Liputan Taichi dan Kungfu PEAS oleh detik.com

Pada kesempatan lalu #peasindonesia berkesempatan diliput oleh detik.com saat latihan taichi bersama.

Perguruan Energi Alam Semesta ini fokus pada bela diri taichi dan kung fu. Olahraga ini baik untuk tua dan muda yang mengalami gangguan pinggang dan lutut.

Latar Belakang

Komunitas atau Perguruan Energi Alam Semesta ini adalah perguruan yang fokus kepada dua seni bela diri, yakni taichi dan kung fu. Perguruan yang berdiri (go public) pada 23 November 2013 ini, sempat tidak diperuntukkan untuk umum di tahun 2003.

“Awalnya hanya untuk teman-teman sendiri untuk latihannya, lalu tahun 2013 atas saran dari guru saya, saya secara resmi membuka untuk umum biar lebih berkembang,” ungkap Martin Wong, selaku pemimpin Perguruan Energi Alam Semesta saat di temui di sela-sela latihan di Taman Jogging 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (17/11)

Manfaat Umum

Awal terbentuknya perguruan ini hanya berisi tiga orang, sebelum manjadi 50 orang hingga saat ini. Menurut Martin Wong, ternyata seni bela diri Taichi ini bagus untuk parkinson dan masalah persendian. “Biasanya kalau ada orang terkena gangguan pinggang dan lutut, dokter menganjurkan untuk mengikuti latihan taichi,” katanya.

“Awalnya saya tidak punya intens melatih untuk kesehatan, lalu saya coba dan ternyata bermanfaat bagi mereka,” tutur Martin. “Manfaat bagi saya mengikuti perguruan ini adalah yang pasti saya lebih rajin olahraga, dan buat tubuh saya lebih lentur,” ungkap Yuliana anggota dari perguruan ini.

Perkembangan

Perguruan ini sudah berkembang tidak hanya di Jakarta saja, Palembang, dan Medan.

Perguruan yang sudah memiliki berbagai prestasi ini, (terakhir meraih juara push hands taoulu dari turnamen Federasi Kungfu Indonesia) mempunyai harapan agar perguruannya bisa lebih berkembang dan lebih baik lagi.

 

Sumber : detik.com

#detik #detikcom #detikdotcom #detik #detiknews #detikinet #detiksport #detikhealth #taichi #taichichuan #taichijkt #taichijakarta #taichiforhealth #taiji #taijiquan #gongfu #kungfu #chikung #qigong #kung_fu #tai_chi #kesehatan #kesehatantubuh #kesehatanjantung #kesehatantulang #lutut #pinggang #belajartaichi #latihantaichi

Diajak Terbang oleh Sang Naga

Beliau adalah Grandmaster Wei Jiuru dari Kungfu Baji Delapan Mata Angin aliran Zhang. Saya mengenalnya tahun lalu melalui shifu saya. Beliau adalah putra dari pendekar tersohor Kungfu Baji Delapan Mata Angin di Tianjin Wei Hongbin. Sungguh kehormatan saya dikunjungi dan bertemu beliau. Dari beliau saya mulai mempelajari senjata yang sebelumnya diajarkan Shixiong saya, kemudian Shiye. Waktu pertama bertemu Shifu bilang “Kamu panggil dia Shitaiye (Buyut guru)”.

 

Saya dan GM Wei Jiuru
Saya dan GM Wei Jiuru

Ketukan Pintu di Sore Hari

Sore ini saya pulang dari shopping keperluan sehari-hari. Tiba-tiba GM Wei kirim saya weixin / wechat akan datang ke hotel saya, nanya nomor kamar hotel. Saya ga enak karena beliau orang tua, dan senior, apalagi pejabat di per-bajian. Saya bilang saya yang akan ke rumah beliau.

Dia tanya hotel dan nomor kamar saya sekali lagi. akhirnya saya beritahu. Dia bilang saya tunggu aja di hotel, dia akan datang paling lambat nanti malam.

Ya sudah, saya main sama anak, backup dokumentasi-dokumentasi latihan untuk oleh-oleh di Indonesia. Kamar berantakan, anak main dan istri leyeh-leyeh.

