Apa itu Kungfu

Awal Mula

Sekitar tahun 1990 adalah awal ketertarikan saya terhadap Kungfu. Karena Papa saya suka nonton film Kungfu, saya suka ikutan nonton sampai akhirnya saya pun suka. Saat itu jurus-jurus kungfu begitu memukau saya sehingga saya memutuskan untuk belajar Kungfu. Saat itu mencari perguruan bela diri kungfu itu sulit, macam macam beladiri seperti karate, silat, taekwondo yang akhirnya saya bergabung dan belajar taekwondo. Lumayan lama ikutnya. Akhirnya sekitar 1993 saya menemukan perguruan bela diri Kungfu Naga Mas yang tergabung di PB wushu indonesia dan bergabung cukup lama sampai 1998. Tahun 1993-an itu juga muncul komik Kenji yang membuka wawasan saya tentang Kungfu, walau sepenuhnya saya ga paham, dan awal ketertarikan pada Kungfu baji yang disebut Delapan Mata Angin. Saya tertarik dengan gerakan taichi dan jurus taichi, dan saya pikir ingin belajar belajar taichi. Saat ini kungfu indonesia sudah berkembang, perguruan bela diri Kungfu banyak dimana-mana dan mudah dijumpai.

Ilustrasi Kungfu Shaolin
Ilustrasi Kungfu Shaolin

 

Kungfu ,Taichi, dan Wushu

Saya dulu gak mengerti, saya berpikir bahwa Taichi adalah bagian dari Kungfu. Kungfu itu aliran utara dan selatan, dan Taichi adalah aliran Utara. Kungfu itu hanya Shaolin, Butong / Wudang, dan Taichi. Bahkan Wudang itu Taichi bagi saya. Bahkan walau saya ingin belajar Taichi masih berpikir seperti itu waktu masih di perguruan beladiri Kungfu. Kehadiran Komik Kenji membuka sedikit cakrawala pengetahuan saya, tapi ya hanya sebagian sih. Karena saya masih dengan pemahaman yang dianut banyak teman saya saat itu.

Atlit Wushu sedang bertanding
Atlit Wushu sedang bertanding

Tahun 1998 saya ketemu Ko Welly, sebelumnya tahun 1996 bersahabat dengan sahabat Karib saya Hamdi sampai detik ini saya menulis. Sudah mulai terbuka pandangan saya. Ternyata Taichi itu bukan Kungfu, dan Wushu itu bukan Kungfu. Kungfu itu nama generik, seperti halnya orang kita memahami Silat…ya Silat saja! Ternyata silat itu nama umum. Kungfu ternyata seperti nama “makanan Padang”, ada rendang, gulai ayam, perkedel, telor balado, dll (jadi lapar ya?!). Seperti itu Kungfu, ada Kungfu Baji, Xingyi, Xin yi, Bagua, Pikua, Tongbei, dll. Dan uniknya Taichi bukan bagian dari Kungfu, merupakan beladiri tersendiri. Seperti Amengan dan Silat yang berbeda, tidak bisa dikategorikan.

Shifu Ma memperagakan Taichi
Shifu Ma memperagakan Taichi

Sejak itu saya baru paham kalau Kungfu itu adalah sebutan generik beladiri Tiongkok. Sedang Taichi bukan Kungfu, ini pun saya ga paham kenapa hahaha ….

 

Wushu, dan Kungfu (Gong Fu)

Pertanyaan usang “apa bedanya Kungfu dengan Wushu?” Dalam benak saya sejak awal, Kungfu adalah bentuk Tradisional, berisi detil dan penempaan masing-masing jenis beladiri Kungfu yang dilatih itu sendiri. Wushu lebih kepada keindahan koreografik. Dan pemahaman yang sama diajarkan oleh Guru Taichi saya, dan sebagian besar kawan-kawan di pergaulan beladiri.

Ilustrasi GM Wuzhong melakukan jurus Shuang Chenzhang
Ilustrasi GM Wuzhong melakukan jurus Shuang Chenzhang

Pelatih Wushu saya mengatakan hal yang berbeda, sama seperti beberapa pelatih wushu saya sebelumnya. Yang benar adalah “Wushu”, artinya “Seni berperang”. Kalau “Kungfu” itu lebih kepada “keahlian”, lalu ia bilang seperti koki kungfu memasaknya bagus, atau keahlian lainnya. Termasuk Wushu juga keahlian. Belakangan nanti saya waktu ke China lagi tahun 2017 baru tau, definisi ini lebih “sangat” mendekati benar.

Tahun 2017, saya pergi ke China untuk sekian kalinya untuk berlatih. Tiba saat Shalat Jumat di Tianjin, saya mensambangi mesjid Agung Tianjin Gerbang Barat. Di Tianjin di daerah distrik Muslim ada dua mesjid Agung. Karena Distrik Muslim ini berada di pusat kota dan sangat luas. Satunya Mesjid Agung Tianjin yang bangunannya lebih tradisional, dan Mesjid Agung Tianjin Gerbang Barat yang bangunannya lebih kontemporer seperti kebanyakan masjid di Indonesia dengan kubah. Kalau di Mesjid Agung Tianjin Adzan menggunakan seruan Adzan selayaknya di Indonesia, dengan speaker. Mesjid Agung Tianjin Gerbang Barat menggantinya dengan Sirene Kebakaran.

Sebelum sholat saya sempat menikmati pemandangan mesjid sebentar, ada madrasah juga dan ruangan Takmir. Karena perbedaan mahzab, saya masih ga tau mesjid ini adzan jam berapa, dan yang satunya jam berapa. Saya datang kecepatan untuk Sholat Jumat, karena pada musim panas sekitar 13.30 atau 14.00 siang baru adzan. Saya duduk di depan madrasah yang kosong karena tidak ada kegiatan. Seorang muda, kayaknya imam karena dia pakai gamis putih dan sorban dililit di kepala menghampiri saya.

Tahun 2017 setahun lebih saya sudah kursus mandarin, dibanding 2016 saya belum belajar sama sekali benar-benar kesulitan. Kali ini agak mendingan “kesulitannya” hahaha 😀

Imam    : 赛辆幕!你从哪国?( Assalamu’alaikum! Kamu dari mana? )
Saya      : Wa’alaikumsalam,我丛印尼 (dari Indonesia / Yinni, adalah kependekan Indonesia dalam bahasa Mandarin)
Imam    : 印度吗?(Hindia kah? Karena kepanjangan Indonesia, Yin du ne xi ya orang China sering tertukar dengan India yang kependekannya ‘Yindu’)
Saya      : 不是,印尼国。那是印度呢西亚,那就马来西亚的下面 (bukan, Indonesia, itu Indonesia. Di bawah langsungnya Malaysia…. Karena orang China lebih tau Malaysia daripada Indonesia)
Imam    : 哦!你在这儿作什么工作? (Oh! Kamu di sini kerja profesi apa? )
Saya      : 我学习功夫吧 (Saya belajar Kungfu)
Imam    : 做什么功夫?什么工作?(Kerjain ‘keahlian’ apa? Profesi apa? )
Saya      : 八极拳功夫,你知道吗?(Kungfu Bajiquan, anda tau?)
Imam    : 八极拳是什么工作?(Bajiquan itu profesi apa?)
Saya      : 那个是功夫 (Itu Kungfu)
Imam    : 那是什么工作?(Itu profesi apa?)
Saya      : 啊。。。我意思,我在这儿学习武术 (ah….maksud saya, Saya di sini belajar Wushu … tiba-tiba ingat perkataan pelatih Wushu saya)
Imam    : 啊,明白了!武术?什么武术?(ah! paham sudah! Wushu? Wushu apa?)
Saya      : 八极拳。你知道吗?(Bajiquan. Kamu tau?)
Imam    : 知道了。我的兄弟都在孟村镇练八极。有时间你一定去那儿!(Tahu donk. Saudara saya di Mengchun semua latihan Baji. Kalau ada waktu, kamu harus ke sana!)
Saya      : 明白了,孟村。我应该去那儿以后。(Saya paham, Mengchun. Saya seharusnya ke sana nanti)

Adzan berkumandang, Imam tadi mempersilahkan saya Wudhu di tempat Wudhu dan masuk ke ruang Sholat. Setelah pulang saya memandangi halaman dan orang-orang bertegur sapa satu sama lain dengan ramah. Dalam benak saya “ohhh…. Wushuuuuu”. Sejak saat itu di China saya menggunakan istilah “Wushu”.

