Liputan Taichi dan Kungfu PEAS oleh detik.com

Pada kesempatan lalu #peasindonesia berkesempatan diliput oleh detik.com saat latihan taichi bersama.

Perguruan Energi Alam Semesta ini fokus pada bela diri taichi dan kung fu. Olahraga ini baik untuk tua dan muda yang mengalami gangguan pinggang dan lutut.

Latar Belakang

Komunitas atau Perguruan Energi Alam Semesta ini adalah perguruan yang fokus kepada dua seni bela diri, yakni taichi dan kung fu. Perguruan yang berdiri (go public) pada 23 November 2013 ini, sempat tidak diperuntukkan untuk umum di tahun 2003.

“Awalnya hanya untuk teman-teman sendiri untuk latihannya, lalu tahun 2013 atas saran dari guru saya, saya secara resmi membuka untuk umum biar lebih berkembang,” ungkap Martin Wong, selaku pemimpin Perguruan Energi Alam Semesta saat di temui di sela-sela latihan di Taman Jogging 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (17/11)

Manfaat Umum

Awal terbentuknya perguruan ini hanya berisi tiga orang, sebelum manjadi 50 orang hingga saat ini. Menurut Martin Wong, ternyata seni bela diri Taichi ini bagus untuk parkinson dan masalah persendian. “Biasanya kalau ada orang terkena gangguan pinggang dan lutut, dokter menganjurkan untuk mengikuti latihan taichi,” katanya.

“Awalnya saya tidak punya intens melatih untuk kesehatan, lalu saya coba dan ternyata bermanfaat bagi mereka,” tutur Martin. “Manfaat bagi saya mengikuti perguruan ini adalah yang pasti saya lebih rajin olahraga, dan buat tubuh saya lebih lentur,” ungkap Yuliana anggota dari perguruan ini.

Perkembangan

Perguruan ini sudah berkembang tidak hanya di Jakarta saja, Palembang, dan Medan.

Perguruan yang sudah memiliki berbagai prestasi ini, (terakhir meraih juara push hands taoulu dari turnamen Federasi Kungfu Indonesia) mempunyai harapan agar perguruannya bisa lebih berkembang dan lebih baik lagi.

 

Sumber : detik.com

#detik #detikcom #detikdotcom #detik #detiknews #detikinet #detiksport #detikhealth #taichi #taichichuan #taichijkt #taichijakarta #taichiforhealth #taiji #taijiquan #gongfu #kungfu #chikung #qigong #kung_fu #tai_chi #kesehatan #kesehatantubuh #kesehatanjantung #kesehatantulang #lutut #pinggang #belajartaichi #latihantaichi

Diajak Terbang oleh Sang Naga

Beliau adalah Grandmaster Wei Jiuru dari Kungfu Baji Delapan Mata Angin aliran Zhang. Saya mengenalnya tahun lalu melalui shifu saya. Beliau adalah putra dari pendekar tersohor Kungfu Baji Delapan Mata Angin di Tianjin Wei Hongbin. Sungguh kehormatan saya dikunjungi dan bertemu beliau. Dari beliau saya mulai mempelajari senjata yang sebelumnya diajarkan Shixiong saya, kemudian Shiye. Waktu pertama bertemu Shifu bilang “Kamu panggil dia Shitaiye (Buyut guru)”.

 

Saya dan GM Wei Jiuru
Saya dan GM Wei Jiuru

Ketukan Pintu di Sore Hari

Sore ini saya pulang dari shopping keperluan sehari-hari. Tiba-tiba GM Wei kirim saya weixin / wechat akan datang ke hotel saya, nanya nomor kamar hotel. Saya ga enak karena beliau orang tua, dan senior, apalagi pejabat di per-bajian. Saya bilang saya yang akan ke rumah beliau.

Dia tanya hotel dan nomor kamar saya sekali lagi. akhirnya saya beritahu. Dia bilang saya tunggu aja di hotel, dia akan datang paling lambat nanti malam.

Ya sudah, saya main sama anak, backup dokumentasi-dokumentasi latihan untuk oleh-oleh di Indonesia. Kamar berantakan, anak main dan istri leyeh-leyeh.

Kira-kira jam 4 ada yg ketuk kamar saya keras. Saya ga baca wechat Shifu, saya intip dari lubang pintu ada muka orang tua dalam hati saya kaget tersentak “SHIFUUUU dan GM WEIJIURU!!!! BENERAN!!!”

Akhirnya saya buka pintu, salaman, dan sungkem pada GM Wei. Istri saya tanya “Shifu, kalo kemarin Master Wang kita panggil Shiye (Kakek guru), beliau kita panggil apa?”…. Kata Shifu “panggil dia Shi-tai-ye” (buyut guru).

Saya ga nyangka, di usianya yang ternyata 76 tahun beliau penuh semangat dan waktu saya tanya. “Shitaiye ada sakit apa?” dia bilang “ga ada penyakit”, saya bilang “sehat banget shitaiye ini!”

Mustika Naga

Pembukaan ngobrol basa-basi dan rencana ke depan tentang pelajaran, dan pertemuan makan bersama dan latihan sebelum saya pulang ke Indonesia. Dibantu Shifu saya, Shifu pamit mau pulang duluan karena mau mandi dia bilang “Istrinya bisa mandarin koq, bisa bantu terjemahin kalo dia ga ngerti”.

 

Dia nujukkin ke saya kalo dia stalking saya, dia tunjukin saya dia save video putra saya perform tombak di wechat / weixin. Dia ketawa ngelihatnya lalu ngelus kepala anak saya, saya tanya “Kamu mau belajar Kungfu ya?” dia bilang “Gak mau belajar kungfu” 😂🤣😅

Udah 2-3 orang paling ngak nyuruh anak saya mulai belajar Kungfu Baji hahaha

Lalu obrolan tentang Baji mulai dibuka, dia bilang “kamu belajar apa aja sama saya, tinggal bilang!” itu rasanya buat saya kayak mimpi jadi nyata. Kemudian dia ngomong cepat, istri saya bilang “Shiye bilang, jangan sampai pulang dari qin huang dao dengan tangan hampa….”

Dia tanya saya belajar baji sampai mana? Saya jawab, xiao baji, da baji, liu dakai, duida, da qiang ga jelas….tuishou, kita main tuishou, dan sekarang Shifu Kai ajarin Sanda Baji pake power generating baji. Beliau bilang besok mau liat pencapaian saya, lalu lanjut latihan sama dia di taman.

Tie Shan Zhang dan VIP Pertandingan Baji di Shantung

Beliau bilang, “Baji turun temurun kami jadi penjaga kaisar, jadi penjaga pimpinan pemerintahan. Selalu ada orang kami di sana”. Lalu beliau cerita Tie-Shan-Zhang (telapak bijih besi), banyak salah kaprah orang tentang latihan ini katanya, salah kaprah bagian yang di latih juga. Besok dia kasih liat.

