Wei Sang Penjaga Gerbang Terakhir

Pada perjalanan belajar Kungfu Baji Delapan Mata Angin kali ini adalah hal paling berkesan, dikunjungi “Sang Naga”. Beliau Adalah Grandmaster Wei Jiuru, putra dari Wei Hongbin (atau Wei Hong en?) penerus Kungfu Baji aliran Zhang, yang biasa kami sebut “men” 门 artinya “pintu”.

Shiye Feng yijie, Shitaiye Wei Jiuru, dan Shifu Saya
Shiye Feng yijie, Shitaiye Wei Jiuru, dan Shifu Saya

Seorang “men” Penjaga Gerbang

GM Wei memiliki sangat banyak murid, dan hanya beberapa murid dalam. Kungfu Tiongkok diajarkan secara turun temurun, ga ada buku panduan resmi mengenai silabus, hanya kurikulum dan materi. Diajarkan turun temurun melalui kedekatan murid dan guru, seperti layaknya keluarga.

Kemungkinan distorsi pengajaran karena perbedaan pemahaman sangat besar. Murid dalam itu ibarat anak-anak dari istri resmi, sementara yang murid luar ini anak dari istri-istri simpanan…. mirip-mirip legenda para Godfather mafia lah …. BAPAK-BAPAK MANA TEPUK TANGANNYA??

Bagi Shifu saya, Shiye Wang, walaupun mereka belajar dari jalur yang resmi. Bahkan Wang Shiye adalah murid langsung dan jatuhnya lebih senior dari GM Wei Jiuru, terhadap GM Wei Hong Bin dan Wei Hong En. Namun tetap saja dia bukan “men” yang ditunjuk / penerus resmi. Status beliau, saya dan shifu saya sama “pernah belajar”…TITIK…. Dan saya harap rekan-rekan ga usah berlebihan menganggap saya penerus baji aliran Zhang atau penerus GM Wei Jiuru.

Gak usah berkhayal, orang Indonesia jadi penerus resmi aliran. Karena syarat penerus resmi sih orang Tiongkok ASLI atau tinggal di sana. Kalo saya ngaku-ngaku asli bisa malu-maluin guru saya, saudara-saudara saya, leluhur-leluhur saya malahan. Sama aja menghina mereka!

Shitaiye Wei Jiuru dan Saya
Shitaiye Wei Jiuru dan Saya

Perbedaan “Men” dan Praktisi Biasa

Penerus resmi itu bukan “ngaku-ngaku” tapi diakui, dia memegang “Quan Pu”, buku yang diwariskan dari generasi ke generasi, namanya ditulis di buku itu oleh pendahulunya. Dibawa sampai dia mati diwariskan lagi. Jadi kalo ga punya Quan pu jangan ngaku-ngaku lah!

Buat orang-orang seperti saya, shifu saya adalah bebas mengotak-atik system. Karena kami bukan penerus resmi. Kami cuman pernah belajar dan memetik apa yang pernah kami pelajari untuk bekal kami di jalan kami sendiri. Jangan heran orang-orang seperti kami lebih open dan beranggapan “perbedaan itu indah”, menambah khazanah.

Berbeda dengan penerus resmi yang sifatnya penjaga tradisi dan kelestarian suatu keilmuan. GM Wei Jiuru adalah penjaga aliran, penjaga dari tangan-tangan usil otak-atik gatuk system, menjaga kurikulum tetap lengkap, pengajaran tetap sesuai seperti pendahulunya.

Dan satu lagi, mereka itu PALING BENAR, dan ga ada dalam kamus mereka “Perbedaan itu INDAH”…. cuman ada “dengan saya atau tidak sama sekali!”

Kenapa begitu? Egois kah? Atau berpikiran sempit kah? Kami paham, GM Wei memiliki banyak sekali murid. Kami cuman segelintir dari banyak muridnya itu yang beruntung berkesempatan belajar dengan beliau. Terbayang gak betapa hancurnya system yang dibangun puluhan, ratusan tahun kalau dia menerima adanya perbedaan??

Seorang “men” adalah acuan, kalau kita mau lihat yang PALING BENAR lihat lah pada “men”-nya. Seperti apa dia bergerak, posenya, posisi dan lain-lain. Semua tidak ada yang bisa membantah seorang “men”. Karena dia menjadi acuan praktisi di seluruh dunia selama mengaku berlatih di bawah alirannya.

