Apa itu Kungfu

Awal Mula

Sekitar tahun 1990 adalah awal ketertarikan saya terhadap Kungfu. Karena Papa saya suka nonton film Kungfu, saya suka ikutan nonton sampai akhirnya saya pun suka. Saat itu jurus-jurus kungfu begitu memukau saya sehingga saya memutuskan untuk belajar Kungfu. Saat itu mencari perguruan bela diri kungfu itu sulit, macam macam beladiri seperti karate, silat, taekwondo yang akhirnya saya bergabung dan belajar taekwondo. Lumayan lama ikutnya. Akhirnya sekitar 1993 saya menemukan perguruan bela diri Kungfu Naga Mas yang tergabung di PB wushu indonesia dan bergabung cukup lama sampai 1998. Tahun 1993-an itu juga muncul komik Kenji yang membuka wawasan saya tentang Kungfu, walau sepenuhnya saya ga paham, dan awal ketertarikan pada Kungfu baji yang disebut Delapan Mata Angin. Saya tertarik dengan gerakan taichi dan jurus taichi, dan saya pikir ingin belajar belajar taichi. Saat ini kungfu indonesia sudah berkembang, perguruan bela diri Kungfu banyak dimana-mana dan mudah dijumpai.

Ilustrasi Kungfu Shaolin
Ilustrasi Kungfu Shaolin

 

Kungfu ,Taichi, dan Wushu

Saya dulu gak mengerti, saya berpikir bahwa Taichi adalah bagian dari Kungfu. Kungfu itu aliran utara dan selatan, dan Taichi adalah aliran Utara. Kungfu itu hanya Shaolin, Butong / Wudang, dan Taichi. Bahkan Wudang itu Taichi bagi saya. Bahkan walau saya ingin belajar Taichi masih berpikir seperti itu waktu masih di perguruan beladiri Kungfu. Kehadiran Komik Kenji membuka sedikit cakrawala pengetahuan saya, tapi ya hanya sebagian sih. Karena saya masih dengan pemahaman yang dianut banyak teman saya saat itu.

Atlit Wushu sedang bertanding
Atlit Wushu sedang bertanding

Tahun 1998 saya ketemu Ko Welly, sebelumnya tahun 1996 bersahabat dengan sahabat Karib saya Hamdi sampai detik ini saya menulis. Sudah mulai terbuka pandangan saya. Ternyata Taichi itu bukan Kungfu, dan Wushu itu bukan Kungfu. Kungfu itu nama generik, seperti halnya orang kita memahami Silat…ya Silat saja! Ternyata silat itu nama umum. Kungfu ternyata seperti nama “makanan Padang”, ada rendang, gulai ayam, perkedel, telor balado, dll (jadi lapar ya?!). Seperti itu Kungfu, ada Kungfu Baji, Xingyi, Xin yi, Bagua, Pikua, Tongbei, dll. Dan uniknya Taichi bukan bagian dari Kungfu, merupakan beladiri tersendiri. Seperti Amengan dan Silat yang berbeda, tidak bisa dikategorikan.

Shifu Ma memperagakan Taichi
Shifu Ma memperagakan Taichi

Sejak itu saya baru paham kalau Kungfu itu adalah sebutan generik beladiri Tiongkok. Sedang Taichi bukan Kungfu, ini pun saya ga paham kenapa hahaha ….

 

Wushu, dan Kungfu (Gong Fu)

Pertanyaan usang “apa bedanya Kungfu dengan Wushu?” Dalam benak saya sejak awal, Kungfu adalah bentuk Tradisional, berisi detil dan penempaan masing-masing jenis beladiri Kungfu yang dilatih itu sendiri. Wushu lebih kepada keindahan koreografik. Dan pemahaman yang sama diajarkan oleh Guru Taichi saya, dan sebagian besar kawan-kawan di pergaulan beladiri.

Ilustrasi GM Wuzhong melakukan jurus Shuang Chenzhang
Ilustrasi GM Wuzhong melakukan jurus Shuang Chenzhang

Pelatih Wushu saya mengatakan hal yang berbeda, sama seperti beberapa pelatih wushu saya sebelumnya. Yang benar adalah “Wushu”, artinya “Seni berperang”. Kalau “Kungfu” itu lebih kepada “keahlian”, lalu ia bilang seperti koki kungfu memasaknya bagus, atau keahlian lainnya. Termasuk Wushu juga keahlian. Belakangan nanti saya waktu ke China lagi tahun 2017 baru tau, definisi ini lebih “sangat” mendekati benar.

Tahun 2017, saya pergi ke China untuk sekian kalinya untuk berlatih. Tiba saat Shalat Jumat di Tianjin, saya mensambangi mesjid Agung Tianjin Gerbang Barat. Di Tianjin di daerah distrik Muslim ada dua mesjid Agung. Karena Distrik Muslim ini berada di pusat kota dan sangat luas. Satunya Mesjid Agung Tianjin yang bangunannya lebih tradisional, dan Mesjid Agung Tianjin Gerbang Barat yang bangunannya lebih kontemporer seperti kebanyakan masjid di Indonesia dengan kubah. Kalau di Mesjid Agung Tianjin Adzan menggunakan seruan Adzan selayaknya di Indonesia, dengan speaker. Mesjid Agung Tianjin Gerbang Barat menggantinya dengan Sirene Kebakaran.