Shitaiye terakhir kasih tau saya ada pertandingan di Shantung, khusus Baji. saya boleh datang kalau mau. Katanya saya spesial di dunia baji, boleh ajak orang. Shitaiye lanjut, “kamu boleh ikut saya, duduk dengan saya di VIP”…. ini saya kayak mau loncat aja dari lantai hotel rasanya. Galau, saya udah beli tiket pulang, takut gak terkejar. Pertandingan tanggal 30-an di shantung.

Saya terpaksa ga bisa ikut beliau, karena harus pulang. Karena ada kelas dan ada kerjaan istri menunggu di Indonesia. Saya berjanji tahun depan datang lagi dan belajar lagi dengan beliau di sini. Akhirnya Shitaiye pamit pulang, beliau foto bareng saya dan meminta kami (saya dan istri) foto berdua, dia ingin menyimpan foto kami berdua buat kenang-kenangan.

Lalu beliau turun dan pulang jalan kaki, dengan cepat dan penuh semangat setelah saya antar sampai pintu keluar hotel. Dia orang besar, terkenal, selebritis, orang dalam sejarah kungfu Baji. Tapi rendah hati, penuh semangat, dan sopan sekali. Saya beruntung bertemu beliau. saya beruntung bertemu guru-guru Shifu saya, dan beruntung menjadi murid Shifu saya.

GM Wei mengelus kepala anak saya, kagum dengan performance nya di video
GM Wei mengelus kepala anak saya, kagum dengan performance nya di video

 

Disidang para Tetua

GM Wei memberikan arahan mengenai Jin Gang Bashi
GM Wei memberikan arahan mengenai Jin Gang Bashi

Pagi hari pertama kali itu, saya, Shifu, dan anak-istri saya dijemput Shitaiye sendiri yang membawa mobilnya. Saya diajak ke tempat latihan beliau. Saya menyangka akan bertemu banyak orang, berlatih bersama, dan melihat macam-macam latihan di sana.

Murid GM Wei membantu mengkoreksi Xiao Baji saya
Murid GM Wei membantu mengkoreksi Xiao Baji saya

Ternyata saya salah duga. Saat saya datang saya melihat sekelompok orang tua yang ternyata adalah murid-murid senior Shitaiye Wei. Mereka memperkenalkan diri satu persatu dengan ramah dan bersahabat. Namun nama orang China bagi saya gak jelas hahaha…. kayak kumur-kumur kalo nyebutin nama hahaha

Evaluasi Jin Gang Bashi oleh para tetua
Evaluasi Jin Gang Bashi oleh para tetua

Lalu Shitaiye bilang, “我们要对你问题到问题” Kami akan memperbaiki kamu masalah demi masalah. Akhir dimulai dari Jin Gang Bashi sampai Da Baji perform. Perform, koreksi, lalu peragaan para tetua bergantian untuk menunjukkan “seharus”-nya bagaimana.

Shifu Kai menjelaskan aplikasi lain dari Pi Shan Zhang
Shifu Kai menjelaskan aplikasi lain dari Pi Shan Zhang

Tentu saja ini membuat saya dan Shifu saya kikuk. Alhasil semua tetua menghujani kritik hahaha. Namun hal yang menarik saat Shitaiye memberikan koreksi dan masukan, juga para tetua lain. Ini akan menjadi pengalaman dan pelajaran bermanfaat bagi saya dan perkembangan Kungfu Baji saya pribadi.

GM Wei menjelaskan beberapa hal terkait Jin Gang bashi
GM Wei menjelaskan beberapa hal terkait Jin Gang bashi

Mungkin anda berpikir menyenangkan ke China, bertemu dengan para tetua dan berlatih bersama mereka. Tentu saja hal ini membuat saya malu, dan merasa kerdil kepada kemampuan saya. Saat Shiye Feng yijie perform pun beliau kena kritik. Padahal beliau setiap hari ketemu dan puluhan tahun berlatih dengan Shitaiye.

Hei! Ini kan hakikatnya belajar? Kita latihan karena kita suka kungfu bukan untuk pamer-pameran atau bangga-banggaan lineage. Jadi bagi saya So What? saya tetap akan menjalani, karena ini bagian dari proses. Saya suka Kungfu dan ini memang yang harus saya jalani untuk menguasai apa yang saya suka kan?

Dewa Tombak Li Shuwen

GM Wei memberikan arahan permainan Tombak Kungfu Baji keluarga Zhang
GM Wei memberikan arahan permainan Tombak Kungfu Baji keluarga Zhang

Setelah dilakukan evaluasi. Kami memulai dengan koreksi latihan tombak Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Alhasil menurut beliau …uhuk! kurang memuaskan, lalu Shitaiye menjelaskan beberapa point penting. Kemudian beliau mengatakan pada saya “Jangan takut salah! Yang penting latihan terus!”

Memang kadang kita takut salah, terlalu banyak teori yang dipikirkan sehingga akhirnya kita malah ga latihan dan berhenti latihan. Seperti halnya saudara-saudara saya di PEAS saya juga tekankan hal demikian kepada mereka agar jangan takut salah, dan latihan sebisanya.

"<yoastmark

"<yoastmark

"<yoastmark

Karena saya agak pe’a, jadi GM Wei terpaksa harus turun tangan mengarahkan saya langsung. Menggerakkan badan saya agar gerakan benar. Saya yang baru tau bagaimana tombak baji sebenarnya melepuh juga tangannya hahaha 😀 tapi sekarang setelah puluhan kali bahkan ratusan kali latihan sudah terbiasa.

Namun demikian saya masih jauh dari sempurna, bahkan masih jauh dari dikatakan benar 🙂

 

Murid GM Wei membimbing saya melakukan La-Na-Zha Kungfu Baji
Murid GM Wei membimbing saya melakukan La-Na-Zha Kungfu Baji

Untuk beberapa saat saya dibiarkan latihan sendiri, menghayati ajaran beliau. Kemudian salah satu muridnya datang mengkoreksi dan menjelaskan lagi kepada saya hal yang kurang lebih serupa.

Jurus Tombak Kungfu Baji Keluarga Zhang

GM Wei Memperagakan Baji Liuhe Qiang
GM Wei Memperagakan Baji Liuhe Qiang

Kemudian GM Wei menyuruh saya mengikuti beliau. Beliau memperagakan rangkaian jurus tombak Kungfu Baji. Saya mengikutinya tapi agak kesulitan. Karena dasar-dasarnya pun belum menguasai. Namun demikian dia memperagakan dan disuruh mengikutinya.