Kira-kira jam 4 ada yg ketuk kamar saya keras. Saya ga baca wechat Shifu, saya intip dari lubang pintu ada muka orang tua dalam hati saya kaget tersentak “SHIFUUUU dan GM WEIJIURU!!!! BENERAN!!!”

Akhirnya saya buka pintu, salaman, dan sungkem pada GM Wei. Istri saya tanya “Shifu, kalo kemarin Master Wang kita panggil Shiye (Kakek guru), beliau kita panggil apa?”…. Kata Shifu “panggil dia Shi-tai-ye” (buyut guru).

Saya ga nyangka, di usianya yang ternyata 76 tahun beliau penuh semangat dan waktu saya tanya. “Shitaiye ada sakit apa?” dia bilang “ga ada penyakit”, saya bilang “sehat banget shitaiye ini!”

Mustika Naga

Pembukaan ngobrol basa-basi dan rencana ke depan tentang pelajaran, dan pertemuan makan bersama dan latihan sebelum saya pulang ke Indonesia. Dibantu Shifu saya, Shifu pamit mau pulang duluan karena mau mandi dia bilang “Istrinya bisa mandarin koq, bisa bantu terjemahin kalo dia ga ngerti”.

 

Dia nujukkin ke saya kalo dia stalking saya, dia tunjukin saya dia save video putra saya perform tombak di wechat / weixin. Dia ketawa ngelihatnya lalu ngelus kepala anak saya, saya tanya “Kamu mau belajar Kungfu ya?” dia bilang “Gak mau belajar kungfu” 😂🤣😅

Udah 2-3 orang paling ngak nyuruh anak saya mulai belajar Kungfu Baji hahaha

Lalu obrolan tentang Baji mulai dibuka, dia bilang “kamu belajar apa aja sama saya, tinggal bilang!” itu rasanya buat saya kayak mimpi jadi nyata. Kemudian dia ngomong cepat, istri saya bilang “Shiye bilang, jangan sampai pulang dari qin huang dao dengan tangan hampa….”

Dia tanya saya belajar baji sampai mana? Saya jawab, xiao baji, da baji, liu dakai, duida, da qiang ga jelas….tuishou, kita main tuishou, dan sekarang Shifu Kai ajarin Sanda Baji pake power generating baji. Beliau bilang besok mau liat pencapaian saya, lalu lanjut latihan sama dia di taman.

Tie Shan Zhang dan VIP Pertandingan Baji di Shantung

Beliau bilang, “Baji turun temurun kami jadi penjaga kaisar, jadi penjaga pimpinan pemerintahan. Selalu ada orang kami di sana”. Lalu beliau cerita Tie-Shan-Zhang (telapak bijih besi), banyak salah kaprah orang tentang latihan ini katanya, salah kaprah bagian yang di latih juga. Besok dia kasih liat.

Shitaiye terakhir kasih tau saya ada pertandingan di Shantung, khusus Baji. saya boleh datang kalau mau. Katanya saya spesial di dunia baji, boleh ajak orang. Shitaiye lanjut, “kamu boleh ikut saya, duduk dengan saya di VIP”…. ini saya kayak mau loncat aja dari lantai hotel rasanya. Galau, saya udah beli tiket pulang, takut gak terkejar. Pertandingan tanggal 30-an di shantung.

Saya terpaksa ga bisa ikut beliau, karena harus pulang. Karena ada kelas dan ada kerjaan istri menunggu di Indonesia. Saya berjanji tahun depan datang lagi dan belajar lagi dengan beliau di sini. Akhirnya Shitaiye pamit pulang, beliau foto bareng saya dan meminta kami (saya dan istri) foto berdua, dia ingin menyimpan foto kami berdua buat kenang-kenangan.

Lalu beliau turun dan pulang jalan kaki, dengan cepat dan penuh semangat setelah saya antar sampai pintu keluar hotel. Dia orang besar, terkenal, selebritis, orang dalam sejarah kungfu Baji. Tapi rendah hati, penuh semangat, dan sopan sekali. Saya beruntung bertemu beliau. saya beruntung bertemu guru-guru Shifu saya, dan beruntung menjadi murid Shifu saya.

