifu Li Yung Jun 吕永军. Beliau adalah murid dari GM Song Bin 宋宾 dari Shantung. Termasuk salah seorang dari lima murid utama GM Song Bin.

Bersama Shifu Li Yung jun di Pasar Wang Cong Jie Dingzhou, China
Bersama Shifu Li Yung jun di Pasar Wang Cong Jie Dingzhou, China

Awalnya saya kurang tertarik, tapi Shifu Li menunjukkan saya keunikkan aliran Yang dalam permainan Tuishou-nya. Dan memberi saya sedikit “oleh-oleh”, yang membuat saya datang lagi dan menjadi murid beliau pada tahun berikutnya.

Kalo Chen style itu meledak-ledak fajin-nya, Yang style ini halus sekali. Generating power maupun pola tenaganya agak berbeda walau pun memiliki prinsip yang sama seperti pada umumnya Taichi. Taichi aliran Yang ini belum kami buka untuk umum, tidak tahu kapan dan apakah akan dibuka.

Berikut peragaan Chen Style Taichi Yilu dari tim Taolu kami. Sejak tahun 2018, kami membentuk Tim Taolu yang terdiri dari berbagai usia sebagai pemeraga Jurus di even-even beladiri maupun umum. Begitu juga diajang-ajang pertandingan Kungfu untuk dipertandingan dan menguji hasil latihan mereka.

 

Latihan Chen Style Taichi Yilu di kelas Jakarta
Latihan Chen Style Taichi Yilu di kelas Jakarta

 

#Taichi #Taichichuan #Taichiquan #Taichimaster #Taichisword #Taichiclass #Taichifan #Taichiforhealth #taichijkt #taichijakarta #peasindonesia #taijiquan #tai_chi

Kungfu Bajiquan ( Delapan Mata Angin)

Awal Mula di Indonesia

Tahun 90-an muncul komik manga Jepang yang berjudul Kenji. Komik ini bercerita tentang seorang anak bernama Kenji Goh yang akrab dengan Kakeknya yang belajar Kungfu Baji yang disebut Delapan Mata Angin dalam bahasa Indonesia-nya di komik tersebut. Kemudian dalam pencariannya akan Kakek-nya Kenji melanglang buana ke Tiongkok dan mempelajari berbagai macam jenis Kungfu dan Taichi termasuk memperdalam Kungfu Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Komik ini sangat populer pada masanya, menyebabkan orang-orang kecanduan Baji Kungfu di Jakarta khususnya bagi anak-anak seusia saya.

Lalu di komik ini juga bercerita tentang tokoh-tokoh besar dan berpengaruh dalam Kungfu Baji Delapan Mata Angin, GM Wu Zhong sebagai pencetus Kungfu Baji dan GM Li Shuwen seorang Jagoan Kungfu Baji yang terkenal dengan keahliannya sepanjang masa. Dijuluki God of Spear (Dewa Tombak).

Grandmaster Wu Zhong orang pertama yang mempopulerkan Kungfu Baji Delapan Mata Angin
Grandmaster Wu Zhong orang pertama yang mempopulerkan Kungfu Baji Delapan Mata Angin

 

GM Li Shuwen dewa tombak
GM Li Shuwen dewa tombak
GM Li Shuwen (kiri) Dewa Tombak Kungfu Baji
GM Li Shuwen (kiri) Dewa Tombak Kungfu Baji

Awal perjalanan saya berawal dari komik sini, sampai kenal guru saya 1998, dan sampai sekarang saya masih belajar dengan beliau dan meneruskan ke Kakek guru kami di Qin Huang Dao. Karenanya terus belajar, memperdalam sejauh mana saya mampu mengejarnya selama nafas masih ada.