Shiye Feng Yijie menjelaskan Permainan Qiang Shu Kungfu Baji
Shiye Feng Yijie menjelaskan Permainan Qiang Shu Kungfu Baji

Di tengah pelajaran itu Shiye Feng Yijie memberikan pengarahan. Membantu saya lebih ke arah dasar-dasarnya menjelaskan secara perlahan lagi, pemahaman dan permainan jurus dasar dengan lebih perlahan. Tentunya beliau juga memberikan contoh.

Shiye Feng Yijie mengarahkan Qiang Shu Kungfu Baji
Shiye Feng Yijie mengarahkan Qiang Shu Kungfu Baji

Sampai akhirnya pun Shiye Feng Yijie memandu saya langsung dengan gerakan seperti GM Wei…. hahaha 😀 gawat juga udah diajarin banyak tetua masih susah nangkap. Tapi jangan khawatir, saya akan menunjukkan kemajuan saat datang lagi, begitu janji saya dalam hati.

Kita adalah Satu Keluarga

Besoknya kamu berencana meninggalkan Qin Huang Dao, menuju Dingzhou untuk bertemu dengan para guru kami yang lain. Pada kesempatan itu Shitaiye Wei mengajak kami sekeluarga beserta Shifu untuk makan siang bersama. Hadir juga pada kesempatan itu Shitaini (buyut perempuan).

Pada kesempatan itu salah satu murid senior Shitaiye Wei menjelaskan kepada saya tentang penempaan tubuh dan sparring dalam Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Beliau menjelaskan sparring gak lepas dari penempaan di Kungfu Baji, penempaan organ tubuh (kebal) dan bagian tubuh yang digunakan untuk memukul.

Beliau bilang “pukul perut saya!” lalu saya memukul perutnya. Dia bilang “sekuat kamu! Yang keras!!”, Lalu shifu menyela pembicaraannya “Martin, Master bilang yang keras. Gunakan Pukulan terbaikmu!” saat itu saya hanya memikirkan “Cheng chui” saya pukul dengan jurus Cheng Chui terbaik yang saya bisa.

Shiye hanya tertawa tak bergeming. Lalu ia hanya menyentuh saya dengan pukulan ringan. Perut saya mules dan sakit sekali sesaat. Lalu sambil tertawa Shiye bilang, “Sparring, gak lepas dari penempaan”.

Lalu kami makan siang bersama dengan penuh kekeluargaan dan kehangatan. Shitaiye bilang, “setiap tahun kamu datang ke sini, saya pasti ajarin kamu. Jangan sampai kamu tinggalkan Qin Huang Dao tanpa mendapat apa-apa”

Keluarga besar Kungfu Baji Delapan Mata Angin aliran Zhang Qin Huang Dao
Keluarga besar Kungfu Baji Delapan Mata Angin aliran Zhang Qin Huang Dao

Shitaiye lalu bilang di penghujung acara, “我们都一家”, “kita semua satu keluarga, setiap ke sini jangan sungkan datang (mampir)”. Lalu Shitaiye memberi julukan ke anak saya “八极小朋友” (teman Baji kecil). Perpisahan penuh dengan kehangatan dan haru. Perlahan taxi kami menjauh, orang-orang tua itu masih melambaikan tangan pada kami dari kejauhan.

Dalam hati saya berkata, “Shitaiye, saya pasti akan kembali”. Sambil elus kepala anak saya berkata dalam hati, “Kita akan kembali, kamu tau menemui siapa di sini, kita ada keluarga di sini. Ada kakek, buyut dan Paman-Paman”

 

#delapan_mata_angin #delapanmataangin #bajiquan #kungfu #martialarts #selfdefense #baji #gongfu #chinesemartialarts #cma #traditionalmartialarts #fighting #combat #jakarta #indonesia #kungfujakarta #kungfujkt #kungfujkt #kungfuplm #peasindonesia #kenjigoh

Wei Sang Penjaga Gerbang Terakhir

Pada perjalanan belajar Kungfu Baji Delapan Mata Angin kali ini adalah hal paling berkesan, dikunjungi “Sang Naga”. Beliau Adalah Grandmaster Wei Jiuru, putra dari Wei Hongbin (atau Wei Hong en?) penerus Kungfu Baji aliran Zhang, yang biasa kami sebut “men” 门 artinya “pintu”.

Shiye Feng yijie, Shitaiye Wei Jiuru, dan Shifu Saya
Shiye Feng yijie, Shitaiye Wei Jiuru, dan Shifu Saya

Seorang “men” Penjaga Gerbang

GM Wei memiliki sangat banyak murid, dan hanya beberapa murid dalam. Kungfu Tiongkok diajarkan secara turun temurun, ga ada buku panduan resmi mengenai silabus, hanya kurikulum dan materi. Diajarkan turun temurun melalui kedekatan murid dan guru, seperti layaknya keluarga.

Kemungkinan distorsi pengajaran karena perbedaan pemahaman sangat besar. Murid dalam itu ibarat anak-anak dari istri resmi, sementara yang murid luar ini anak dari istri-istri simpanan…. mirip-mirip legenda para Godfather mafia lah …. BAPAK-BAPAK MANA TEPUK TANGANNYA??

Bagi Shifu saya, Shiye Wang, walaupun mereka belajar dari jalur yang resmi. Bahkan Wang Shiye adalah murid langsung dan jatuhnya lebih senior dari GM Wei Jiuru, terhadap GM Wei Hong Bin dan Wei Hong En. Namun tetap saja dia bukan “men” yang ditunjuk / penerus resmi. Status beliau, saya dan shifu saya sama “pernah belajar”…TITIK…. Dan saya harap rekan-rekan ga usah berlebihan menganggap saya penerus baji aliran Zhang atau penerus GM Wei Jiuru.

Gak usah berkhayal, orang Indonesia jadi penerus resmi aliran. Karena syarat penerus resmi sih orang Tiongkok ASLI atau tinggal di sana. Kalo saya ngaku-ngaku asli bisa malu-maluin guru saya, saudara-saudara saya, leluhur-leluhur saya malahan. Sama aja menghina mereka!

Shitaiye Wei Jiuru dan Saya
Shitaiye Wei Jiuru dan Saya

Perbedaan “Men” dan Praktisi Biasa

Penerus resmi itu bukan “ngaku-ngaku” tapi diakui, dia memegang “Quan Pu”, buku yang diwariskan dari generasi ke generasi, namanya ditulis di buku itu oleh pendahulunya. Dibawa sampai dia mati diwariskan lagi. Jadi kalo ga punya Quan pu jangan ngaku-ngaku lah!

Buat orang-orang seperti saya, shifu saya adalah bebas mengotak-atik system. Karena kami bukan penerus resmi. Kami cuman pernah belajar dan memetik apa yang pernah kami pelajari untuk bekal kami di jalan kami sendiri. Jangan heran orang-orang seperti kami lebih open dan beranggapan “perbedaan itu indah”, menambah khazanah.