Sebelum sholat saya sempat menikmati pemandangan mesjid sebentar, ada madrasah juga dan ruangan Takmir. Karena perbedaan mahzab, saya masih ga tau mesjid ini adzan jam berapa, dan yang satunya jam berapa. Saya datang kecepatan untuk Sholat Jumat, karena pada musim panas sekitar 13.30 atau 14.00 siang baru adzan. Saya duduk di depan madrasah yang kosong karena tidak ada kegiatan. Seorang muda, kayaknya imam karena dia pakai gamis putih dan sorban dililit di kepala menghampiri saya.

Tahun 2017 setahun lebih saya sudah kursus mandarin, dibanding 2016 saya belum belajar sama sekali benar-benar kesulitan. Kali ini agak mendingan “kesulitannya” hahaha 😀

Imam    : 赛辆幕!你从哪国?( Assalamu’alaikum! Kamu dari mana? )
Saya      : Wa’alaikumsalam,我丛印尼 (dari Indonesia / Yinni, adalah kependekan Indonesia dalam bahasa Mandarin)
Imam    : 印度吗?(Hindia kah? Karena kepanjangan Indonesia, Yin du ne xi ya orang China sering tertukar dengan India yang kependekannya ‘Yindu’)
Saya      : 不是,印尼国。那是印度呢西亚,那就马来西亚的下面 (bukan, Indonesia, itu Indonesia. Di bawah langsungnya Malaysia…. Karena orang China lebih tau Malaysia daripada Indonesia)
Imam    : 哦!你在这儿作什么工作? (Oh! Kamu di sini kerja profesi apa? )
Saya      : 我学习功夫吧 (Saya belajar Kungfu)
Imam    : 做什么功夫?什么工作?(Kerjain ‘keahlian’ apa? Profesi apa? )
Saya      : 八极拳功夫,你知道吗?(Kungfu Bajiquan, anda tau?)
Imam    : 八极拳是什么工作?(Bajiquan itu profesi apa?)
Saya      : 那个是功夫 (Itu Kungfu)
Imam    : 那是什么工作?(Itu profesi apa?)
Saya      : 啊。。。我意思,我在这儿学习武术 (ah….maksud saya, Saya di sini belajar Wushu … tiba-tiba ingat perkataan pelatih Wushu saya)
Imam    : 啊,明白了!武术?什么武术?(ah! paham sudah! Wushu? Wushu apa?)
Saya      : 八极拳。你知道吗?(Bajiquan. Kamu tau?)
Imam    : 知道了。我的兄弟都在孟村镇练八极。有时间你一定去那儿!(Tahu donk. Saudara saya di Mengchun semua latihan Baji. Kalau ada waktu, kamu harus ke sana!)
Saya      : 明白了,孟村。我应该去那儿以后。(Saya paham, Mengchun. Saya seharusnya ke sana nanti)

Adzan berkumandang, Imam tadi mempersilahkan saya Wudhu di tempat Wudhu dan masuk ke ruang Sholat. Setelah pulang saya memandangi halaman dan orang-orang bertegur sapa satu sama lain dengan ramah. Dalam benak saya “ohhh…. Wushuuuuu”. Sejak saat itu di China saya menggunakan istilah “Wushu”.

Pemandangan setelah solat berjamaah di EMsjid Agung Timur Tianjin
Pemandangan setelah solat berjamaah di EMsjid Agung Timur Tianjin

Apalagi ini ‘Guoshu’?

Saya tau artinya, “Seni negara” di beberapa perhelatan sering menggunakan “Guoshu” selain “Wushu”. Saya pun heran, apa itu “Guoshu” dan “Wushu”. Wushu saya tanyakan kepada senior saya di Tianjin yang bisa bahasa Inggris. Dia bilang, “Kungfu refers to ‘Tradisional Wushu’, both traditional and modern called ‘Wushu’. But standardize Traditional form called ‘modern Wushu’. Taichi also kind of Wushu. Kind of Chinese Martial Arts, means Chinese Treasure”. Ok! Jadi saya paham, yang dimaksud Wushu di Indonesia ini adalah modern Wushu sedangkan yang tradisional yang biasa kita sebut Wushu adalah Modern Wushu. Tradisional Wushu mereka sebut dengan 传统武术. Jadi kalau lihat ada tulisan 传统武术 (Chuan Tong Wushu) artinya event Kungfu / Wushu Tradisional.