Potongan scene Komik Kenji edisi bahasa Inggris Vol. 3
Potongan scene Komik Kenji edisi bahasa Inggris Vol. 3

Kemunculan Kembali

Tahun 2013 Kungfu Baji Delapan Mata Angin muncul kembali di hadapan publik. Namun rasanya kurang greget, tertutup popularitas Wingchun yang cukup dominan di film yang sama. Selain itu Wingchun sudah terlalu populer sejak didongkrak oleh film Ip Man yang dibintangi Donnie Yen.

Film ini berjudul The Grandmaster tokoh Baji dibintangi Aktor mandarin Chang Chen yang belajar di bawah bimbingan GM Wang Shi Qian. Chang Chen berperan sebagai Karakter Razor, seorang pendekar Kungfu Baji. Paling tidak film ini sedikit memberikan gambaran kedashyatan dan kebrutalan Kungfu Baji.

Aliran Zhang

Kungfu Baji Delapan Mata Angin Aliran Zhang berawal dari GM Zhang Keming yang dalam sejarah perkembangannya juga merupakan guru dari GM Li Shuwen. Kemudian GM Zhang Keming memiliki beberapa anak, GM Zhang Jixing juga merupakan salah satu tokoh yang populer dan banyak menghasilkan praktisi handal dari Kungfu Baji.

 

GM Zhang Jixing Kungfu Baji aliran Zhang
GM Zhang Jixing Kungfu Baji aliran Zhang

Aliran Zhang kami melalui GM Wei Hongbin dan Wei Hong en dari aliran Zhang jalur Zhang Yuheng. Zhang Yu heng adalah cucu dari GM Zhang Keming yang kisah lengkapnya bisa dilihat di sini.

Melalui Mentor saya yang juga senior saya Shi Xiong Hengky selama beberapa tahun. Lalu mengajar secara tertutup dalam grup kecil, sejak itu pertama kalinya Kungfu Baji Aliran Zhang resmi diajarkan kepada publik yang kemudian dikenalkan kepada masyarakat lebih umum melalui Perguruan Energi Alam Semesta sejak Tahun 2013.

 

Makna Bajiquan Secara Bahasa dan Prinsip

Bajiquan, secara penyebutannya Pa-Ci-Cyen. Bajiquan 八极拳 bermakna “Delapan Pilar” atau “Delapan Arah”, kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia melalui perkenalannya di komik Kenji dengan nama “Delapan Mata Angin”.

Pada satu kesempatan, saat makan malam dengan Shifu berbicara tentang makna Kungfu Baji. Baji memiliki makna 8 ekstrim, 8 pillar atau 8 hal tertinggi… 8 greatness. Terkadang orang mengartikan “Ledakan ke delapan arah”…. Angka 8 dalam filosofi Tiongkok sering diasosiasikan ke “arah” yang maknanya 8 mata angin, maknanya “kemana-mana”.

Makna ? sama seperti di Taichi, yaitu paling tinggi, tingkatan tertinggi. Tingkatan paling, ter- pokoknya yang wah-wah lah!

Jadi kungfu Baji bermakna secara filosofis, adalah Kungfu yang secara mentalitas membentuk karakter praktisinya menjadi terbaik dalam segala hal, mengoptimalkan segala kemampuan dan dayanya secara maksimal. Diaplikasikan dimana pun, dalam kehidupan apalagi beladiri.

Membentuk karakter yang optimis, terus berkembang dan berjalan menuju kesempurnaannya (walau sempurna itu gak mungkin, tapi berusaha menuju ke sana). Kungfu Baji, tidak mengenal menghindar, mundur, atau mengelak, atau menangkis…Shifu dan Shiye bilang, “hanya maju dan maju”. Jadi diharapkan saat kita melangkah dalam mengerjakan sesuatu, pantang mundur, dg segenap upaya dan tenaga menyelesaikannya menjadi suatu kesempurnaan.

Kalau sifatnya yang memaksa, mendorong seseorang itu menyempurnakan segala aspek hal yang dikerjakannya. Kungfu Baji menurut beliau juga bersifat dinamis, TIDAK saklek, statis, dan kolot terhadap penyesuaian jaman, tantangan dan pertanyaan / permasalahan yang kian berkembang.