Berbeda dengan penerus resmi yang sifatnya penjaga tradisi dan kelestarian suatu keilmuan. GM Wei Jiuru adalah penjaga aliran, penjaga dari tangan-tangan usil otak-atik gatuk system, menjaga kurikulum tetap lengkap, pengajaran tetap sesuai seperti pendahulunya.

Dan satu lagi, mereka itu PALING BENAR, dan ga ada dalam kamus mereka “Perbedaan itu INDAH”…. cuman ada “dengan saya atau tidak sama sekali!”

Kenapa begitu? Egois kah? Atau berpikiran sempit kah? Kami paham, GM Wei memiliki banyak sekali murid. Kami cuman segelintir dari banyak muridnya itu yang beruntung berkesempatan belajar dengan beliau. Terbayang gak betapa hancurnya system yang dibangun puluhan, ratusan tahun kalau dia menerima adanya perbedaan??

Seorang “men” adalah acuan, kalau kita mau lihat yang PALING BENAR lihat lah pada “men”-nya. Seperti apa dia bergerak, posenya, posisi dan lain-lain. Semua tidak ada yang bisa membantah seorang “men”. Karena dia menjadi acuan praktisi di seluruh dunia selama mengaku berlatih di bawah alirannya.

Walaupun dalam pengajaran terjadi perbedaan, cara pemahaman, dan berakibat terjadi distorsi pada pengajaran penerus selanjutnya. Jika men yang sekarang wafat, makan acuan utama selanjutnya adalah si penerus resmi berikutnya. Walau pun berbeda dengan pendahulunya, wajib untuk diikuti dan dijadikan acuan standar semua praktisi di bawah alirannya.

Latihan di taman dekat rumah GM Wei bersama para tetua
Latihan di taman dekat rumah GM Wei bersama para tetua

Seorang Wei (魏) yang Menjaga Pintu Zhang (张)

GM Zhang Jingxing
GM Zhang Jingxing

Pada masa pergolakan rezim di Tiongkok, revolusi kebudayaan adalah satu momok bagi para pesilat. Tidak terkecuali kungfu Baji Delapan Mata Angin, keluarga Zhang dibantai sebanyak 3 keturunan, sehingga Zhang Yuheng dan keluarganya turut ikut dibunuh rejim yg baru berkuasa. Namun demikian salah satu keluarga Zhang sempat melarikan diri, lalu diselamatkan keluarga Wei. Kami sulit menemukan potret GM Zhang yuheng, namun hanya dapat potret dari kakeknya GM Zhang Jingxing. Beliau diturunkan ilmu Kungfu Baji dari kakeknya.

Keluarga ini disembunyikan oleh keluarga Wei dan mereka mengajarkan kungfu Baji Delapan Mata Angin mereka kepada Wei Brothers. Sebagai imbalan Wei brothers membantu mereka bercocok tanam. Kelanjutannya ga jelas keluarga Zhang ini gimana. Hanya keluarga Wei yg tau gimana mereka. Intinya keluarga Zhang sendiri hilang dari peradaban, dan wewenang pengajaran dilanjutkan Wei brothers. Sehingga Wei brothers di tianjin lebih dikenal sebagai penerus keluarga Zhang daripada Han. Namun demikian mereka mengasimilasikan Baji yang mereka peroleh menjadi bentuk yang kami latih. Bentuk aliran Han namun generating power aliran Zhang.

Wei brothers melakukan pengajaran secara tertutup, mereka tidak hidup dari mengajar beladiri, mereka pebisnis kuliner sukses di tianjin sampai akhirnya musibah penyakit merenggut nyawa mereka. Tongkat estafet pengajaran dilanjutkan oleh putra Wei Hong Bin (atau Hong En? ) yaitu Master Wei Jiu Ru yang masih melakukan pengajaran secara tertutup.

GM Wei Hong En
GM Wei Hong En

 

GM Wei Hong Bin
GM Wei Hong Bin

Wei yang Terakhir

Kemungkinan akan berakhir posisi Keluarga Wei, karena pengganti yang ditunjuk desas-desusnya adalah murid dalam beliau yang juga menjadi orang kepercayaan keluarga bernama Feng (Feng Yijie). Karena GM Wei tidak memiliki putra yang concern dan mendalami Kungfu Baji Delapan Mata Angin secara serius untuk meneruskan posisinya.

Berlatih dengan beliau sifatnya tertutup dan hanya mereka yang diakui keluarga. Sekali berlatih maka dianggap anggota keluarga. Beliau hanya mau bertemu jika atas referensi kenalannya, kerabat atau muridnya. Seperti saya misalnya. Seseorang boleh berlatih ilmunya, atas ijin beliau. Jika beliau sudah bertemu dan yakin mau menerima, maka dia akan mengatur pertemuan untuk latihan. Kalau bertemu pun tidak lantas beliau mengajak latihan, bahkan sekelas praktisi Kungfu Baji Delapan Mata Angin atau master beladiri terkenal sekali pun.

Shiye Feng Yijie dan GM Wei Jiuru di salah satu acara gathering Kungfu Baji
Shiye Feng Yijie dan GM Wei Jiuru di salah satu acara gathering Kungfu Baji

 

#delapan_mata_angin #delapanmataangin #bajiquan #kungfu #martialarts #selfdefense #baji #gongfu #chinesemartialarts #cma #traditionalmartialarts #fighting #combat #jakarta #indonesia #kungfujakarta #kungfujkt #kungfujkt #kungfuplm #peasindonesia #kenjigoh

Mendorong Bekasi dengan Taichi

Menularkan Virus Taichi di Bekasi

Minggu 25 November 2018, Masih bersisa semangat Taichi di Bekasi kemenangan dari 3 saudara Perguruan kami yang berhasil menggondol 1 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu bukan tidak mungkin menambah semangat dan motivasi kami Perguruan Energi Alam Semesta cabang Bekasi untuk berlatih. Istilahnya “kami pun tidak mau kalah di event berikutnya” hehehehe

 

Mencicipi Menu yang bernama Push Hands (Tuishou)

Memperkenalkan dua member kami Bang Bilal dan Bang Muhammad. Setelah latihan conditioning, berlatih jurus dan beberapa latihan prinsip Taichi, keduannya langsung saya coba untuk berlatih Push hand di bagian akhir. Lalu tampak di video ini memang luar biasa, apa lagi mereka hanya berlatih seminggu sekali. Tentu sudah pasti baru 4 pertemuan. Tp sudah tampak banyak kemajuan. Dua video ini adalah dimana latihan push hand dilakukan dengan “situasi biasa”.