Pemandangan setelah solat berjamaah di EMsjid Agung Timur Tianjin
Pemandangan setelah solat berjamaah di EMsjid Agung Timur Tianjin

Apalagi ini ‘Guoshu’?

Saya tau artinya, “Seni negara” di beberapa perhelatan sering menggunakan “Guoshu” selain “Wushu”. Saya pun heran, apa itu “Guoshu” dan “Wushu”. Wushu saya tanyakan kepada senior saya di Tianjin yang bisa bahasa Inggris. Dia bilang, “Kungfu refers to ‘Tradisional Wushu’, both traditional and modern called ‘Wushu’. But standardize Traditional form called ‘modern Wushu’. Taichi also kind of Wushu. Kind of Chinese Martial Arts, means Chinese Treasure”. Ok! Jadi saya paham, yang dimaksud Wushu di Indonesia ini adalah modern Wushu sedangkan yang tradisional yang biasa kita sebut Wushu adalah Modern Wushu. Tradisional Wushu mereka sebut dengan 传统武术. Jadi kalau lihat ada tulisan 传统武术 (Chuan Tong Wushu) artinya event Kungfu / Wushu Tradisional.

Ilustrasi kompetisi Kungfu Baji
Ilustrasi kompetisi Kungfu Baji

Lalu apa pula ‘Guoshu’? Saya pikir hanya sekedar istilah untuk ajang perhelatan beladiri. Dari buku “The Creation of Wingchun”ditulis berdasarkan penelitian Benjamin N. Judkins and Jon Nielson. Buku ini menarik, hasil penelitian mereka di China tentang terbentuknya Kungfu Wingchun, dan beberapa mitos dan hoax. Tidak ada jurus, hanya sejarah, namun alurnya enak dibaca. Saya juga jual buku ini lho?! Ini buku bacaan WAJIB para penggemar Wingchun menurut saya, pemerhati beladiri Tiongkok juga ya?!

Di buku itu, mereka menulis begini urutan bentukan terminologinya

Quan Bang / Cien Pang (pukulan dan tongkat) => Guoshu / kuo shu (seni negara / nasional) => Quan Fa / Cien Fa ( system pukulan) => Wushu => Gong fu / Kung fu

Perubahan istilah ini terkait dengan pergolakan politik, perubahan sistem pemerintahan. Dan peran serta kiprah Bruce Lee dalam mempopulerkan Kungfu ke dunia.

Quan Bang ini sangat langka. Saya sendiri baru tau, istilah ini digunakan pra-dinasti Qing, sebelum China dikuasai Manchuria. Berubah menjadi Guoshu, untuk menunjukkan identitas dan nasionalisme dalam penjajahan dinasti Qing. Lalu sempat menajdi Quan Fa, namun ga lama. Istilah Quan Fa ini, masih dipakai dalam pengajaran Teknik Memukul, namun bukan istilah umum. Istilah Wushu, adalah seni-berkelahi, yang muncul di era pemerintahan komunis. Gunanya menjadikan beladiri menjadi aset budaya, dan membuatnya lebih ke arah seni dan eksibisi ketimbang pertarungan hidup-mati atau perlawanan. Namun demikian, komunitas Tradisional masih suka memakai istilah Guoshu untuk membedakan dengan Wushu modern.

GM Ma Fengtu Kungfu Baji, Pendiri Provincial Ganshu Guoshu Institute, President of The Ganshu Provincial Association for Promotional of Islamic Education
GM Ma Fengtu (Kiri) Kungfu Baji, Pendiri Provincial Ganshu Guoshu Institute, President of The Ganshu Provincial Association for Promotional of Islamic Education

Lalu bagaimana dengan Kungfu? Wushu diperkenalkan oleh Bruce Lee ke dunia melalui film-film Hollywood yang dia bintangi dan terkenal ke seantero dunia. Bruce Lee menyebut “Kungfu” sebagai keahlian berkelahi yang dia miliki. Bahkan beberapa orang mengatakan karena merk sepatu yang dipakai Bruce Lee bermerk Gong Fu. Sejak itu Wushu dikenal dunia dengan sebutan ‘Kungfu’. Anggapan ini nampaknya juga bukan sengaja dibuat Bruce Lee, namun karena persepsi dan anggapan. Karena BOOMING Film Ip Man, lalu Wingchun menjadi terkenal. Kalau melihat trend pencarian search engine orang mengkonotasi kan Wingchun setara dengan Kungfu. Bahkan Kungfu disamakan dengan Karate dalam persepsi umum secara data. Orang bule masih banyak yang menganggap Karate sama dengan Kungfu.

 

Manfaatnya bagi kita

Di Indonesia istilah Kungfu dan Wushu menjadi perdebatan panjang dan telah mendarah-daging kesalahan ini. Bagi kita ga terlalu signifikan, belum istilah-istilah seperti Kuntao yang turut meramaikan urusan istilah demi istilah ini. Tahun 90-an akhir, Wushu di Indonesia pun baru mulai diperkenalkan dan populer dengan kemunculan cabang olahraga Wushu di perhelatan akbar seperti PON atau serupa. Sekarang Wushu masuk cabang internasional.

Hanya saja, bagi saya pribadi. Saya tau “kapan” saya pakai Wushu atau Kungfu. Jadi kalau di Indonesia kalau diajang keindahan gerak saya sebut Kungfu, untuk permainan modern standar seperti Chang Chuan, Nan Chuan, dll. Sedang nomor tradisional non-standar disebut Kungfu. Perguruan bela diri Kungfu pun permainannya saya sebut Kungfu.

Saat di China saya sebut Wushu dan Chuan Tong Wushu agar tidak timbul kesalahan persepsi dalam satu perbincangan. Itu pun dilihat juga dalam konteks dan komunitas semacam apa saya terlibat pembicaraan.

GM Ma Xianda dan Muhammad Ali
GM Ma Xianda dan Muhammad Ali

 

#Kungfu #Wingchunkungfu #Kungfulife #Kungfuschool #Kungfustyle #Kungfushaolin #Kungfutraining #Kungfuwushu #Kungfufilm #Kungfuindonesia #Kungfusanda #Kungfuclass #Kungfuwingchun #Wushu #Wushusanda #Wushuindonesia #Wushutaolu #Wushukungfu #Wushucompetition #Wushushaolinkungfu #Wushuchampionship #Wushushaolin #gongfu #kung_fu #wushu #wu_shu #taichi #taijiquan

Workshop Baji Kungfu di Medan November 2018

Latar Belakang

Dalam rangka melanjutkan pengembangan Delapan Mata Angin Baji Kungfu di Medan PEAS mengadakan pelatihan dua hari penuh berisi materi Jin Gang Bashi bagi anggota baru dan Xiao Baji bagi anggota lama. Workshop Kungfu Baji untuk menevaluasi tahunan hasil latihan PEAS Cabang Medan sekaligus pembinaan anggota baru agar mampu membangun pemahaman yang benar mengenai dasar Kungfu Baji yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran tersebut dilaksanakan kegiatan Workshop Kungfu Baji Delapan Mata Angin di Medan yang keempat yang mengundang keterlibatan para anggota yang memiliki latar belakang medis, militer maupun umum. Latihan juga memberikan pembekalan materi push-hands kepada para anggota baru maupun lama sebagai dasar kemampuan beladiri.