GM Wei mengelus kepala anak saya, kagum dengan performance nya di video
GM Wei mengelus kepala anak saya, kagum dengan performance nya di video

 

Disidang para Tetua

GM Wei memberikan arahan mengenai Jin Gang Bashi
GM Wei memberikan arahan mengenai Jin Gang Bashi

Pagi hari pertama kali itu, saya, Shifu, dan anak-istri saya dijemput Shitaiye sendiri yang membawa mobilnya. Saya diajak ke tempat latihan beliau. Saya menyangka akan bertemu banyak orang, berlatih bersama, dan melihat macam-macam latihan di sana.

Murid GM Wei membantu mengkoreksi Xiao Baji saya
Murid GM Wei membantu mengkoreksi Xiao Baji saya

Ternyata saya salah duga. Saat saya datang saya melihat sekelompok orang tua yang ternyata adalah murid-murid senior Shitaiye Wei. Mereka memperkenalkan diri satu persatu dengan ramah dan bersahabat. Namun nama orang China bagi saya gak jelas hahaha…. kayak kumur-kumur kalo nyebutin nama hahaha

Evaluasi Jin Gang Bashi oleh para tetua
Evaluasi Jin Gang Bashi oleh para tetua

Lalu Shitaiye bilang, “我们要对你问题到问题” Kami akan memperbaiki kamu masalah demi masalah. Akhir dimulai dari Jin Gang Bashi sampai Da Baji perform. Perform, koreksi, lalu peragaan para tetua bergantian untuk menunjukkan “seharus”-nya bagaimana.

Shifu Kai menjelaskan aplikasi lain dari Pi Shan Zhang
Shifu Kai menjelaskan aplikasi lain dari Pi Shan Zhang

Tentu saja ini membuat saya dan Shifu saya kikuk. Alhasil semua tetua menghujani kritik hahaha. Namun hal yang menarik saat Shitaiye memberikan koreksi dan masukan, juga para tetua lain. Ini akan menjadi pengalaman dan pelajaran bermanfaat bagi saya dan perkembangan Kungfu Baji saya pribadi.

GM Wei menjelaskan beberapa hal terkait Jin Gang bashi
GM Wei menjelaskan beberapa hal terkait Jin Gang bashi

Mungkin anda berpikir menyenangkan ke China, bertemu dengan para tetua dan berlatih bersama mereka. Tentu saja hal ini membuat saya malu, dan merasa kerdil kepada kemampuan saya. Saat Shiye Feng yijie perform pun beliau kena kritik. Padahal beliau setiap hari ketemu dan puluhan tahun berlatih dengan Shitaiye.

Hei! Ini kan hakikatnya belajar? Kita latihan karena kita suka kungfu bukan untuk pamer-pameran atau bangga-banggaan lineage. Jadi bagi saya So What? saya tetap akan menjalani, karena ini bagian dari proses. Saya suka Kungfu dan ini memang yang harus saya jalani untuk menguasai apa yang saya suka kan?

Dewa Tombak Li Shuwen

GM Wei memberikan arahan permainan Tombak Kungfu Baji keluarga Zhang
GM Wei memberikan arahan permainan Tombak Kungfu Baji keluarga Zhang

Setelah dilakukan evaluasi. Kami memulai dengan koreksi latihan tombak Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Alhasil menurut beliau …uhuk! kurang memuaskan, lalu Shitaiye menjelaskan beberapa point penting. Kemudian beliau mengatakan pada saya “Jangan takut salah! Yang penting latihan terus!”

Memang kadang kita takut salah, terlalu banyak teori yang dipikirkan sehingga akhirnya kita malah ga latihan dan berhenti latihan. Seperti halnya saudara-saudara saya di PEAS saya juga tekankan hal demikian kepada mereka agar jangan takut salah, dan latihan sebisanya.