Aturan yang Sederhana

Penasaran dengan kesiapan mereka di situasi yang berbeda. Lalu caranya mudah…saya tinggal sedikit menaikkan nada “MULAII” dan langsung keduanya terhipnotis bermain seperti di pertandingan. Sempat terlihat adrenalin permainan keduanya yang mulai naik, tiba tiba serangan cepat melesat ke wajah yang mirip pukulan…keduanya pun mulai menaikkan tingkat kehati hatian…saya langsung bilang “STOP”….kemudian saya bilang lagi “jaga dan control…MULAI” permainanpun makin memanas dan tingkat rasa yang cepat juga gerakan yang sekejab.

Nah kira kita itulah yang terjadi di pertandingan dan itulah yang bisa dimungkinkan dijalan. Keduanya pun selesai bermain tersenyum dan tos juga bersalaman. Tampaknya mulai menikmati permainan ini. situasi yang sesungguhnya harus di perkenalkan supaya tidak kaget saat di pertandingan. Control dan jaga itu sangat penting. Kalau begini terus tentu akan semakin ada peningkatan dan mudah mudahan bisa jadi juara di kesempatan yang akan datang. amiiin

 

* catatan…momen permainan yang serius itu memang tidak saya videokan

Disusun oleh,
Riyan Kurniawan
Pelatih Utama PEAS Bekasi dan HR Rasuna Said

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichibekasi #taichijakartaselatan #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichibks #bekasi #jakartaselatan

Rahasia Sehat, Panjang Umur Tanpa Pantangan

Siapa Beliau

Kami memanggil beliau nainai (奶奶), nenek dalam bahasa mandarin. Sekarang di PEAS belajar Taichi hampir setahun lamanya. Beliau bisa banyak dialek mandarin termasuk mandarin, khek, hokkian dan entah berapa banyak lagi. Semangat latihan, kuat jalan kaki, dan masih sehat. Beliau agak kesulitan bahasa “Indonesia”, pilihannya ya yang saya sebut di atas.

Ya sudahlah saya ngomong pake mandarin, dan kelas agak-agak bilingual 😂😂 Karena Ngomong sama Nainai pake mandarin, Ai satunya ikut ngomong mandarin. Mandarin saya ancur, Alhamdulillah ada teman latihan ngobrol 🤗

Nainai suka banget belajar Taichi, kemana-mana ngomongin taichi kata cucunya. Kata cucunya sampe chat lintas daerah, propinsi, dan antar negara ngomongin Taichi 😅😅🤣

Nainai ini bisa “Zhan zhuang” selama 30 menit tanpa goyang, dan tanpa tangan pegal atau turun …. NAH KALIAN yang muda gimana?? 🤔

Usia beliau sekarang 85 tahun, kuat jalan jauh, naik tangga 17 lantai setiap hari, hiking udah jadi kegiatan favorit. Oh ya, dia hobby hiking katanya. Sekarang belajar Taichi jadi hobi barunya.

Rahasia Sehat dan Panjang Umur

Nainai, dia kasih tau kami resepnya. Katanya ga suka makan sayur, ga suka makan buah, ga ada pantangan makan dan sehat selalu.

Dia bilang kuncinya bukan di makanan, tapi di pikiran dan banyak “berdiri”. Dia bilang, setiap hari dia sejak kecil banyak jalan. Dan sejak muda membiasakan diri berjalan dan berdiri.

Beliau mebeberkan rahasianya, setiap hari dia melakukan tidak duduk sebelum jam 4 sore sejak bangun tidur pagi setiap harinya. Membersihkan sendiri rumah bahkan di usianya ini.Apapun aktifitas dilakukannya sambil berdiri sebelum jam 4 dia duduk sejenak dan berdiri lagi.

Saya berpikir kalau sudah tua nanti bisa seumur beliau sehat saja sudah syukur bagi saya, kenikmatan terbesar ga merepotkan anak cucu. Bisa urus diri sendiri, dan punya aktifitas rutin taichi 😊

Do’a saya, semoga Nainai panjang umur, sehat selalu, bahagia selalu. Amiin

Ohhh… dia kuat Zhan zhuang 30 menit tanpa brenti, satu kaki bisa 10-15 menit. Tanpa latar belakang pernah belajar beladiri apapun 🤣😂

MALU DEH yang muda-muda!

Semua Ada Di Pikiran Kita

Karena usia beliau yang sudah sangat senior, beliau memiliki keterbatasan gerakan dan menghapal gerakan. Namun itu gak membuatnya surut. Dia terus mengikuti gerakan dan merekam gerakan saya dengan video dan foto-foto untuk dia pelajari di rumah untuk belajar Taichi.

Untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah lanjut usia atau pun bermasalah dengan mengingat. Sebenarnya ga perlu khawatir. Karena tubuh kita memiliki yang namanya memory muscle yang akan merekam gerakan kita seperti apa.

Mau bukti?

Walau pun kita udah susah mengingat pelajaran baru. Tapi kita kan walau udah pelupa ga bakal lupa cara makan, atau cara berjalan khan? Padahal kita belajar makan dan berjalan saat masih balita lho?

Begitu juga latihan Taichi, kalau emang sulit mengingat ya dilakukan saja, ikuti instruktur sebisa mungkin berulang-ulang. Insya allah nanti juga badan kita paham, dan akan tau sendiri bagaimana musti bergerak.

Kami ada pengalaman, seorang Bapak penderita Parkinsons berlatih kurang lebih 2 tahun lebih. Dia memiliki masalah short-memory loss. Dia hanya mampu mengingat dalam waktu pendek. Di kelas dia hapal beberapa kali ulang, nanti di rumah dia lupa. Minggu depan datang ke kelas dia ulang lagi.

Sekitar satu tahun lebih saya sengaja membiarkan dia berlatih sendiri dan bergerak. Lalu saya tertegun, saya bilang, “Bapak bisa gerakan jurusnya sampai habis dengan benar lho?! Padahal Bapak mengeluh punya ingatan jangka pendek saja”. Lalu dia terkejut dan tertawa. Saya bilang, “Itu badan Bapak merekam gerakan yang kita ulang-ulang terus. Memang walau lebih lambat dari memory ingatan tapi itu akan lebih lama tertanam”

Begitu juga Nainai, dia orang yang have fun kemana pun bersama anak-anak dan cucu-cucunya. Walaupun beliau tertimpa musibah yang cukup “berat” dalam satu tahun sebelumnya. Dia mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang dia suka. Dia bilang ke saya, “Sefu, semuanya ada dipikiran kamu!”

Keluarga Baru

Nainai sangat rajin belajar Taichi, walau dengan keterbatasan usia dan kemampuan mengingat. Namun dia pantang menyerah. Bagi beliau PEAS adalah keluarga barunya. Sama seperti saudara-saudara, Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah tahunan berlatih bersama. Bagi kami PEAS adalah keluarga.