 

Sebagian anggota PEAS Medan
Sebagian anggota PEAS Medan

 

Metode Pelatihan

 

Latihan Zhan zhuang
Latihan Zhan zhuang

Kegiatan pelatihan dua hari yang berlangsung pada pada tanggal 24-25 November 2018 di Balairung Universitas Sumatera Utara ini bertujuan menghasilkan pembekalan materi latihan dan kunci-kunci penguasaan Kungfu Baji Delapan Mata Angin baik ditingkat dasar maupun tingkatan menengah yang akan berkelanjutan kepada pertemuan selanjutnya.

Pelatihan dilakukan secara interaktif dengan metode :

Edutainment

Materi yang diajarkan disampaikan dengan bahasa yang mudah dan umum. Istilah-istilah rumit disederhanakan sehingga semua peserta bisa memahami dengan sangat mudah. Interaktif bisa saling tanya jawab dengan pemateri. Menggunakan analogi-analogi untuk memahami prinsip-prinsipnya.

Experiential Learning

Menjelaskan pentingnya "anchor mind"
Menjelaskan pentingnya “anchor mind”

Setelah paparan materi peserta bisa langsung mencoba. Dengan pengawasan instruktur, dikoreksi gerakan demi gerakan. Gerakan sulit dipecah sekecil mungkin hingga diupayakan setiap peserta bisa melakukan gerakan secara staging.

Self Discovery

Setelah dipandu peserta diberikan kesempatan mencoba pelajaran yang diberikan. Dari mulai gerakan dasar yang sesuai panduan, copy-cat dari instruktur. Kemudian diberi kasus perkasus untuk mencoba pelajaran dalam segala kondisi yang memungkinkan untuk melihat sejauh mana setiap peserta memahami materi.

Role Play & Simulation

Latihan aplikasi setelah paham jurusnya. Kemudian variasi permainan dan simulasi dalam kondisi perkelahian. Dalam konteks tingkat dasar pengenalan melalui ajang push-hands ringan melalui kompetisi mini. Diharapkan peserta bisa mengaplikasikan pelajaran hari ini dalam konteks permainan ini.

 

Permainan Push hands yang seru
Permainan Push hands yang seru

Kontinuitas

Hingga saat ini peserta tetap dimonitoring perkembangannya secara remote melalui media group online yang dikelola oleh para instruktur yang berkompeten. Memantau perkembangan, memberikan koreksi, saran dan masukan.

Tim Tuishou PEAS Medan
Tim Tuishou PEAS Medan

 

Bersama Sahabat-sahabat penggiat Push-hands
Bersama Sahabat-sahabat penggiat Push-hands

Pada ajang kompetisi push-hands terakhir sebelum artikel ini ditulis PEAS Medan berhasil menjadi juara pertama pada ajang turnamen push-hands lokal di kota Medan. Kami akan datang lagi dalam waktu dekat untuk pembinaan dan pengembangan ilmu Kungfu Baji di Medan. HORAS!

Chandra / Sakti juara 1
Chandra / Sakti juara 1

 

Hasbi Juara 2
Hasbi Juara 2

 

#kungfu #gongfu #wushu #kung_fu #wingchunkungfu #kungfufighting #kungfulife #kungfumaster #kungfuschool #kungfustyle #kungfushaolin #kungfufighter #kungfutraining #kungfusansoo #kungfuwushu #kungfuindonesia #kungfusanda #kungfuclass #kungfuwingchun #kungfujakarta #bajiquan #bajiquanindonesia #bajiquanjakarta #kungfujkt #peasindonesia

Liputan Taichi dan Kungfu PEAS oleh detik.com

Pada kesempatan lalu #peasindonesia berkesempatan diliput oleh detik.com saat latihan taichi bersama.

Perguruan Energi Alam Semesta ini fokus pada bela diri taichi dan kung fu. Olahraga ini baik untuk tua dan muda yang mengalami gangguan pinggang dan lutut.

Latar Belakang

Komunitas atau Perguruan Energi Alam Semesta ini adalah perguruan yang fokus kepada dua seni bela diri, yakni taichi dan kung fu. Perguruan yang berdiri (go public) pada 23 November 2013 ini, sempat tidak diperuntukkan untuk umum di tahun 2003.

“Awalnya hanya untuk teman-teman sendiri untuk latihannya, lalu tahun 2013 atas saran dari guru saya, saya secara resmi membuka untuk umum biar lebih berkembang,” ungkap Martin Wong, selaku pemimpin Perguruan Energi Alam Semesta saat di temui di sela-sela latihan di Taman Jogging 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (17/11)

Manfaat Umum

Awal terbentuknya perguruan ini hanya berisi tiga orang, sebelum manjadi 50 orang hingga saat ini. Menurut Martin Wong, ternyata seni bela diri Taichi ini bagus untuk parkinson dan masalah persendian. “Biasanya kalau ada orang terkena gangguan pinggang dan lutut, dokter menganjurkan untuk mengikuti latihan taichi,” katanya.

“Awalnya saya tidak punya intens melatih untuk kesehatan, lalu saya coba dan ternyata bermanfaat bagi mereka,” tutur Martin. “Manfaat bagi saya mengikuti perguruan ini adalah yang pasti saya lebih rajin olahraga, dan buat tubuh saya lebih lentur,” ungkap Yuliana anggota dari perguruan ini.

Perkembangan

Perguruan ini sudah berkembang tidak hanya di Jakarta saja, Palembang, dan Medan.

Perguruan yang sudah memiliki berbagai prestasi ini, (terakhir meraih juara push hands taoulu dari turnamen Federasi Kungfu Indonesia) mempunyai harapan agar perguruannya bisa lebih berkembang dan lebih baik lagi.

 

Sumber : detik.com

#detik #detikcom #detikdotcom #detik #detiknews #detikinet #detiksport #detikhealth #taichi #taichichuan #taichijkt #taichijakarta #taichiforhealth #taiji #taijiquan #gongfu #kungfu #chikung #qigong #kung_fu #tai_chi #kesehatan #kesehatantubuh #kesehatanjantung #kesehatantulang #lutut #pinggang #belajartaichi #latihantaichi

Diajak Terbang oleh Sang Naga

Beliau adalah Grandmaster Wei Jiuru dari Kungfu Baji Delapan Mata Angin aliran Zhang. Saya mengenalnya tahun lalu melalui shifu saya. Beliau adalah putra dari pendekar tersohor Kungfu Baji Delapan Mata Angin di Tianjin Wei Hongbin. Sungguh kehormatan saya dikunjungi dan bertemu beliau. Dari beliau saya mulai mempelajari senjata yang sebelumnya diajarkan Shixiong saya, kemudian Shiye. Waktu pertama bertemu Shifu bilang “Kamu panggil dia Shitaiye (Buyut guru)”.

 

Saya dan GM Wei Jiuru
Saya dan GM Wei Jiuru

Ketukan Pintu di Sore Hari

Sore ini saya pulang dari shopping keperluan sehari-hari. Tiba-tiba GM Wei kirim saya weixin / wechat akan datang ke hotel saya, nanya nomor kamar hotel. Saya ga enak karena beliau orang tua, dan senior, apalagi pejabat di per-bajian. Saya bilang saya yang akan ke rumah beliau.

Dia tanya hotel dan nomor kamar saya sekali lagi. akhirnya saya beritahu. Dia bilang saya tunggu aja di hotel, dia akan datang paling lambat nanti malam.

Ya sudah, saya main sama anak, backup dokumentasi-dokumentasi latihan untuk oleh-oleh di Indonesia. Kamar berantakan, anak main dan istri leyeh-leyeh.

Kira-kira jam 4 ada yg ketuk kamar saya keras. Saya ga baca wechat Shifu, saya intip dari lubang pintu ada muka orang tua dalam hati saya kaget tersentak “SHIFUUUU dan GM WEIJIURU!!!! BENERAN!!!”

Akhirnya saya buka pintu, salaman, dan sungkem pada GM Wei. Istri saya tanya “Shifu, kalo kemarin Master Wang kita panggil Shiye (Kakek guru), beliau kita panggil apa?”…. Kata Shifu “panggil dia Shi-tai-ye” (buyut guru).