Ilustrasi kompetisi Kungfu Baji
Ilustrasi kompetisi Kungfu Baji

Lalu apa pula ‘Guoshu’? Saya pikir hanya sekedar istilah untuk ajang perhelatan beladiri. Dari buku “The Creation of Wingchun”ditulis berdasarkan penelitian Benjamin N. Judkins and Jon Nielson. Buku ini menarik, hasil penelitian mereka di China tentang terbentuknya Kungfu Wingchun, dan beberapa mitos dan hoax. Tidak ada jurus, hanya sejarah, namun alurnya enak dibaca. Saya juga jual buku ini lho?! Ini buku bacaan WAJIB para penggemar Wingchun menurut saya, pemerhati beladiri Tiongkok juga ya?!

Di buku itu, mereka menulis begini urutan bentukan terminologinya

Quan Bang / Cien Pang (pukulan dan tongkat) => Guoshu / kuo shu (seni negara / nasional) => Quan Fa / Cien Fa ( system pukulan) => Wushu => Gong fu / Kung fu

Perubahan istilah ini terkait dengan pergolakan politik, perubahan sistem pemerintahan. Dan peran serta kiprah Bruce Lee dalam mempopulerkan Kungfu ke dunia.

Quan Bang ini sangat langka. Saya sendiri baru tau, istilah ini digunakan pra-dinasti Qing, sebelum China dikuasai Manchuria. Berubah menjadi Guoshu, untuk menunjukkan identitas dan nasionalisme dalam penjajahan dinasti Qing. Lalu sempat menajdi Quan Fa, namun ga lama. Istilah Quan Fa ini, masih dipakai dalam pengajaran Teknik Memukul, namun bukan istilah umum. Istilah Wushu, adalah seni-berkelahi, yang muncul di era pemerintahan komunis. Gunanya menjadikan beladiri menjadi aset budaya, dan membuatnya lebih ke arah seni dan eksibisi ketimbang pertarungan hidup-mati atau perlawanan. Namun demikian, komunitas Tradisional masih suka memakai istilah Guoshu untuk membedakan dengan Wushu modern.

GM Ma Fengtu Kungfu Baji, Pendiri Provincial Ganshu Guoshu Institute, President of The Ganshu Provincial Association for Promotional of Islamic Education
GM Ma Fengtu (Kiri) Kungfu Baji, Pendiri Provincial Ganshu Guoshu Institute, President of The Ganshu Provincial Association for Promotional of Islamic Education

Lalu bagaimana dengan Kungfu? Wushu diperkenalkan oleh Bruce Lee ke dunia melalui film-film Hollywood yang dia bintangi dan terkenal ke seantero dunia. Bruce Lee menyebut “Kungfu” sebagai keahlian berkelahi yang dia miliki. Bahkan beberapa orang mengatakan karena merk sepatu yang dipakai Bruce Lee bermerk Gong Fu. Sejak itu Wushu dikenal dunia dengan sebutan ‘Kungfu’. Anggapan ini nampaknya juga bukan sengaja dibuat Bruce Lee, namun karena persepsi dan anggapan. Karena BOOMING Film Ip Man, lalu Wingchun menjadi terkenal. Kalau melihat trend pencarian search engine orang mengkonotasi kan Wingchun setara dengan Kungfu. Bahkan Kungfu disamakan dengan Karate dalam persepsi umum secara data. Orang bule masih banyak yang menganggap Karate sama dengan Kungfu.

 

Manfaatnya bagi kita

Di Indonesia istilah Kungfu dan Wushu menjadi perdebatan panjang dan telah mendarah-daging kesalahan ini. Bagi kita ga terlalu signifikan, belum istilah-istilah seperti Kuntao yang turut meramaikan urusan istilah demi istilah ini. Tahun 90-an akhir, Wushu di Indonesia pun baru mulai diperkenalkan dan populer dengan kemunculan cabang olahraga Wushu di perhelatan akbar seperti PON atau serupa. Sekarang Wushu masuk cabang internasional.

Hanya saja, bagi saya pribadi. Saya tau “kapan” saya pakai Wushu atau Kungfu. Jadi kalau di Indonesia kalau diajang keindahan gerak saya sebut Kungfu, untuk permainan modern standar seperti Chang Chuan, Nan Chuan, dll. Sedang nomor tradisional non-standar disebut Kungfu. Perguruan bela diri Kungfu pun permainannya saya sebut Kungfu.

Saat di China saya sebut Wushu dan Chuan Tong Wushu agar tidak timbul kesalahan persepsi dalam satu perbincangan. Itu pun dilihat juga dalam konteks dan komunitas semacam apa saya terlibat pembicaraan.

GM Ma Xianda dan Muhammad Ali
GM Ma Xianda dan Muhammad Ali

 

#Kungfu #Wingchunkungfu #Kungfulife #Kungfuschool #Kungfustyle #Kungfushaolin #Kungfutraining #Kungfuwushu #Kungfufilm #Kungfuindonesia #Kungfusanda #Kungfuclass #Kungfuwingchun #Wushu #Wushusanda #Wushuindonesia #Wushutaolu #Wushukungfu #Wushucompetition #Wushushaolinkungfu #Wushuchampionship #Wushushaolin #gongfu #kung_fu #wushu #wu_shu #taichi #taijiquan

Leave a Reply