Suasana kekeluargaan dan penuh keakraban yang membuat kami solid dan kompak, saling mendukung satu sama lain.

Bahkan dia bikin selamatan kecil bersama Saudara-saudara saya di PEAS sebelum saya pergi ke Tiongkok yang lalu 😊

Di Perguruan Energi Alam Semesta, “yes, we are not brother in blood, but brother in soul”

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichijkt #taichiplm

Di PEAS Semua bisa Berprestasi

Dalam beladiri biasanya “prestasi” diidentikan dengan anak-anak atau kaum remaja. Tapi tidak dengan di PEAS. Di perguruan kami baik tua-muda, ibu-ibu, eneng-eneng, jejaka, bapak-bapak siapapun bisa berprestasi dengan porsinya masing-masing. Beberapa bulan sebelum event pertandingan push-hands yang lalu kami membentuk tim Taolu, yang terdiri dari Tim Kungfu Baji dan Tim Taichi di Jakarta dulu saat ini. Ke depan akan kami kembangkan ke cabang-cabang lain, agar semua dapat menikmati suasana pertandingan dan adrenalin mengejar prestasi.

 

Latar Belakang

Jika buat anak-anak atau remaja, prestasi biasanya selain untuk meningkatkan rasa percaya diri, dapat juga membuat kebanggaan tersendiri bagi orang tua dan keluarga mereka. Begitu pun bagi Bapak-bapak dan Ibu-ibu, tentunya mereka akan sulit jika bersaing dengan para pemuda/pemudi bersaing jika harus pukul-pukulan, dorong-dorongan atau banting-bantingan. Terlalu besar resikonya.

Sejak beberapa bulan lalu, kami menetapkan pembentukan Tim Taolu / peragaan jurus baik Taichi maupun Kungfu Baji Delapan Mata Angin. Sesuai rencana, Tim ini akan memulai perform di acara push-hands beberapa hari yang lalu. Dan kedepannya mereka akan mengisi acara-acara perhelatan beladiri lain.

Tim taolu ini bermaksud agar dapat memfasilitasi keinginan unjuk prestasi bagi Bapak-bapak, Ibu-ibu tidak terkecuali yang muda-muda juga untuk tampil dengan resiko yang minim. Tentunya merupakan kebanggaan bagi anggota keluarga menyaksikan Ibu / Bapak / Anak mereka tampil penuh percaya diri, apalagi dapat meraih prestasi tertentu.

 

Manfaat bertanding

Tidak jauh berbeda dengan manfaat berlatih beladiri itu sendiri, khususnya Taichi dari sisi kesehatan. Hanya saja manfaatnya menjadi lebih optimal dikarenakan individu yang bersangkutan merasakan faedahnya secara optimal. Karena tentunya target mengejar prestasi akan diikuti dengan kesungguhan berlatih daripada sekedar ikut-ikutan saja.

Percaya Diri

Untuk tampil di depan publik memiliki rasa percaya diri ekstra dan keberanian ekstra. Dengan tampil di depan publik maka kita akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya, berlatih dengan benar dan tekun. Menyimak pelajaran dan arahan di kelas. Mengulang-ulang di rumah bahkan. Mungkin saya audience tidak kenal dengan kita, namun ada sanak-keluarga kita menonton yang ingin merasakan bangga terhadap penampilan kita

Manfaat yang optimal

Berbeda dengan sekedar mengikuti gerakan di kelas. Biasanya tim performer mempersiapkan diri lebih matang, mereka berlatih bersungguh-sungguh di dalam kelas. Bahkan di luar kelas mereka tetap berlatih. Memperhatikan tiap detil gerakan agar kompak dan terlihat bagus. Hal ini tentunya membuat faedah gerakan menjadi lebih optimal karena hal-hal detil dilatih dengan lebih baik

Memiliki Orientasi

Kalau hanya sekedar ikut-ikutan latihan di kelas biasanya hanya sekedar ikut. Dirasa-rasa masalah kesehatannya hilang ya sudah. Kadang sekedar gerak-gerak biar ada olahraga (senam). Tapi berbeda dengan pertandingan, seseorang mempunyai target harus sampai dimana, harus seperti apa standarnya. Karena dalam pertandingan memiliki standar penilaian yang harus dicapai. Bahkan hanya untuk tampil peragaan pun harus kelihatan bagus dan kompak

Mencegah Demensia

Biasanya di atas 50 orang sudah mulai agak khawatir terserang demensia, apalagi terpikir mendekati pensiun. Namun dengan latihan Taichi bersama, otak akan dipaksa bekerja, mengingat, membuat simpul-simpul baru setiap kali belajar. Melatih utnuk mengingat, menghapal dan akhirnya menguasai. Jadi tidak ada kata “berhenti belajar”

Sosialisasi

Berlatih untuk tampil atau bahkan pertandingan. Ibarat anak-anak sekolah jaman dulu belajar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), berkelompok, berdiskusi, saling koreksi. Hal demikian membantu kemampuan kita bersosialisasi, kebersamaan, kekompakan satu sama lain. Karena kita sadar bahwa kemajuan tim adalah kemajuan bersama, satu tidak bagus tim tidak terlihat bagus. Hal ini menimbulkan empati antar sesama anggota dan memupuk rasa persaudaraan yang kuat dan ikatan batin.

Tim kami akan terus bertambah dan berkembang ke depannya. Dan akan terus mengisi event-event beladiri dimana pun kami bisa berkarya dan mengukir prestasi.

JIA YOU PEAS!!

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi #taichijkt #taichiplm

Candranaya Push Hands Tournament 2018

Pada hari minggu lalu, 18 November 2018 telah dilakukan turnamen Push hands.  Beberapa saudara kami di PEAS menjadi Juara Push hands Tuishou di Jakarta pada kesempatan ini. Banyak wajah baru yang muncul, namun ada juga beberapa pemain lama.

Permainan berlangsung seru. Untuk anda yang belum mengetahui apa itu push-hands sport dapat dilihat di sini. Permainan kali ini berlangsung relatif cepat di tempat yang biasa kami gunakan di WTC Mangga Dua. Dari penyelenggara adalah sahabat-sahabat kami dari Taiji Candranaya pimpinan Laoshi Ayong.

Kali ini juga PEAS menyumbangkan pertunjukan grup Jurus meliputi Chen Style Taiji Jian (Pedang), Chen Style Taiji Quan Erlu (Pao Chui / Seri 2), Baji Duida (Sparring Form), dan Baji qiang (tombak)

Dokumentasi Video

Beberapa clip yang menayangkan suasana pertandingan dan jalannya pertandingan event tersebut dari Tim kami. Beberapa pertandingan sempat tidak terliput.