"<yoastmark

"<yoastmark

"<yoastmark

Karena saya agak pe’a, jadi GM Wei terpaksa harus turun tangan mengarahkan saya langsung. Menggerakkan badan saya agar gerakan benar. Saya yang baru tau bagaimana tombak baji sebenarnya melepuh juga tangannya hahaha 😀 tapi sekarang setelah puluhan kali bahkan ratusan kali latihan sudah terbiasa.

Namun demikian saya masih jauh dari sempurna, bahkan masih jauh dari dikatakan benar 🙂

 

Murid GM Wei membimbing saya melakukan La-Na-Zha Kungfu Baji
Murid GM Wei membimbing saya melakukan La-Na-Zha Kungfu Baji

Untuk beberapa saat saya dibiarkan latihan sendiri, menghayati ajaran beliau. Kemudian salah satu muridnya datang mengkoreksi dan menjelaskan lagi kepada saya hal yang kurang lebih serupa.

Jurus Tombak Kungfu Baji Keluarga Zhang

GM Wei Memperagakan Baji Liuhe Qiang
GM Wei Memperagakan Baji Liuhe Qiang

Kemudian GM Wei menyuruh saya mengikuti beliau. Beliau memperagakan rangkaian jurus tombak Kungfu Baji. Saya mengikutinya tapi agak kesulitan. Karena dasar-dasarnya pun belum menguasai. Namun demikian dia memperagakan dan disuruh mengikutinya.

Shiye Feng Yijie menjelaskan Permainan Qiang Shu Kungfu Baji
Shiye Feng Yijie menjelaskan Permainan Qiang Shu Kungfu Baji

Di tengah pelajaran itu Shiye Feng Yijie memberikan pengarahan. Membantu saya lebih ke arah dasar-dasarnya menjelaskan secara perlahan lagi, pemahaman dan permainan jurus dasar dengan lebih perlahan. Tentunya beliau juga memberikan contoh.

Shiye Feng Yijie mengarahkan Qiang Shu Kungfu Baji
Shiye Feng Yijie mengarahkan Qiang Shu Kungfu Baji

Sampai akhirnya pun Shiye Feng Yijie memandu saya langsung dengan gerakan seperti GM Wei…. hahaha 😀 gawat juga udah diajarin banyak tetua masih susah nangkap. Tapi jangan khawatir, saya akan menunjukkan kemajuan saat datang lagi, begitu janji saya dalam hati.

Kita adalah Satu Keluarga

Besoknya kamu berencana meninggalkan Qin Huang Dao, menuju Dingzhou untuk bertemu dengan para guru kami yang lain. Pada kesempatan itu Shitaiye Wei mengajak kami sekeluarga beserta Shifu untuk makan siang bersama. Hadir juga pada kesempatan itu Shitaini (buyut perempuan).

Pada kesempatan itu salah satu murid senior Shitaiye Wei menjelaskan kepada saya tentang penempaan tubuh dan sparring dalam Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Beliau menjelaskan sparring gak lepas dari penempaan di Kungfu Baji, penempaan organ tubuh (kebal) dan bagian tubuh yang digunakan untuk memukul.

Beliau bilang “pukul perut saya!” lalu saya memukul perutnya. Dia bilang “sekuat kamu! Yang keras!!”, Lalu shifu menyela pembicaraannya “Martin, Master bilang yang keras. Gunakan Pukulan terbaikmu!” saat itu saya hanya memikirkan “Cheng chui” saya pukul dengan jurus Cheng Chui terbaik yang saya bisa.

Shiye hanya tertawa tak bergeming. Lalu ia hanya menyentuh saya dengan pukulan ringan. Perut saya mules dan sakit sekali sesaat. Lalu sambil tertawa Shiye bilang, “Sparring, gak lepas dari penempaan”.