Saya ga nyangka, di usianya yang ternyata 76 tahun beliau penuh semangat dan waktu saya tanya. “Shitaiye ada sakit apa?” dia bilang “ga ada penyakit”, saya bilang “sehat banget shitaiye ini!”

Mustika Naga

Pembukaan ngobrol basa-basi dan rencana ke depan tentang pelajaran, dan pertemuan makan bersama dan latihan sebelum saya pulang ke Indonesia. Dibantu Shifu saya, Shifu pamit mau pulang duluan karena mau mandi dia bilang “Istrinya bisa mandarin koq, bisa bantu terjemahin kalo dia ga ngerti”.

 

Dia nujukkin ke saya kalo dia stalking saya, dia tunjukin saya dia save video putra saya perform tombak di wechat / weixin. Dia ketawa ngelihatnya lalu ngelus kepala anak saya, saya tanya “Kamu mau belajar Kungfu ya?” dia bilang “Gak mau belajar kungfu” 😂🤣😅

Udah 2-3 orang paling ngak nyuruh anak saya mulai belajar Kungfu Baji hahaha

Lalu obrolan tentang Baji mulai dibuka, dia bilang “kamu belajar apa aja sama saya, tinggal bilang!” itu rasanya buat saya kayak mimpi jadi nyata. Kemudian dia ngomong cepat, istri saya bilang “Shiye bilang, jangan sampai pulang dari qin huang dao dengan tangan hampa….”

Dia tanya saya belajar baji sampai mana? Saya jawab, xiao baji, da baji, liu dakai, duida, da qiang ga jelas….tuishou, kita main tuishou, dan sekarang Shifu Kai ajarin Sanda Baji pake power generating baji. Beliau bilang besok mau liat pencapaian saya, lalu lanjut latihan sama dia di taman.

Tie Shan Zhang dan VIP Pertandingan Baji di Shantung

Beliau bilang, “Baji turun temurun kami jadi penjaga kaisar, jadi penjaga pimpinan pemerintahan. Selalu ada orang kami di sana”. Lalu beliau cerita Tie-Shan-Zhang (telapak bijih besi), banyak salah kaprah orang tentang latihan ini katanya, salah kaprah bagian yang di latih juga. Besok dia kasih liat.

Shitaiye terakhir kasih tau saya ada pertandingan di Shantung, khusus Baji. saya boleh datang kalau mau. Katanya saya spesial di dunia baji, boleh ajak orang. Shitaiye lanjut, “kamu boleh ikut saya, duduk dengan saya di VIP”…. ini saya kayak mau loncat aja dari lantai hotel rasanya. Galau, saya udah beli tiket pulang, takut gak terkejar. Pertandingan tanggal 30-an di shantung.

Saya terpaksa ga bisa ikut beliau, karena harus pulang. Karena ada kelas dan ada kerjaan istri menunggu di Indonesia. Saya berjanji tahun depan datang lagi dan belajar lagi dengan beliau di sini. Akhirnya Shitaiye pamit pulang, beliau foto bareng saya dan meminta kami (saya dan istri) foto berdua, dia ingin menyimpan foto kami berdua buat kenang-kenangan.

Lalu beliau turun dan pulang jalan kaki, dengan cepat dan penuh semangat setelah saya antar sampai pintu keluar hotel. Dia orang besar, terkenal, selebritis, orang dalam sejarah kungfu Baji. Tapi rendah hati, penuh semangat, dan sopan sekali. Saya beruntung bertemu beliau. saya beruntung bertemu guru-guru Shifu saya, dan beruntung menjadi murid Shifu saya.

GM Wei mengelus kepala anak saya, kagum dengan performance nya di video
GM Wei mengelus kepala anak saya, kagum dengan performance nya di video

 

Disidang para Tetua

GM Wei memberikan arahan mengenai Jin Gang Bashi
GM Wei memberikan arahan mengenai Jin Gang Bashi

Pagi hari pertama kali itu, saya, Shifu, dan anak-istri saya dijemput Shitaiye sendiri yang membawa mobilnya. Saya diajak ke tempat latihan beliau. Saya menyangka akan bertemu banyak orang, berlatih bersama, dan melihat macam-macam latihan di sana.

Murid GM Wei membantu mengkoreksi Xiao Baji saya
Murid GM Wei membantu mengkoreksi Xiao Baji saya

Ternyata saya salah duga. Saat saya datang saya melihat sekelompok orang tua yang ternyata adalah murid-murid senior Shitaiye Wei. Mereka memperkenalkan diri satu persatu dengan ramah dan bersahabat. Namun nama orang China bagi saya gak jelas hahaha…. kayak kumur-kumur kalo nyebutin nama hahaha

Evaluasi Jin Gang Bashi oleh para tetua
Evaluasi Jin Gang Bashi oleh para tetua

Lalu Shitaiye bilang, “我们要对你问题到问题” Kami akan memperbaiki kamu masalah demi masalah. Akhir dimulai dari Jin Gang Bashi sampai Da Baji perform. Perform, koreksi, lalu peragaan para tetua bergantian untuk menunjukkan “seharus”-nya bagaimana.

Shifu Kai menjelaskan aplikasi lain dari Pi Shan Zhang
Shifu Kai menjelaskan aplikasi lain dari Pi Shan Zhang

Tentu saja ini membuat saya dan Shifu saya kikuk. Alhasil semua tetua menghujani kritik hahaha. Namun hal yang menarik saat Shitaiye memberikan koreksi dan masukan, juga para tetua lain. Ini akan menjadi pengalaman dan pelajaran bermanfaat bagi saya dan perkembangan Kungfu Baji saya pribadi.

GM Wei menjelaskan beberapa hal terkait Jin Gang bashi
GM Wei menjelaskan beberapa hal terkait Jin Gang bashi

Mungkin anda berpikir menyenangkan ke China, bertemu dengan para tetua dan berlatih bersama mereka. Tentu saja hal ini membuat saya malu, dan merasa kerdil kepada kemampuan saya. Saat Shiye Feng yijie perform pun beliau kena kritik. Padahal beliau setiap hari ketemu dan puluhan tahun berlatih dengan Shitaiye.

Hei! Ini kan hakikatnya belajar? Kita latihan karena kita suka kungfu bukan untuk pamer-pameran atau bangga-banggaan lineage. Jadi bagi saya So What? saya tetap akan menjalani, karena ini bagian dari proses. Saya suka Kungfu dan ini memang yang harus saya jalani untuk menguasai apa yang saya suka kan?

Dewa Tombak Li Shuwen

GM Wei memberikan arahan permainan Tombak Kungfu Baji keluarga Zhang
GM Wei memberikan arahan permainan Tombak Kungfu Baji keluarga Zhang

Setelah dilakukan evaluasi. Kami memulai dengan koreksi latihan tombak Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Alhasil menurut beliau …uhuk! kurang memuaskan, lalu Shitaiye menjelaskan beberapa point penting. Kemudian beliau mengatakan pada saya “Jangan takut salah! Yang penting latihan terus!”

Memang kadang kita takut salah, terlalu banyak teori yang dipikirkan sehingga akhirnya kita malah ga latihan dan berhenti latihan. Seperti halnya saudara-saudara saya di PEAS saya juga tekankan hal demikian kepada mereka agar jangan takut salah, dan latihan sebisanya.

"<yoastmark

"<yoastmark

"<yoastmark

Karena saya agak pe’a, jadi GM Wei terpaksa harus turun tangan mengarahkan saya langsung. Menggerakkan badan saya agar gerakan benar. Saya yang baru tau bagaimana tombak baji sebenarnya melepuh juga tangannya hahaha 😀 tapi sekarang setelah puluhan kali bahkan ratusan kali latihan sudah terbiasa.