  1. Babak Penyisihan
    • Fixed Step

    • Moving Step
  2. Babak Semifinal
    • Fixed Step
    • Moving Step
  3. Babak Final
    • Fixed Step

 

Perolehan Medali

Dalam kesempatan ini, dikarenakan keterbatas waktu PEAS hanya mengirimkan 5 peserta dikarenakan kesibukan masing-masing personil. Dan mayoritas yang turun adalah pemain baru, wajah baru. Namun demikian hal itu tidak membuat mereka minder lantas bermain setengah hati. Dalam kesempatan ini PEAS memperoleh

  • 1 Medali Emas
  • 2 Medali Perak

  • 1 Medali Perunggu

Hal ini tentunya membuat saudara-saudara kami termotivasi untuk terus berlatih dengan tekun. Mencetak prestasi dan berusaha menjadi lebih baik. Begitu pun harapan kami para juara dapat mempertahankan bahkan meningkatkan lagi prestasi mereka di kancah pertandingan apapun yang kami ikuti.

Di PEAS mengukir prestasi tidak harus sparring, atau push-hands, prestasi bisa dicetak juga dengan taolu / pertandingan jurus, atau berpartisipasi pada organisasi beladiri atau kepanitiaan event tertentu. Jadi siapa pun, tua maupun muda dapat berprestasi dengan porsinya masing-masing.

Selamat bagi para juara!
Semangat bagi yang belum berkesempatan naik ke atas podium!

JIA YOU!!!

 

#taichi #taichichuan #taichiqigong #taichichen #taichiforhealth #taijiquan #taichijakarta #taichipalembang #gongfu #kungfu #kung_fu #tai_chi

Latihan Pertama di Qing Huang Dao

Rencana Perjalanan

Melanjutkan petualangan mencari Kungfu Baji atau yang dikenal Kungfu Delapan Mata Angin di komik guru besar Kenji hahaha 😀

Tahun 2017 lalu Shifu berjanji akan mengenalkan saya dan Shi Xiong kepada Shiye (Kakek Guru kami) Wang Xide dan juga memperkenalkan ke GM Wei Jiuru secara hirarki dia adalah Shi Taiye (Kakek buyut guru), kita singkat panggil GM aja biar mudahnya.

Sebelumnya Shifu bilang, “tahun ini gak ke China, kami latihan sendiri-sendiri dulu”. Lalu Xiao Chang senior saya bilang ke saya, “tenang aja, masih bisa dirubah / pengaruhi” dengan menyeringai dia berkata demikian. Setelah Idul Fitri, Shifu mengabarkan kami di Grup kelompok kami bahwa dia akan ke China bulan agustus akhir. Kalau mau latihan bareng ketemuan di Qing Huang Dao.

Alhasil, saya pergi ke sana, booking tiket, bikin Visa. Dan pengalaman yang tak terlupakan petualangan kali ini bersama istri dan jagoan saya. Sekalian membangkitkan hasrat jagoan untuk berlatih dan sayang mengenalkan kepada “keluarga” saya yang lain.

 

Sampai di China

Kita sampai di Beijing, jam 2 atau 3 dini hari. Dengan rasa badan yang mau remuk hahaha 😀

Lalu lanjut naik taxi dengan terkantuk-kantuk

Lalu lanjut naik kereta dari Beijing ke Qing Huang Dao, memakan waktu sekitar 5-6 jam perjalanan. Dan saya menikmati manis segarnya buah “ciplukan” Tiongkok yang dijual di kereta.

Dan akhirnya kami sampai di Qing Huang Dao. Di hotel yang dekat dengan tempat kami akan berlatih setiap harinya (sekitar semingguan). Di Jalan Xin Hua.

 

 

Pertama Kali di Qin Huang Dao

Qin Huang Dao sebenarnya kota kecil, bisa dilihat kalau di China gak ada Subway Train itu berarti kota kecil (menyimpulkan sendiri hahaha). Tapi memang kenyataannya ini kota kecil. Para pendekar yang bersembunyi, seperti pendekar Kungfu Baji Zhang Yuheng bersembunyi di sini dulu dari kejaran tentara merah.

 

Buat yang muslim jangan kuatir, di sini lumayan banyak Rumah makan muslim. Walau ga semudah menemukannya di Tianjin atau di Beijing. Tapi ya relatif ga sulit, bahkan pemukiman muslim ada di jantung kota ini. Walau sangat kecil ya. Ada mesjid juga yang masih di renovasi.

 

Qin Huang Dao, walau kota ini kecil. Sayang senang di sini ….

Kungfu Delapan Mata Angin di Qin Huang Dao

 

Istirahat dulu …. ntar lanjut!

#kungfu #kungfueverywhere #kungfuart #kungfugrip #kungfulifestyle #kungfumaster #kungfuclassic #kungfulife #kungfuaddict #kungfuindonesia #bajiquan #delapanmataangin #kenji #liesyobun #lishuwen #kungfujakarta #kungfupalembang #kungfuindonesia #selfdefense #selfdefenseclass #selfdefenseclasses #SELFDEFENSETECHNIQUES #selfdefensecourse #selfdefenseforkids #selfdefenselesson #martialarts #martialartsform #martialartslessons #martialartsjourney #mulaiajadulu

 

Tips memulai latihan Taichi untuk pemula

Quote Harvard Assitant Professor

 

Terkadang kita bingung, bagaimana memulai latihan Taichi, harus kemana? Dengan siapa harus berkonsultasi. Kelas Taichi di Jakarta Kelapa Gading yang kami bina menerapkan dan menanamkan beberapa hal bagi para pesertanya. Berikut adalah tips-tips untuk membantu anda memulai latihan Taichi:

Jangan bingung / frustasi dengan bahasa

Terkadang denger istilah mandarin aja udah jiper duluan, ngomongnya aja ga bisa gimana ngerjainnya. Ga jarang sebenarnya hal-hal simple yang tanpa kita sadari dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Adalah tantangan bagi pelatih dan peserta didik, untuk memahami “arti sesungguh”-nya dalam satu istilah, daripada menghapalnya dalam bahasa mandarin atau bahasa lainnya. Memahami prinsip dan filosofinya. Kalau ga ngerti, jangan malu bertanya pada pelatih.

 

Periksa ke dokter

Jangan ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter, minta saran dokter. Sebelum berlatih dan sesudah berlatih. Untuk mengetahui adanya perubahan perbaikan setelah berlatih Taichi dan mengetahui kondisi badan kita sebelum mengikuti latihan.