Lalu kami makan siang bersama dengan penuh kekeluargaan dan kehangatan. Shitaiye bilang, “setiap tahun kamu datang ke sini, saya pasti ajarin kamu. Jangan sampai kamu tinggalkan Qin Huang Dao tanpa mendapat apa-apa”

Keluarga besar Kungfu Baji Delapan Mata Angin aliran Zhang Qin Huang Dao
Keluarga besar Kungfu Baji Delapan Mata Angin aliran Zhang Qin Huang Dao

Shitaiye lalu bilang di penghujung acara, “我们都一家”, “kita semua satu keluarga, setiap ke sini jangan sungkan datang (mampir)”. Lalu Shitaiye memberi julukan ke anak saya “八极小朋友” (teman Baji kecil). Perpisahan penuh dengan kehangatan dan haru. Perlahan taxi kami menjauh, orang-orang tua itu masih melambaikan tangan pada kami dari kejauhan.

Dalam hati saya berkata, “Shitaiye, saya pasti akan kembali”. Sambil elus kepala anak saya berkata dalam hati, “Kita akan kembali, kamu tau menemui siapa di sini, kita ada keluarga di sini. Ada kakek, buyut dan Paman-Paman”

 

#delapan_mata_angin #delapanmataangin #bajiquan #kungfu #martialarts #selfdefense #baji #gongfu #chinesemartialarts #cma #traditionalmartialarts #fighting #combat #jakarta #indonesia #kungfujakarta #kungfujkt #kungfujkt #kungfuplm #peasindonesia #kenjigoh

Rahasia Sehat, Panjang Umur Tanpa Pantangan

Siapa Beliau

Kami memanggil beliau nainai (奶奶), nenek dalam bahasa mandarin. Sekarang di PEAS belajar Taichi hampir setahun lamanya. Beliau bisa banyak dialek mandarin termasuk mandarin, khek, hokkian dan entah berapa banyak lagi. Semangat latihan, kuat jalan kaki, dan masih sehat. Beliau agak kesulitan bahasa “Indonesia”, pilihannya ya yang saya sebut di atas.

Ya sudahlah saya ngomong pake mandarin, dan kelas agak-agak bilingual 😂😂 Karena Ngomong sama Nainai pake mandarin, Ai satunya ikut ngomong mandarin. Mandarin saya ancur, Alhamdulillah ada teman latihan ngobrol 🤗

Nainai suka banget belajar Taichi, kemana-mana ngomongin taichi kata cucunya. Kata cucunya sampe chat lintas daerah, propinsi, dan antar negara ngomongin Taichi 😅😅🤣

Nainai ini bisa “Zhan zhuang” selama 30 menit tanpa goyang, dan tanpa tangan pegal atau turun …. NAH KALIAN yang muda gimana?? 🤔

Usia beliau sekarang 85 tahun, kuat jalan jauh, naik tangga 17 lantai setiap hari, hiking udah jadi kegiatan favorit. Oh ya, dia hobby hiking katanya. Sekarang belajar Taichi jadi hobi barunya.

Rahasia Sehat dan Panjang Umur

Nainai, dia kasih tau kami resepnya. Katanya ga suka makan sayur, ga suka makan buah, ga ada pantangan makan dan sehat selalu.

Dia bilang kuncinya bukan di makanan, tapi di pikiran dan banyak “berdiri”. Dia bilang, setiap hari dia sejak kecil banyak jalan. Dan sejak muda membiasakan diri berjalan dan berdiri.

Beliau mebeberkan rahasianya, setiap hari dia melakukan tidak duduk sebelum jam 4 sore sejak bangun tidur pagi setiap harinya. Membersihkan sendiri rumah bahkan di usianya ini.Apapun aktifitas dilakukannya sambil berdiri sebelum jam 4 dia duduk sejenak dan berdiri lagi.

Saya berpikir kalau sudah tua nanti bisa seumur beliau sehat saja sudah syukur bagi saya, kenikmatan terbesar ga merepotkan anak cucu. Bisa urus diri sendiri, dan punya aktifitas rutin taichi 😊

Do’a saya, semoga Nainai panjang umur, sehat selalu, bahagia selalu. Amiin

Ohhh… dia kuat Zhan zhuang 30 menit tanpa brenti, satu kaki bisa 10-15 menit. Tanpa latar belakang pernah belajar beladiri apapun 🤣😂

MALU DEH yang muda-muda!