Namun demikian saya masih jauh dari sempurna, bahkan masih jauh dari dikatakan benar 🙂

 

Murid GM Wei membimbing saya melakukan La-Na-Zha Kungfu Baji
Murid GM Wei membimbing saya melakukan La-Na-Zha Kungfu Baji

Untuk beberapa saat saya dibiarkan latihan sendiri, menghayati ajaran beliau. Kemudian salah satu muridnya datang mengkoreksi dan menjelaskan lagi kepada saya hal yang kurang lebih serupa.

Jurus Tombak Kungfu Baji Keluarga Zhang

GM Wei Memperagakan Baji Liuhe Qiang
GM Wei Memperagakan Baji Liuhe Qiang

Kemudian GM Wei menyuruh saya mengikuti beliau. Beliau memperagakan rangkaian jurus tombak Kungfu Baji. Saya mengikutinya tapi agak kesulitan. Karena dasar-dasarnya pun belum menguasai. Namun demikian dia memperagakan dan disuruh mengikutinya.

Shiye Feng Yijie menjelaskan Permainan Qiang Shu Kungfu Baji
Shiye Feng Yijie menjelaskan Permainan Qiang Shu Kungfu Baji

Di tengah pelajaran itu Shiye Feng Yijie memberikan pengarahan. Membantu saya lebih ke arah dasar-dasarnya menjelaskan secara perlahan lagi, pemahaman dan permainan jurus dasar dengan lebih perlahan. Tentunya beliau juga memberikan contoh.

Shiye Feng Yijie mengarahkan Qiang Shu Kungfu Baji
Shiye Feng Yijie mengarahkan Qiang Shu Kungfu Baji

Sampai akhirnya pun Shiye Feng Yijie memandu saya langsung dengan gerakan seperti GM Wei…. hahaha 😀 gawat juga udah diajarin banyak tetua masih susah nangkap. Tapi jangan khawatir, saya akan menunjukkan kemajuan saat datang lagi, begitu janji saya dalam hati.

Kita adalah Satu Keluarga

Besoknya kamu berencana meninggalkan Qin Huang Dao, menuju Dingzhou untuk bertemu dengan para guru kami yang lain. Pada kesempatan itu Shitaiye Wei mengajak kami sekeluarga beserta Shifu untuk makan siang bersama. Hadir juga pada kesempatan itu Shitaini (buyut perempuan).

Pada kesempatan itu salah satu murid senior Shitaiye Wei menjelaskan kepada saya tentang penempaan tubuh dan sparring dalam Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Beliau menjelaskan sparring gak lepas dari penempaan di Kungfu Baji, penempaan organ tubuh (kebal) dan bagian tubuh yang digunakan untuk memukul.

Beliau bilang “pukul perut saya!” lalu saya memukul perutnya. Dia bilang “sekuat kamu! Yang keras!!”, Lalu shifu menyela pembicaraannya “Martin, Master bilang yang keras. Gunakan Pukulan terbaikmu!” saat itu saya hanya memikirkan “Cheng chui” saya pukul dengan jurus Cheng Chui terbaik yang saya bisa.

Shiye hanya tertawa tak bergeming. Lalu ia hanya menyentuh saya dengan pukulan ringan. Perut saya mules dan sakit sekali sesaat. Lalu sambil tertawa Shiye bilang, “Sparring, gak lepas dari penempaan”.

Lalu kami makan siang bersama dengan penuh kekeluargaan dan kehangatan. Shitaiye bilang, “setiap tahun kamu datang ke sini, saya pasti ajarin kamu. Jangan sampai kamu tinggalkan Qin Huang Dao tanpa mendapat apa-apa”

Keluarga besar Kungfu Baji Delapan Mata Angin aliran Zhang Qin Huang Dao
Keluarga besar Kungfu Baji Delapan Mata Angin aliran Zhang Qin Huang Dao

Shitaiye lalu bilang di penghujung acara, “我们都一家”, “kita semua satu keluarga, setiap ke sini jangan sungkan datang (mampir)”. Lalu Shitaiye memberi julukan ke anak saya “八极小朋友” (teman Baji kecil). Perpisahan penuh dengan kehangatan dan haru. Perlahan taxi kami menjauh, orang-orang tua itu masih melambaikan tangan pada kami dari kejauhan.

Dalam hati saya berkata, “Shitaiye, saya pasti akan kembali”. Sambil elus kepala anak saya berkata dalam hati, “Kita akan kembali, kamu tau menemui siapa di sini, kita ada keluarga di sini. Ada kakek, buyut dan Paman-Paman”

 

#delapan_mata_angin #delapanmataangin #bajiquan #kungfu #martialarts #selfdefense #baji #gongfu #chinesemartialarts #cma #traditionalmartialarts #fighting #combat #jakarta #indonesia #kungfujakarta #kungfujkt #kungfujkt #kungfuplm #peasindonesia #kenjigoh

Wei Sang Penjaga Gerbang Terakhir

Pada perjalanan belajar Kungfu Baji Delapan Mata Angin kali ini adalah hal paling berkesan, dikunjungi “Sang Naga”. Beliau Adalah Grandmaster Wei Jiuru, putra dari Wei Hongbin (atau Wei Hong en?) penerus Kungfu Baji aliran Zhang, yang biasa kami sebut “men” 门 artinya “pintu”.

Shiye Feng yijie, Shitaiye Wei Jiuru, dan Shifu Saya
Shiye Feng yijie, Shitaiye Wei Jiuru, dan Shifu Saya

Seorang “men” Penjaga Gerbang

GM Wei memiliki sangat banyak murid, dan hanya beberapa murid dalam. Kungfu Tiongkok diajarkan secara turun temurun, ga ada buku panduan resmi mengenai silabus, hanya kurikulum dan materi. Diajarkan turun temurun melalui kedekatan murid dan guru, seperti layaknya keluarga.

Kemungkinan distorsi pengajaran karena perbedaan pemahaman sangat besar. Murid dalam itu ibarat anak-anak dari istri resmi, sementara yang murid luar ini anak dari istri-istri simpanan…. mirip-mirip legenda para Godfather mafia lah …. BAPAK-BAPAK MANA TEPUK TANGANNYA??

Bagi Shifu saya, Shiye Wang, walaupun mereka belajar dari jalur yang resmi. Bahkan Wang Shiye adalah murid langsung dan jatuhnya lebih senior dari GM Wei Jiuru, terhadap GM Wei Hong Bin dan Wei Hong En. Namun tetap saja dia bukan “men” yang ditunjuk / penerus resmi. Status beliau, saya dan shifu saya sama “pernah belajar”…TITIK…. Dan saya harap rekan-rekan ga usah berlebihan menganggap saya penerus baji aliran Zhang atau penerus GM Wei Jiuru.

Gak usah berkhayal, orang Indonesia jadi penerus resmi aliran. Karena syarat penerus resmi sih orang Tiongkok ASLI atau tinggal di sana. Kalo saya ngaku-ngaku asli bisa malu-maluin guru saya, saudara-saudara saya, leluhur-leluhur saya malahan. Sama aja menghina mereka!

Shitaiye Wei Jiuru dan Saya
Shitaiye Wei Jiuru dan Saya

Perbedaan “Men” dan Praktisi Biasa

Penerus resmi itu bukan “ngaku-ngaku” tapi diakui, dia memegang “Quan Pu”, buku yang diwariskan dari generasi ke generasi, namanya ditulis di buku itu oleh pendahulunya. Dibawa sampai dia mati diwariskan lagi. Jadi kalo ga punya Quan pu jangan ngaku-ngaku lah!

Buat orang-orang seperti saya, shifu saya adalah bebas mengotak-atik system. Karena kami bukan penerus resmi. Kami cuman pernah belajar dan memetik apa yang pernah kami pelajari untuk bekal kami di jalan kami sendiri. Jangan heran orang-orang seperti kami lebih open dan beranggapan “perbedaan itu indah”, menambah khazanah.

Berbeda dengan penerus resmi yang sifatnya penjaga tradisi dan kelestarian suatu keilmuan. GM Wei Jiuru adalah penjaga aliran, penjaga dari tangan-tangan usil otak-atik gatuk system, menjaga kurikulum tetap lengkap, pengajaran tetap sesuai seperti pendahulunya.