 

Observasi dan mengamati kelas dan latihan sebelum memilih bergabung

Untuk mengetahui bagaimana metode pengajaran, dan latihannya cocok dengan kondisi kita. Tidak ada salahnya melihat-lihat dulu sebelum memastikan kita bergabung. Cari tahu dari para peserta, dengar testimoni mereka, kalau perlu keluhan mereka. Kalau ada Trial ga ada salahnya diikuti untuk mengetahui sejauh apa latihan ini cocok atau tidak dan bisa kita ikuti atau tidak. Contohnya seperti testimoni di Perguruan Energi Alam Semesta ini

 

Untuk yang tidak suka keramaian

Anda bisa memanggil guru Taichi private seperti Perguruan Energi Alam Semesta ada program seperti itu. Tentu biayanya jauh berbeda dengan latihan bersama dengan berbagai pertimbangan yang ada. Tidak direkomendasikan mengikuti video atau buku. Kenapa? Karena kesalahan gerakan bukan tidak mungkin menimbulkan cidera yang ringan bahkan sampai serius.

 

Berkonsultasi pada Pelatih

Tidak ada standar atau lisensi resmi bagaimana taichi di ajarkan. Jadi anda hanya dapat bersandar pada rekomendasi teman, klinik, dan tentu pertimbangan sendiri. Anda bisa berbicara kepada pelatih Taichi yang dapat mengakomodir kebutuhan anda, apakah kesehatan, fitness, atau bahkan kebutuhan beladiri.

 

Berpakaian yang nyaman

Taichi membutuhkan relaksasi, pakaian yang terlalu ketat akan menganggu kordinasi gerak yang optimal pada akhirnya menjadi kurang nyaman. Pakailah pakaian yang longgar dan nyaman, membuat anda nyaman bergerak ke kiri-kanan, depan-belakang, atas-bawah dan seterusnya dengan bahan yang luwes dan jatuh. Agar mengurangi tahanan dan ketegangan juga. Gunakan sepatu, jangan telanjang kaki. Sepatu yang tidak licin dan membantu menjaga keseimbangan. Sol sepatu yang tipis, yang membantu anda merasakan koneksi dengan lantai / tanah.

 

Ukur Progress anda

Jika awalnya anda latihan untuk kesehatan. Ukur perbaikan yang terjadi jika anda merasa lebih baik. Bisa melakukan pemeriksaan rutin ke dokter juga. Kalau untuk beladiri anda berkonsultasi kepada pelatih. Saat anda merasakan kemajuan yang berarti, saat itu anda akan menikmati perubahan positif kepada diri anda secara fisik maupun psikologis

www.perguruanenergialamsemesta.com

UNTUK PENDAFTARAN HUBUNGI 
k̲l̲i̲k̲ ̲d̲i̲ ̲s̲i̲n̲i̲ https://bit.ly/2Am4TyI
atau Whatsapp / Telpon / SMS : 0815-9396-122

 TEMPAT TERBATAS, HUBUNGI SEKARANG JUGA 

Silahkan Share, siapa tau ada kerabat yang membutuhkan! Sharing is Caring!

#TaiJiQuan #TaiChi #Qigong #TaiChiChuan #Taichiquan #peasindonesia #harikesehatan #harikesehatannasional #harikesehatanmentalsedunia #harikesehatanmental #jakartacity #palembangterkini #palembanginfo #palembanginsta #ostheoartritis #osteoporosis #Ostheoartritis #Lutut #bengkak #artiritis #sakitlutut #nyerilutut ##pengobatanostheoartritis #penyembuhanostheoartritis #penyebabostheoartritis #pencegahanosteoartritis #terapiosteoporosis #lowbackpain #lowback

Pintu-pintu Beladiri

Pemahaman mengenai Pembelajaran

Saat di kelas kami Taichi di Jakarta dan Kungfu Baji. Kami percaya beladiri memiliki banyak pintu. Orang-orang masuk melalui pintu yang mana mereka suka, dan pada akhirnya mereka akan memilih suguhan yang sama di dalam ruangan itu walau masuk dari berbagai pintu. Di Perguruan Energi Alam Semesta-宇宙混元氣武館, kami terus mengembangkan sistem, kurikulum dan pemahaman. Agar setiap orang menikmati proses belajar sesuai masing-masing motivasi mereka bergabung awalnya. Sampai akhirnya mereka suka dan masuk ke tahap lebih lanjut. Agar orang merasa nyaman, saling support, bersosialisasi, saling bantu, sehingga mempermudah memahami setiap pelajaran.

 

Metode Pengajaran

Pemahaman dipermudah, dipecah menjadi hal-hal terkecil yang mampu dicerna oleh setiap individu. Setiap orang memiliki pemahaman dan daya tangkap yang berbeda, belum lagi latar belakang, karakter baik fisik maupun non-fisik. Karenanya kita percaya setiap orang adalah UNIK. Seorang sahabat bilang ke saya, “membina perguruan beladiri itu rumit dan kompleks. Bagaimana kita membina dan memperlakukan berbagai macam orang dengan tujuan yang berbeda-beda. Saya yakin kamu lebih paham dan berpegalaman dengan ini”. Beberapa orang bergabung karena alasan kesehatan, spritual, bahkan memang untuk belajar beladiri. Bahkan ada yang sekedar mengisi waktu luang. Namun seiring berjalannya waktu, mereka mengerucut pada satu hal dimana beladiri dikembalikan ke fungsinya sebagai “beladiri”, bukan jadi jagoan, atau pendekar tiada tanding. Tapi dimana beladiri menjadi sarana mempertahankan diri sekaligus ajang mengukir prestasi.

 

Siapa saja?

Usia? Berapa pun usia anda, prestasi anda akan membuat bangga siapa pun. Kalau anda anak-anak, ya orang tua, kalo orang tua anak-anak anda, pasangan dan seterusnya. Kami membuka semua pintu bagi siapapun yang ingin belajar bersama, mengambil manfaat dari beladiri yang kami latih. Sangat disayangkan jika hanya dibatasi untuk pukul-pukulan saja, menjadi pendekar tak terkalahkan….. dan pastinya bukan di sini tempatnya! Terlalu kecil manfaat beladiri dan hakikat ilmu, jika beladiri hanya dianggap alat untuk “menggebuk” orang lain saja. Sehingga dengan membatasinya, membuat orang tidak bisa merasakan manfaat lebih beladiri sebagai aspek membangun manusia yang lebih berkualitas baik lahir maupun bathin.

 

#healthy #relax #health #jakarta #healthylifestyle #relaxing #healthylife #balance #relaxation #martialarts #healthandwellness #kungfu #selfdefense #jakartaselatan #sparring #jakartabarat #jakartapusat #jakartatimur #taichi #jakartautara #lowbackpain #taichichuan #balancetraining #martialartstraining #selfdefensetraining #kungfuschool #kungfuwushu #taichiquan #lowbackpainrelief #ostheoarthritis