Walaupun dalam pengajaran terjadi perbedaan, cara pemahaman, dan berakibat terjadi distorsi pada pengajaran penerus selanjutnya. Jika men yang sekarang wafat, makan acuan utama selanjutnya adalah si penerus resmi berikutnya. Walau pun berbeda dengan pendahulunya, wajib untuk diikuti dan dijadikan acuan standar semua praktisi di bawah alirannya.

Latihan di taman dekat rumah GM Wei bersama para tetua
Latihan di taman dekat rumah GM Wei bersama para tetua

Seorang Wei (魏) yang Menjaga Pintu Zhang (张)

GM Zhang Jingxing
GM Zhang Jingxing

Pada masa pergolakan rezim di Tiongkok, revolusi kebudayaan adalah satu momok bagi para pesilat. Tidak terkecuali kungfu Baji Delapan Mata Angin, keluarga Zhang dibantai sebanyak 3 keturunan, sehingga Zhang Yuheng dan keluarganya turut ikut dibunuh rejim yg baru berkuasa. Namun demikian salah satu keluarga Zhang sempat melarikan diri, lalu diselamatkan keluarga Wei. Kami sulit menemukan potret GM Zhang yuheng, namun hanya dapat potret dari kakeknya GM Zhang Jingxing. Beliau diturunkan ilmu Kungfu Baji dari kakeknya.

Keluarga ini disembunyikan oleh keluarga Wei dan mereka mengajarkan kungfu Baji Delapan Mata Angin mereka kepada Wei Brothers. Sebagai imbalan Wei brothers membantu mereka bercocok tanam. Kelanjutannya ga jelas keluarga Zhang ini gimana. Hanya keluarga Wei yg tau gimana mereka. Intinya keluarga Zhang sendiri hilang dari peradaban, dan wewenang pengajaran dilanjutkan Wei brothers. Sehingga Wei brothers di tianjin lebih dikenal sebagai penerus keluarga Zhang daripada Han. Namun demikian mereka mengasimilasikan Baji yang mereka peroleh menjadi bentuk yang kami latih. Bentuk aliran Han namun generating power aliran Zhang.

Wei brothers melakukan pengajaran secara tertutup, mereka tidak hidup dari mengajar beladiri, mereka pebisnis kuliner sukses di tianjin sampai akhirnya musibah penyakit merenggut nyawa mereka. Tongkat estafet pengajaran dilanjutkan oleh putra Wei Hong Bin (atau Hong En? ) yaitu Master Wei Jiu Ru yang masih melakukan pengajaran secara tertutup.

GM Wei Hong En
GM Wei Hong En

 

GM Wei Hong Bin
GM Wei Hong Bin

Wei yang Terakhir

Kemungkinan akan berakhir posisi Keluarga Wei, karena pengganti yang ditunjuk desas-desusnya adalah murid dalam beliau yang juga menjadi orang kepercayaan keluarga bernama Feng (Feng Yijie). Karena GM Wei tidak memiliki putra yang concern dan mendalami Kungfu Baji Delapan Mata Angin secara serius untuk meneruskan posisinya.

Berlatih dengan beliau sifatnya tertutup dan hanya mereka yang diakui keluarga. Sekali berlatih maka dianggap anggota keluarga. Beliau hanya mau bertemu jika atas referensi kenalannya, kerabat atau muridnya. Seperti saya misalnya. Seseorang boleh berlatih ilmunya, atas ijin beliau. Jika beliau sudah bertemu dan yakin mau menerima, maka dia akan mengatur pertemuan untuk latihan. Kalau bertemu pun tidak lantas beliau mengajak latihan, bahkan sekelas praktisi Kungfu Baji Delapan Mata Angin atau master beladiri terkenal sekali pun.

Shiye Feng Yijie dan GM Wei Jiuru di salah satu acara gathering Kungfu Baji
Shiye Feng Yijie dan GM Wei Jiuru di salah satu acara gathering Kungfu Baji

 

#delapan_mata_angin #delapanmataangin #bajiquan #kungfu #martialarts #selfdefense #baji #gongfu #chinesemartialarts #cma #traditionalmartialarts #fighting #combat #jakarta #indonesia #kungfujakarta #kungfujkt #kungfujkt #kungfuplm #peasindonesia #kenjigoh

Leave a Reply