Dan satu lagi, mereka itu PALING BENAR, dan ga ada dalam kamus mereka “Perbedaan itu INDAH”…. cuman ada “dengan saya atau tidak sama sekali!”

Kenapa begitu? Egois kah? Atau berpikiran sempit kah? Kami paham, GM Wei memiliki banyak sekali murid. Kami cuman segelintir dari banyak muridnya itu yang beruntung berkesempatan belajar dengan beliau. Terbayang gak betapa hancurnya system yang dibangun puluhan, ratusan tahun kalau dia menerima adanya perbedaan??

Seorang “men” adalah acuan, kalau kita mau lihat yang PALING BENAR lihat lah pada “men”-nya. Seperti apa dia bergerak, posenya, posisi dan lain-lain. Semua tidak ada yang bisa membantah seorang “men”. Karena dia menjadi acuan praktisi di seluruh dunia selama mengaku berlatih di bawah alirannya.

Walaupun dalam pengajaran terjadi perbedaan, cara pemahaman, dan berakibat terjadi distorsi pada pengajaran penerus selanjutnya. Jika men yang sekarang wafat, makan acuan utama selanjutnya adalah si penerus resmi berikutnya. Walau pun berbeda dengan pendahulunya, wajib untuk diikuti dan dijadikan acuan standar semua praktisi di bawah alirannya.

Latihan di taman dekat rumah GM Wei bersama para tetua
Latihan di taman dekat rumah GM Wei bersama para tetua

Seorang Wei (魏) yang Menjaga Pintu Zhang (张)

GM Zhang Jingxing
GM Zhang Jingxing

Pada masa pergolakan rezim di Tiongkok, revolusi kebudayaan adalah satu momok bagi para pesilat. Tidak terkecuali kungfu Baji Delapan Mata Angin, keluarga Zhang dibantai sebanyak 3 keturunan, sehingga Zhang Yuheng dan keluarganya turut ikut dibunuh rejim yg baru berkuasa. Namun demikian salah satu keluarga Zhang sempat melarikan diri, lalu diselamatkan keluarga Wei. Kami sulit menemukan potret GM Zhang yuheng, namun hanya dapat potret dari kakeknya GM Zhang Jingxing. Beliau diturunkan ilmu Kungfu Baji dari kakeknya.

Keluarga ini disembunyikan oleh keluarga Wei dan mereka mengajarkan kungfu Baji Delapan Mata Angin mereka kepada Wei Brothers. Sebagai imbalan Wei brothers membantu mereka bercocok tanam. Kelanjutannya ga jelas keluarga Zhang ini gimana. Hanya keluarga Wei yg tau gimana mereka. Intinya keluarga Zhang sendiri hilang dari peradaban, dan wewenang pengajaran dilanjutkan Wei brothers. Sehingga Wei brothers di tianjin lebih dikenal sebagai penerus keluarga Zhang daripada Han. Namun demikian mereka mengasimilasikan Baji yang mereka peroleh menjadi bentuk yang kami latih. Bentuk aliran Han namun generating power aliran Zhang.

Wei brothers melakukan pengajaran secara tertutup, mereka tidak hidup dari mengajar beladiri, mereka pebisnis kuliner sukses di tianjin sampai akhirnya musibah penyakit merenggut nyawa mereka. Tongkat estafet pengajaran dilanjutkan oleh putra Wei Hong Bin (atau Hong En? ) yaitu Master Wei Jiu Ru yang masih melakukan pengajaran secara tertutup.

GM Wei Hong En
GM Wei Hong En

 

GM Wei Hong Bin
GM Wei Hong Bin

Wei yang Terakhir

Kemungkinan akan berakhir posisi Keluarga Wei, karena pengganti yang ditunjuk desas-desusnya adalah murid dalam beliau yang juga menjadi orang kepercayaan keluarga bernama Feng (Feng Yijie). Karena GM Wei tidak memiliki putra yang concern dan mendalami Kungfu Baji Delapan Mata Angin secara serius untuk meneruskan posisinya.

Berlatih dengan beliau sifatnya tertutup dan hanya mereka yang diakui keluarga. Sekali berlatih maka dianggap anggota keluarga. Beliau hanya mau bertemu jika atas referensi kenalannya, kerabat atau muridnya. Seperti saya misalnya. Seseorang boleh berlatih ilmunya, atas ijin beliau. Jika beliau sudah bertemu dan yakin mau menerima, maka dia akan mengatur pertemuan untuk latihan. Kalau bertemu pun tidak lantas beliau mengajak latihan, bahkan sekelas praktisi Kungfu Baji Delapan Mata Angin atau master beladiri terkenal sekali pun.

Shiye Feng Yijie dan GM Wei Jiuru di salah satu acara gathering Kungfu Baji
Shiye Feng Yijie dan GM Wei Jiuru di salah satu acara gathering Kungfu Baji

 

#delapan_mata_angin #delapanmataangin #bajiquan #kungfu #martialarts #selfdefense #baji #gongfu #chinesemartialarts #cma #traditionalmartialarts #fighting #combat #jakarta #indonesia #kungfujakarta #kungfujkt #kungfujkt #kungfuplm #peasindonesia #kenjigoh

Mendorong Bekasi dengan Taichi

Menularkan Virus Taichi di Bekasi

Minggu 25 November 2018, Masih bersisa semangat Taichi di Bekasi kemenangan dari 3 saudara Perguruan kami yang berhasil menggondol 1 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu bukan tidak mungkin menambah semangat dan motivasi kami Perguruan Energi Alam Semesta cabang Bekasi untuk berlatih. Istilahnya “kami pun tidak mau kalah di event berikutnya” hehehehe

 

Mencicipi Menu yang bernama Push Hands (Tuishou)

Memperkenalkan dua member kami Bang Bilal dan Bang Muhammad. Setelah latihan conditioning, berlatih jurus dan beberapa latihan prinsip Taichi, keduannya langsung saya coba untuk berlatih Push hand di bagian akhir. Lalu tampak di video ini memang luar biasa, apa lagi mereka hanya berlatih seminggu sekali. Tentu sudah pasti baru 4 pertemuan. Tp sudah tampak banyak kemajuan. Dua video ini adalah dimana latihan push hand dilakukan dengan “situasi biasa”.

Aturan yang Sederhana

Penasaran dengan kesiapan mereka di situasi yang berbeda. Lalu caranya mudah…saya tinggal sedikit menaikkan nada “MULAII” dan langsung keduanya terhipnotis bermain seperti di pertandingan. Sempat terlihat adrenalin permainan keduanya yang mulai naik, tiba tiba serangan cepat melesat ke wajah yang mirip pukulan…keduanya pun mulai menaikkan tingkat kehati hatian…saya langsung bilang “STOP”….kemudian saya bilang lagi “jaga dan control…MULAI” permainanpun makin memanas dan tingkat rasa yang cepat juga gerakan yang sekejab.

Nah kira kita itulah yang terjadi di pertandingan dan itulah yang bisa dimungkinkan dijalan. Keduanya pun selesai bermain tersenyum dan tos juga bersalaman. Tampaknya mulai menikmati permainan ini. situasi yang sesungguhnya harus di perkenalkan supaya tidak kaget saat di pertandingan. Control dan jaga itu sangat penting. Kalau begini terus tentu akan semakin ada peningkatan dan mudah mudahan bisa jadi juara di kesempatan yang akan datang. amiiin

 

* catatan…momen permainan yang serius itu memang tidak saya videokan

Disusun oleh,
Riyan Kurniawan
Pelatih Utama PEAS Bekasi dan HR Rasuna Said

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichibekasi #taichijakartaselatan #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichibks #bekasi #jakartaselatan

Rahasia Sehat, Panjang Umur Tanpa Pantangan

Siapa Beliau

Kami memanggil beliau nainai (奶奶), nenek dalam bahasa mandarin. Sekarang di PEAS belajar Taichi hampir setahun lamanya. Beliau bisa banyak dialek mandarin termasuk mandarin, khek, hokkian dan entah berapa banyak lagi. Semangat latihan, kuat jalan kaki, dan masih sehat. Beliau agak kesulitan bahasa “Indonesia”, pilihannya ya yang saya sebut di atas.