Kungfu ini, selalu berkembang, mengikuti pembawanya. Bergerak bersama pembawanya, mengikuti pola-pola kita, sampai kita menemukan sendiri dengan bentuk praktisinya. DINAMIS bentuk bisa berubah, namun prinsip dan filosofi yang dikandungnya sama.

 

Dalam satu kesempatan Shifu bilang, “Baji bisa dibawa dalam kehidupan kamu. Dengan membawanya dalam kehidupan, kamu dipaksa menjadi sempurna dengan apa yang kamu jalani. Ga ada mundur, hanya maju dan maju. Bisa diaplikasikan dalam pekerjaan, bersosialisasi, menghadapi orang tidak hanya dalam urusan berkelahi dan beladiri”

Beliau lanjut ….

“Itu makna dan filosofi sejati Kungfu Baji, menjadi sempurna dalam segala hal. Dinamis, mengembangkan diri ke segala hal dan kemana pun”.

Sistem dalam Kungfu Bajiquan

Saat menunggu Shifu latihan di Tianjin tahun 2017
Saat menunggu Shifu latihan di Tianjin tahun 2017

Dalam sistem Kungfu Baji Delapan Mata Angin (Selanjutnya kita sebut Bajiquan saja), sebenarnya tidak banyak jurus atau bentuk seperti sekarang dijumpai. Banyak praktisi Bajiquan awal, yang sebelumnya berlatih beladiri lainnya, membawa banyak Teknik-Teknik beladiri terdahulunya ke dalam Bajiquan  yang ia pelajari. Teknik-Teknik umum biasanya (tidak termasuk Teknik menggunakan senjata): Jinkang Bashi (latihan delapan emas), Baji Xiao Jia (Bajiquan bentuk kecil), Bajiquan (Bajiquan bentuk besar kadang disebut “Dajia atau Danda”), Baji Duijia / Duida (latihan berpasangan), dan Liu Da Kai (enam pembukaan besar).

Beberapa set yang sifatnya dilatih secara tertutup dan tidak dipertontonkan ke publik, diajarkan kepada anggota yang sudah sampai tahap tertentu. Kuada Bashi (delapan hantaman Kua), Rou Fa / Ruan Bajiquan (bentuk halus), dan teknik generating power Qiang (tombak), dan jurus tombak. Set ini cukup sulit, dan pembelajarannya cukup lama. Latihan akan diulang lagi dari awal, dan memasukan unsur internal yang dilatih pada gerakan-gerakan yang dilakukan sebenarnya.

 

Perkembangan Kungfu Baji di Masa Kini

Dalam beberapa dekade terakhir, kebanyakan pada masa pemerintahan Republik Rakyat Cina, banyak praktisi Bajiquan diangkat sebagai pengawal pejabat pemerintahan. Mungkin banyak yang bertanya apakah hal yang menjadikannya istimewa. Teknik Bajiquan  sangat efektif dan karenanya Teknik-Teknik itu merupakan Teknik yang sangat utama dalam sistem ini. Semua Teknik Bajiquan  sangat sederhana, lurus ke depan dan rapat. Bajiquan  memiliki Teknik kuncian, seorang praktisi Bajiquan dalam sesaat dapat mematahkan lengan lawan dengan hanya menyentuh lengannya dan secara tiba-tiba mengejutkan seluruh tubuh lawannya.

Tujuan utama dari latihan Kungfu Baji Delapan Mata Angin adalah untuk mengembangkan daya hantam sesaat. Setelah menguasai Teknik ini, beberapa teknik yang sangat efisien dapat dilakukan atau diimplementasikan. Karenanya Teknik pengerahan tenaga ini merupakan hal paling mendasar dalam sistem Bajiquan. Tanpa kekuatan ini, teknik Bajiquan tidak berbeda (atau bahkan lebih buruk) dari beladiri lainnya. Kekuatan yang sangat keras dan tajam dilepaskan. Dikatakan seorang pendekar Bajiquan yang sangat ahli dapat menggeser peluru senapan dari jarak dekat secara (tingkat ini sangat tidak biasa, jadi jangan pernah melakukan hal ini). Seperti kebanyakan Kung Fu lain, Bajiquan adalah sebuah sistem yang kompleks. Berdasarkan Teknik intinya, banyak teknik dikembangkan seperti menusuk, bantingan, dan melempar.