Semua Ada Di Pikiran Kita

Karena usia beliau yang sudah sangat senior, beliau memiliki keterbatasan gerakan dan menghapal gerakan. Namun itu gak membuatnya surut. Dia terus mengikuti gerakan dan merekam gerakan saya dengan video dan foto-foto untuk dia pelajari di rumah untuk belajar Taichi.

Untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah lanjut usia atau pun bermasalah dengan mengingat. Sebenarnya ga perlu khawatir. Karena tubuh kita memiliki yang namanya memory muscle yang akan merekam gerakan kita seperti apa.

Mau bukti?

Walau pun kita udah susah mengingat pelajaran baru. Tapi kita kan walau udah pelupa ga bakal lupa cara makan, atau cara berjalan khan? Padahal kita belajar makan dan berjalan saat masih balita lho?

Begitu juga latihan Taichi, kalau emang sulit mengingat ya dilakukan saja, ikuti instruktur sebisa mungkin berulang-ulang. Insya allah nanti juga badan kita paham, dan akan tau sendiri bagaimana musti bergerak.

Kami ada pengalaman, seorang Bapak penderita Parkinsons berlatih kurang lebih 2 tahun lebih. Dia memiliki masalah short-memory loss. Dia hanya mampu mengingat dalam waktu pendek. Di kelas dia hapal beberapa kali ulang, nanti di rumah dia lupa. Minggu depan datang ke kelas dia ulang lagi.

Sekitar satu tahun lebih saya sengaja membiarkan dia berlatih sendiri dan bergerak. Lalu saya tertegun, saya bilang, “Bapak bisa gerakan jurusnya sampai habis dengan benar lho?! Padahal Bapak mengeluh punya ingatan jangka pendek saja”. Lalu dia terkejut dan tertawa. Saya bilang, “Itu badan Bapak merekam gerakan yang kita ulang-ulang terus. Memang walau lebih lambat dari memory ingatan tapi itu akan lebih lama tertanam”

Begitu juga Nainai, dia orang yang have fun kemana pun bersama anak-anak dan cucu-cucunya. Walaupun beliau tertimpa musibah yang cukup “berat” dalam satu tahun sebelumnya. Dia mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang dia suka. Dia bilang ke saya, “Sefu, semuanya ada dipikiran kamu!”

Keluarga Baru

Nainai sangat rajin belajar Taichi, walau dengan keterbatasan usia dan kemampuan mengingat. Namun dia pantang menyerah. Bagi beliau PEAS adalah keluarga barunya. Sama seperti saudara-saudara, Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah tahunan berlatih bersama. Bagi kami PEAS adalah keluarga.

Suasana kekeluargaan dan penuh keakraban yang membuat kami solid dan kompak, saling mendukung satu sama lain.

Bahkan dia bikin selamatan kecil bersama Saudara-saudara saya di PEAS sebelum saya pergi ke Tiongkok yang lalu 😊

Di Perguruan Energi Alam Semesta, “yes, we are not brother in blood, but brother in soul”

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichijkt #taichiplm

Prestasi

Sejak awal berdirinya PEAS telah banyak prestasi yang diukir. Baik dalam bidang Push Hands ataupun ketangkasan jurus baik Taichi atau pun Kungfu Baji. Ke depannya kami akan senantiasa terus berkarya, bersinergi dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang memajukan beladiri nasional khususnya Kungfu dan Taichi.

Diantara prestasi yang pernah diraih adalah sebagai berikut:

2014

Meraih 1 medali perak, 5 medali perunggu dalam Open Tournament Push-hands ATNI. Saat itu persiapan hanya dua bulan, dan dengan materi pelajaran push-hands ala kadarnya. Untuk pertama kalinya sejak berdiri PEAS mengikuti Turnamen terbuka

Medali Perak Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perak Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perunggu Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perunggu Turnamen Push Hands ASTI Jaya

2015

Pada tahun ini sepi dengan event Turnamen. Sehingga kami tidak mengikuti turnamen apapun. Namun demikian pada Tahun ini PEAS diberikan kesempatan muncul ke beberapa event di antaranya Talkshow bersama IDI “Taichi dan Osteoarthritis”, Narasumber hari kesehatan sedunia di D’Terong Show Indosiar, Narasumber Metrotv B-health

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151103221105-255-89288/olahraga-pencegah-nyeri-sendi-berbahaya

2016

Tahun ini PEAS berkesempatan diliput MNCLife dalam acara Community

Meraih medali 2 perak dan 2 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya

2017

Meraih medali 1 emas push hands dan 1 perak Taolu di Turnament Asosiasi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI). Ini adalah pertama kalinya PEAS mengikuti pertandingan Taolu dengan membawa Kungfu Baji, sekaligus memperkenalnya ke publik.

Medali EmasTurnamen Push Hands AKTI
Medali Perak Turnamen Push Hands AKTI
Medali Perak Turnamen Push Hands AKTI

Meraih medali 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya. Ini pertama kalinya PEAS memenangkan medali emas putri di ajang ini.

2018

Meraih medali 1 emas di nomor Sparring dan juara harapan di Push Hands di Turnamen Federasi Kungfu Indonesia (FKFI). PEAS Juga berturut serta menjadi bagia panitia penjurian dan Wasit pada nomor Taolu dan Push Hands.

PEAS Pada tahun ini mendapat kesempatan diliput oleh TransTV dalam acara Mamaku Hits bersama Mbak Iis Dahlia

Meraih medali 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya. Ini pertama kalinya PEAS memenangkan medali emas putra di ajang ini.

 

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi

Candranaya Push Hands Tournament 2018

Pada hari minggu lalu, 18 November 2018 telah dilakukan turnamen Push hands.  Beberapa saudara kami di PEAS menjadi Juara Push hands Tuishou di Jakarta pada kesempatan ini. Banyak wajah baru yang muncul, namun ada juga beberapa pemain lama.

Permainan berlangsung seru. Untuk anda yang belum mengetahui apa itu push-hands sport dapat dilihat di sini. Permainan kali ini berlangsung relatif cepat di tempat yang biasa kami gunakan di WTC Mangga Dua. Dari penyelenggara adalah sahabat-sahabat kami dari Taiji Candranaya pimpinan Laoshi Ayong.

Kali ini juga PEAS menyumbangkan pertunjukan grup Jurus meliputi Chen Style Taiji Jian (Pedang), Chen Style Taiji Quan Erlu (Pao Chui / Seri 2), Baji Duida (Sparring Form), dan Baji qiang (tombak)

Dokumentasi Video

Beberapa clip yang menayangkan suasana pertandingan dan jalannya pertandingan event tersebut dari Tim kami. Beberapa pertandingan sempat tidak terliput.

  1. Babak Penyisihan
    • Fixed Step

    • Moving Step
  2. Babak Semifinal
    • Fixed Step
    • Moving Step
  3. Babak Final
    • Fixed Step

 

Perolehan Medali

Dalam kesempatan ini, dikarenakan keterbatas waktu PEAS hanya mengirimkan 5 peserta dikarenakan kesibukan masing-masing personil. Dan mayoritas yang turun adalah pemain baru, wajah baru. Namun demikian hal itu tidak membuat mereka minder lantas bermain setengah hati. Dalam kesempatan ini PEAS memperoleh

  • 1 Medali Emas
  • 2 Medali Perak

  • 1 Medali Perunggu

Hal ini tentunya membuat saudara-saudara kami termotivasi untuk terus berlatih dengan tekun. Mencetak prestasi dan berusaha menjadi lebih baik. Begitu pun harapan kami para juara dapat mempertahankan bahkan meningkatkan lagi prestasi mereka di kancah pertandingan apapun yang kami ikuti.

Di PEAS mengukir prestasi tidak harus sparring, atau push-hands, prestasi bisa dicetak juga dengan taolu / pertandingan jurus, atau berpartisipasi pada organisasi beladiri atau kepanitiaan event tertentu. Jadi siapa pun, tua maupun muda dapat berprestasi dengan porsinya masing-masing.

Selamat bagi para juara!
Semangat bagi yang belum berkesempatan naik ke atas podium!

JIA YOU!!!

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi

‘Penetration Power’ dalam Bajiquan

Apa itu Penetrating Power

Pertama kali saya belajar Bajiquan, saya mengira tenaga yang digunakan adalah tenaga getaran yang menggetarkan tubuh dan membuat luka dalam. Mungkin ada aliran lain yang seperti itu, tetapi tidak begitu halnya dalam Bajiquan aliran kami. Di Kungfu Baji Delapan Mata Angin Power ini disebut Penetrating Power dalam bahasa inggrisnya. Beberapa aliran beladiri menggunakan tenaga getaran untuk memberi dampak merusak secara internal, bukan lebam atau memar seperti kena tinju di muka.

vibrating-power

“Penetration power”, adalah sejenis tenaga yg terjadi karena koordinasi badan yg tepat, yang mana tenaga ini sifatnya seperti merambat menembus permukaan merusak objek yang ada dibelakangnya. Sifatnya seperti menembus, tidak merusak objek di depannya, mengalir dengan halus, terlihat bagai “satu sentuhan ringan”. Shifu saya mengatakan ini teknik “rahasia” aliran kami. Tanpa ada ini! belum disebut kita melakukan Kungfu Bajiquan aliran ini.

penetration-power“Penetration Power” ini ada di setiap gerakan Baji aliran kami. Eksekusinya di akhir gerakan, bentuk tenaga seperti merambat merasuki objek yang menjadi sasaran. Latihannya sangat mudah. Cukup melatih “Side Stretch Punch” (Latihan San Chu Li) yang merupakan dasar dari latihan Baji aliran kami, biasanya kalau dilatih dengan serius “penetration power” bisa dikuasai dalam waktu 3-6 bulan, saya sendiri dibilang lulus (berhasil menguasainya) mendapat pengakuan Shifu setelah 2 bulan, dan diuji.

 

Pengujian

Pengujiannya sederhana, hanya dengan selembar kertas koran yg dilipat dua. Saya hanya perlu menggerakan “kua” sedikit, dan rahasia “40-60%”. ini juga menguji kekuatan putaran “Kua” kami dan seberapa relaks. Semakin anda bertenaga, semakin anda tidak bisa “melubangi” kertas koran itu. Kata Shifu saya, tenaga yg harusnya merambat melewati tangan kita, terhambat otot, jadi yang meluncur adalah tenaga otot yg berat dan lambat, sehingga akan “menghancurkan” kertas, atau malah “gak bisa melubangi”.

Tidak berlebihan kalau dikatakan “penetration power” ini dapat menembus baju besi sekalipun, karena tenaga ini tidak tertahankan. secara halus merambat, melakukan penetrasi jauh melampaui jarak pandang sasaran.

Ada 2 tipe jenis tenaga ini:

  1. Jarak Pendek
    yaitu hanya dengan menyentuh tangan ke objek (tentunya bukan “sentuhan biasa”)
  2. Jarak panjang
    Teknik serangan dalam jarak pendek, ditambah perenggangan tangan dan proyeksi tenaga ke balik sasaran yang terlihat.

Teorinya sangat mudah (tentunya gak bisa saya paparkan di sini, namanya juga “rahasia”). Tapi gak bisa dicapai tanpa latihan yang rajin dan mengulang-ulang sampai dapat “feel”-nya. Bagi saya cuman masalah “rajin” apa “enggak” saja. Percuma saja anda belajar jurus kalau tidak menguasai dasar ini, jurus anda kosong, anda tidak melakukan Bajiquan, hanya melakukan gerakan-gerakan yang mirip Bajiquan

Shifu saya mengatakan “Satu sentuhan ringan”, namun dapat melumpuhkan lawan dengan fatal!

Perguruan Energi Alam Semesta-宇宙混元氣武館

http://www.perguruanenergialamsemesta.com
http://www.indonesiabajitaichi.com
http://www.tokokungfu.com
FB : perguruanenergialamsemesta

Twitter : @MyEnergiAlam
Phone: +62-815-9396-122
e-mail: perguruanenergialamsemesta@gmail.com