Ya sudahlah saya ngomong pake mandarin, dan kelas agak-agak bilingual 😂😂 Karena Ngomong sama Nainai pake mandarin, Ai satunya ikut ngomong mandarin. Mandarin saya ancur, Alhamdulillah ada teman latihan ngobrol 🤗

Nainai suka banget belajar Taichi, kemana-mana ngomongin taichi kata cucunya. Kata cucunya sampe chat lintas daerah, propinsi, dan antar negara ngomongin Taichi 😅😅🤣

Nainai ini bisa “Zhan zhuang” selama 30 menit tanpa goyang, dan tanpa tangan pegal atau turun …. NAH KALIAN yang muda gimana?? 🤔

Usia beliau sekarang 85 tahun, kuat jalan jauh, naik tangga 17 lantai setiap hari, hiking udah jadi kegiatan favorit. Oh ya, dia hobby hiking katanya. Sekarang belajar Taichi jadi hobi barunya.

Rahasia Sehat dan Panjang Umur

Nainai, dia kasih tau kami resepnya. Katanya ga suka makan sayur, ga suka makan buah, ga ada pantangan makan dan sehat selalu.

Dia bilang kuncinya bukan di makanan, tapi di pikiran dan banyak “berdiri”. Dia bilang, setiap hari dia sejak kecil banyak jalan. Dan sejak muda membiasakan diri berjalan dan berdiri.

Beliau mebeberkan rahasianya, setiap hari dia melakukan tidak duduk sebelum jam 4 sore sejak bangun tidur pagi setiap harinya. Membersihkan sendiri rumah bahkan di usianya ini.Apapun aktifitas dilakukannya sambil berdiri sebelum jam 4 dia duduk sejenak dan berdiri lagi.

Saya berpikir kalau sudah tua nanti bisa seumur beliau sehat saja sudah syukur bagi saya, kenikmatan terbesar ga merepotkan anak cucu. Bisa urus diri sendiri, dan punya aktifitas rutin taichi 😊

Do’a saya, semoga Nainai panjang umur, sehat selalu, bahagia selalu. Amiin

Ohhh… dia kuat Zhan zhuang 30 menit tanpa brenti, satu kaki bisa 10-15 menit. Tanpa latar belakang pernah belajar beladiri apapun 🤣😂

MALU DEH yang muda-muda!

Semua Ada Di Pikiran Kita

Karena usia beliau yang sudah sangat senior, beliau memiliki keterbatasan gerakan dan menghapal gerakan. Namun itu gak membuatnya surut. Dia terus mengikuti gerakan dan merekam gerakan saya dengan video dan foto-foto untuk dia pelajari di rumah untuk belajar Taichi.

Untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah lanjut usia atau pun bermasalah dengan mengingat. Sebenarnya ga perlu khawatir. Karena tubuh kita memiliki yang namanya memory muscle yang akan merekam gerakan kita seperti apa.

Mau bukti?

Walau pun kita udah susah mengingat pelajaran baru. Tapi kita kan walau udah pelupa ga bakal lupa cara makan, atau cara berjalan khan? Padahal kita belajar makan dan berjalan saat masih balita lho?

Begitu juga latihan Taichi, kalau emang sulit mengingat ya dilakukan saja, ikuti instruktur sebisa mungkin berulang-ulang. Insya allah nanti juga badan kita paham, dan akan tau sendiri bagaimana musti bergerak.

Kami ada pengalaman, seorang Bapak penderita Parkinsons berlatih kurang lebih 2 tahun lebih. Dia memiliki masalah short-memory loss. Dia hanya mampu mengingat dalam waktu pendek. Di kelas dia hapal beberapa kali ulang, nanti di rumah dia lupa. Minggu depan datang ke kelas dia ulang lagi.

Sekitar satu tahun lebih saya sengaja membiarkan dia berlatih sendiri dan bergerak. Lalu saya tertegun, saya bilang, “Bapak bisa gerakan jurusnya sampai habis dengan benar lho?! Padahal Bapak mengeluh punya ingatan jangka pendek saja”. Lalu dia terkejut dan tertawa. Saya bilang, “Itu badan Bapak merekam gerakan yang kita ulang-ulang terus. Memang walau lebih lambat dari memory ingatan tapi itu akan lebih lama tertanam”

Begitu juga Nainai, dia orang yang have fun kemana pun bersama anak-anak dan cucu-cucunya. Walaupun beliau tertimpa musibah yang cukup “berat” dalam satu tahun sebelumnya. Dia mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang dia suka. Dia bilang ke saya, “Sefu, semuanya ada dipikiran kamu!”

Keluarga Baru

Nainai sangat rajin belajar Taichi, walau dengan keterbatasan usia dan kemampuan mengingat. Namun dia pantang menyerah. Bagi beliau PEAS adalah keluarga barunya. Sama seperti saudara-saudara, Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah tahunan berlatih bersama. Bagi kami PEAS adalah keluarga.

Suasana kekeluargaan dan penuh keakraban yang membuat kami solid dan kompak, saling mendukung satu sama lain.

Bahkan dia bikin selamatan kecil bersama Saudara-saudara saya di PEAS sebelum saya pergi ke Tiongkok yang lalu 😊

Di Perguruan Energi Alam Semesta, “yes, we are not brother in blood, but brother in soul”

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichijkt #taichiplm

Di PEAS Semua bisa Berprestasi

Dalam beladiri biasanya “prestasi” diidentikan dengan anak-anak atau kaum remaja. Tapi tidak dengan di PEAS. Di perguruan kami baik tua-muda, ibu-ibu, eneng-eneng, jejaka, bapak-bapak siapapun bisa berprestasi dengan porsinya masing-masing. Beberapa bulan sebelum event pertandingan push-hands yang lalu kami membentuk tim Taolu, yang terdiri dari Tim Kungfu Baji dan Tim Taichi di Jakarta dulu saat ini. Ke depan akan kami kembangkan ke cabang-cabang lain, agar semua dapat menikmati suasana pertandingan dan adrenalin mengejar prestasi.

 

Latar Belakang

Jika buat anak-anak atau remaja, prestasi biasanya selain untuk meningkatkan rasa percaya diri, dapat juga membuat kebanggaan tersendiri bagi orang tua dan keluarga mereka. Begitu pun bagi Bapak-bapak dan Ibu-ibu, tentunya mereka akan sulit jika bersaing dengan para pemuda/pemudi bersaing jika harus pukul-pukulan, dorong-dorongan atau banting-bantingan. Terlalu besar resikonya.

Sejak beberapa bulan lalu, kami menetapkan pembentukan Tim Taolu / peragaan jurus baik Taichi maupun Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Sesuai rencana, Tim ini akan memulai perform di acara push-hands beberapa hari yang lalu. Dan kedepannya mereka akan mengisi acara-acara perhelatan beladiri lain.

Tim taolu ini bermaksud agar dapat memfasilitasi keinginan unjuk prestasi bagi Bapak-bapak, Ibu-ibu tidak terkecuali yang muda-muda juga untuk tampil dengan resiko yang minim. Tentunya merupakan kebanggaan bagi anggota keluarga menyaksikan Ibu / Bapak / Anak mereka tampil penuh percaya diri, apalagi dapat meraih prestasi tertentu.

 

Manfaat bertanding

Tidak jauh berbeda dengan manfaat berlatih beladiri itu sendiri, khususnya Taichi dari sisi kesehatan. Hanya saja manfaatnya menjadi lebih optimal dikarenakan individu yang bersangkutan merasakan faedahnya secara optimal. Karena tentunya target mengejar prestasi akan diikuti dengan kesungguhan berlatih daripada sekedar ikut-ikutan saja.