Untuk transfer materi sampai selesai saja, membutuhkan waktu tiga sampai lima tahun itu pun kalau rajin latihan. Setelahnya bukan berarti selesai latihan, anda masih harus memperdalamnya seumur hidup. Setajam apa keahlian anda, sejauh itu sejauh apa anda melatih semua pelajaran yang telah diberikan. Ungkapan yang diajarkan oleh seorang Paman yang juga sahabat saya ….

Mengetahui adalah satu hal ….
Mengerti adalah satu hal ….
Bisa melakukannya adalah satu hal ….
Melatihnya adalah satu hal ….
Menguasainya adalah hal yang berbeda lagi ….

Latihan aplikasi Baji Xiao Jia
Latihan aplikasi Baji Xiao Jia


Jadi tidak langsung tahu, otomatis langsung mengerti, tidak otomatis bisa melakukannya, melatihnya sendiri, bahkan langsung menguasainya.

Kurikulum Umum

Menunggu Shifu dan Shi Xiong di taman Qin Huang Dao 2018
Menunggu Shifu dan Shi Xiong di taman Qin Huang Dao tahun 2018

Kungfu Baji Delapan Mata Angin secara garis besar dibagi dengan tiga tahap latihan yaitu tahap awal, menengah, dan tahap lanjut. Tahapan ini bukan standar secara umum, karena pada dasarnya pelatihan dilakukan secara head-to-head karena kami awalnya adalah grup kecil yang memiliki konsep tradisional yang mirip satu keluarga. Berikut kurikulum yang digunakan di PEAS :

          1. Tahap Awal
            Pada tahap ini mencakup latihan-latihan dasar untuk body conditioning dan teknik dasar. Body conditioning meliputi:

            • Sikap dasar Zhan Zhuang
            • Latihan Fundamental
            • Latihan Jin gang Bashi (8 Penempaan Dasar)
          2. Tahap Menengah
            • Bajiquan Xiao jia (Bentuk kecil), latihan bentuk, generating power, dan aplikasinya
          3. Tahap Lanjut
            • Diajarkan Bajiquan Da jia (Bentuk Besar) beserta aplikasinya dan Teknik Da Qiang (Tombak besar). Setelah belajar Tombak Besar akan diajarkan sparring menggunakan tombak secara terstruktur. Ditahap ini juga diajarkan dasar-dasar Sparring

       

       

      Latihan di Qin Huang Dao bersama Shifu dan Shi Xiong
      Latihan di Qin Huang Dao bersama Shifu dan Shi Xiong

      Untuk semua tahapan diajarkan Push-hands ( Tuishou ) secara bertahap. Latihan tingkat lanjut, pendalaman tidak dapat ditentukan karena sifatnya lebih individual.

      Total masa latihan yang ditempuh siswa adalah sekitar 2,5 s/d 3 Tahun sampai tahap menengah, sampai selesai 5-6 tahun. Tergantung pencapaian dan penguasaan teknik sampai dinyatakan bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya.

      Latihan Kalas Baji Malam
      Latihan Kelas Baji Malam

      #kungfu #wingchunkungfu #kungfufighting #kungfulife #kungfumaster#kungfuschool #kungfustyle #kungfushaolin #kungfufighter #kungfutraining#kungfusansoo #kungfuwushu #kungfuindonesia #kungfusanda#kungfuclass #kungfuwingchun #kungfujakarta #bajiquan#bajiquanindonesia #bajiquanjakarta #kungfujkt #peasindonesia