Percaya Diri

Untuk tampil di depan publik memiliki rasa percaya diri ekstra dan keberanian ekstra. Dengan tampil di depan publik maka kita akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya, berlatih dengan benar dan tekun. Menyimak pelajaran dan arahan di kelas. Mengulang-ulang di rumah bahkan. Mungkin saya audience tidak kenal dengan kita, namun ada sanak-keluarga kita menonton yang ingin merasakan bangga terhadap penampilan kita

Manfaat yang optimal

Berbeda dengan sekedar mengikuti gerakan di kelas. Biasanya tim performer mempersiapkan diri lebih matang, mereka berlatih bersungguh-sungguh di dalam kelas. Bahkan di luar kelas mereka tetap berlatih. Memperhatikan tiap detil gerakan agar kompak dan terlihat bagus. Hal ini tentunya membuat faedah gerakan menjadi lebih optimal karena hal-hal detil dilatih dengan lebih baik

Memiliki Orientasi

Kalau hanya sekedar ikut-ikutan latihan di kelas biasanya hanya sekedar ikut. Dirasa-rasa masalah kesehatannya hilang ya sudah. Kadang sekedar gerak-gerak biar ada olahraga (senam). Tapi berbeda dengan pertandingan, seseorang mempunyai target harus sampai dimana, harus seperti apa standarnya. Karena dalam pertandingan memiliki standar penilaian yang harus dicapai. Bahkan hanya untuk tampil peragaan pun harus kelihatan bagus dan kompak

Mencegah Demensia

Biasanya di atas 50 orang sudah mulai agak khawatir terserang demensia, apalagi terpikir mendekati pensiun. Namun dengan latihan Taichi bersama, otak akan dipaksa bekerja, mengingat, membuat simpul-simpul baru setiap kali belajar. Melatih utnuk mengingat, menghapal dan akhirnya menguasai. Jadi tidak ada kata “berhenti belajar”

Sosialisasi

Berlatih untuk tampil atau bahkan pertandingan. Ibarat anak-anak sekolah jaman dulu belajar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), berkelompok, berdiskusi, saling koreksi. Hal demikian membantu kemampuan kita bersosialisasi, kebersamaan, kekompakan satu sama lain. Karena kita sadar bahwa kemajuan tim adalah kemajuan bersama, satu tidak bagus tim tidak terlihat bagus. Hal ini menimbulkan empati antar sesama anggota dan memupuk rasa persaudaraan yang kuat dan ikatan batin.

Tim kami akan terus bertambah dan berkembang ke depannya. Dan akan terus mengisi event-event beladiri dimana pun kami bisa berkarya dan mengukir prestasi.

JIA YOU PEAS!!

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichijkt #taichiplm

Prestasi

Sejak awal berdirinya PEAS telah banyak prestasi yang diukir. Baik dalam bidang Push Hands ataupun ketangkasan jurus baik Taichi atau pun Kungfu Baji. Ke depannya kami akan senantiasa terus berkarya, bersinergi dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang memajukan beladiri nasional khususnya Kungfu dan Taichi.

Diantara prestasi yang pernah diraih adalah sebagai berikut:

2014

Meraih 1 medali perak, 5 medali perunggu dalam Open Tournament Push-hands ATNI. Saat itu persiapan hanya dua bulan, dan dengan materi pelajaran push-hands ala kadarnya. Untuk pertama kalinya sejak berdiri PEAS mengikuti Turnamen terbuka

Medali Perak Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perak Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perunggu Turnamen Push Hands ASTI Jaya
Medali Perunggu Turnamen Push Hands ASTI Jaya

2015

Pada tahun ini sepi dengan event Turnamen. Sehingga kami tidak mengikuti turnamen apapun. Namun demikian pada Tahun ini PEAS diberikan kesempatan muncul ke beberapa event di antaranya Talkshow bersama IDI “Taichi dan Osteoarthritis”, Narasumber hari kesehatan sedunia di D’Terong Show Indosiar, Narasumber Metrotv B-health

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151103221105-255-89288/olahraga-pencegah-nyeri-sendi-berbahaya

2016

Tahun ini PEAS berkesempatan diliput MNCLife dalam acara Community

Meraih medali 2 perak dan 2 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya

2017

Meraih medali 1 emas push hands dan 1 perak Taolu di Turnament Asosiasi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI). Ini adalah pertama kalinya PEAS mengikuti pertandingan Taolu dengan membawa Kungfu Baji, sekaligus memperkenalnya ke publik.

Medali EmasTurnamen Push Hands AKTI
Medali Perak Turnamen Push Hands AKTI
Medali Perak Turnamen Push Hands AKTI

Meraih medali 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya. Ini pertama kalinya PEAS memenangkan medali emas putri di ajang ini.

2018

Meraih medali 1 emas di nomor Sparring dan juara harapan di Push Hands di Turnamen Federasi Kungfu Indonesia (FKFI). PEAS Juga berturut serta menjadi bagia panitia penjurian dan Wasit pada nomor Taolu dan Push Hands.

PEAS Pada tahun ini mendapat kesempatan diliput oleh TransTV dalam acara Mamaku Hits bersama Mbak Iis Dahlia

Meraih medali 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu di Open Tournament Push-hands Candranaya. Ini pertama kalinya PEAS memenangkan medali emas putra di ajang ini.

 

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi

Candranaya Push Hands Tournament 2018

Pada hari minggu lalu, 18 November 2018 telah dilakukan turnamen Push hands.  Beberapa saudara kami di PEAS menjadi Juara Push hands Tuishou di Jakarta pada kesempatan ini. Banyak wajah baru yang muncul, namun ada juga beberapa pemain lama.

Permainan berlangsung seru. Untuk anda yang belum mengetahui apa itu push-hands sport dapat dilihat di sini. Permainan kali ini berlangsung relatif cepat di tempat yang biasa kami gunakan di WTC Mangga Dua. Dari penyelenggara adalah sahabat-sahabat kami dari Taiji Candranaya pimpinan Laoshi Ayong.

Kali ini juga PEAS menyumbangkan pertunjukan grup Jurus meliputi Chen Style Taiji Jian (Pedang), Chen Style Taiji Quan Erlu (Pao Chui / Seri 2), Baji Duida (Sparring Form), dan Baji qiang (tombak)

Dokumentasi Video

Beberapa clip yang menayangkan suasana pertandingan dan jalannya pertandingan event tersebut dari Tim kami. Beberapa pertandingan sempat tidak terliput.

  1. Babak Penyisihan
    • Fixed Step

    • Moving Step
  2. Babak Semifinal
    • Fixed Step
    • Moving Step
  3. Babak Final
    • Fixed Step

 

Perolehan Medali

Dalam kesempatan ini, dikarenakan keterbatas waktu PEAS hanya mengirimkan 5 peserta dikarenakan kesibukan masing-masing personil. Dan mayoritas yang turun adalah pemain baru, wajah baru. Namun demikian hal itu tidak membuat mereka minder lantas bermain setengah hati. Dalam kesempatan ini PEAS memperoleh

  • 1 Medali Emas
  • 2 Medali Perak

  • 1 Medali Perunggu

Hal ini tentunya membuat saudara-saudara kami termotivasi untuk terus berlatih dengan tekun. Mencetak prestasi dan berusaha menjadi lebih baik. Begitu pun harapan kami para juara dapat mempertahankan bahkan meningkatkan lagi prestasi mereka di kancah pertandingan apapun yang kami ikuti.

Di PEAS mengukir prestasi tidak harus sparring, atau push-hands, prestasi bisa dicetak juga dengan taolu / pertandingan jurus, atau berpartisipasi pada organisasi beladiri atau kepanitiaan event tertentu. Jadi siapa pun, tua maupun muda dapat berprestasi dengan porsinya masing-masing.

Selamat bagi para juara!
Semangat bagi yang belum berkesempatan naik ke atas podium!

JIA YOU!!!

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi